Mendung kelam menggantung di langit Hastina, walau sebenarnya di hati para punggawanya sedang memendam bara melebihi teriknya kemarau. Adipati Karna yang kejibah mengurusi keamanan negri para Kurawa itu sedang pusing setengah mati. Institusinya sedang disorot kawula wayang seantero negri, karena ternyata si licik Sengkuni menyusup sekaligus menitis pada salah satu anak buahnya yang mengepalai bagian reskrim, Dursasana.
Dursasana, yang terkenal congkak dan suka memaki itu pernah dengan bangga menyebut lembaganya sebagai ‘buaya’ karena kebetulan sedang berusaha mengobrak-abrik lembaga lain yang ber-call sign ‘cicak’. Belakangan Adipati Karna sampai harus meminta maaf dan meminta media tidak lagi menggunakan istilah ini. Rupanya beliau punya rasa jengah juga. Baca entri selengkapnya »

