Kisruh para Kurawa

November 5, 2009

Mendung kelam menggantung di langit Hastina, walau sebenarnya di hati para punggawanya sedang memendam bara melebihi teriknya kemarau. Adipati Karna yang kejibah mengurusi keamanan negri para Kurawa itu sedang pusing setengah mati. Institusinya sedang disorot kawula wayang seantero negri, karena ternyata si licik Sengkuni menyusup sekaligus menitis pada salah satu anak buahnya yang mengepalai bagian reskrim, Dursasana.

Dursasana, yang terkenal congkak dan suka memaki itu pernah dengan bangga menyebut lembaganya sebagai ‘buaya’ karena kebetulan sedang berusaha mengobrak-abrik lembaga lain yang ber-call sign ‘cicak’. Belakangan Adipati Karna sampai harus meminta maaf dan meminta media tidak lagi menggunakan istilah ini. Rupanya beliau punya rasa jengah juga.

Cicak ini sebenarnya sebuah lembaga berlabel Komisi Anti Wayang Korup, awalnya disiapkan untuk menampilkan sisi keren negri Hastina yang bertugas memberantas korupsi yang sudah membudaya. Kurawa gityu loch….. Ternyata si cicak berani menyerempetkan tugasnya pada lembaga si buaya yang selama ini tak tersentuh.

Buaya meradang, Dursasana tampil mengusung bara dendam, serta merta dua punggawa ‘cicak’ diciduk agar tidak berkoar di media, begitu alibinya. Perkara dakwaan diurus dan disusun skenarionya belakangan. Makin kuruslah si cicak karena senopatinya, Kumbakarna, telah dipenjarakan sebelumnya.

Adipati Karna makin semruweng karena Citraksa yang menjadi komandan public relation lembaganya ikut-ikutan memakai pita hitam saat tampil pada sebuah acara dialog di televisi bertajuk ‘Buaya memperkosa Cicak’.

Hari ini tadi masyarakat dunia wayang disuguhi tontonan box office bertajuk ‘Sidang Mahkamah Penguji Undang-undang’ yang menampilkan operet AADC (Ada Apa Dengan Cicak). Operet ini begitu menyedot perhatian para kawula, hingga wayangsiji.tv sampai merasa perlu meliburkan program director nya karena satu hari penuh ini tidak membutuhkan susunan jadwal tayangan lain.

Sementara, Prabu Duryudana, pemimpin tertinggi Hastina, yang sejak awal kekisruhan ini cuma kalem-kalem saja semakin tenggelam dalam semadinya. Beliau hanya menghimbau kepada semua untuk bersabar, biarlah semuanya diselesaikan dalam mekanisme hukum yang berlaku di negri ini, Hastina, negri para Kurawa!

___________
Hasil copas dari note facebook-nya T. Arif Surono a.k.a Sayur

Satu Tanggapan to “Kisruh para Kurawa”

  1. morishige Says:

    tiap hari yang kulihat di berita dan kudengar di radio melulu soal cicak dan buaya ini.

    sampai saat ini rakyat masih bersimpati ke cicak. ayo kita lihat saja apakah cicak berhasil mengikuti jejak david, pendahulunya yang berhasil mengalahkan raksasa goliath.:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: