Halimah dan Mbah Surip di Mata Presiden

Agustus 6, 2009

Ketika kemarin Mbah Surip yang terkenal dengan lagunya Tak Gendong dan Bangun tidur meninggal dunia, berbagai media mengulasnya dan menjadikannya sebagai laporan utama. Berbagai kalangan dari mulai rekan mbah Surip sesama seniman, pengamen, artis, pejabat sampai Presiden mengucapkan berbela sungkawa. Dan pidato presiden kita yang buru-buru pidato di depan wartawan itu untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa sekaligus menghimbau beberapa pihak untuk membantu pemakaman Mbah Surip inilah yang kemudian membuat saya sedikit bertanya-tanya.

Apa pasal??

Pasalnya adalah beberapa hari sebelumnya pahlawan devisa kita yang bernama Halimah meninggal di kolong jembatan layang di Jeddah. Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap mereka berdua, bagi saya mereka berdua adalah pahlawan di bidangnya masing-masing, tapi ironisnya di sini ketimpangan itu terjadi yaitu dari yang saya tahu presiden kita berpidato untuk berbela sungkawa kepada Mbah Surip dan itu tak terjadi terhadap Halimah.

Padahal… Padahal nih ya, ketika masa-masa kampanye, presiden kita yang satu ini bisa menyempatkan diri untuk menelpon TKW yang dianiyaya di Malaysia, tapi sekarang (semoga saya keliru) ketika Halimah meninggal dunia kok saya nggak dengar komentar beliau ya ? (lagi-lagi semoga saya salah)

Ah, salah sendiri kenapa meninggalnya setelah pemilu usai… *dengan nada minor yang riang*

5 Tanggapan to “Halimah dan Mbah Surip di Mata Presiden”

  1. ielmanhoeda Says:

    ya begitulah …………. hehehhe!!!!!!!! cari pendukung ato cari muka ya😕 jadi bingung neh!!!!!!!!

  2. morishige Says:

    dan mbah surip pun pasti gak mau ketimpangan itu terjadi.
    kalau saja ada pemilu putaran dua..

  3. Alex Says:

    Lho? Bukannya SBY itu memang paling bisa mencari sensasi dan main drama? Dia berbakat utk itu. Sementara utk Mbah Surip dia sempat nongol di layar kaca, berbela-sungkawa atas nama dunia seni – mungkin karena beliau hobi karaoke – beliau sendiri tdk berbela-sungkawa atas di dihentikannya perkara Lapindo di Jawa Timur sana.

    Tapi… bro, bukan SBY kita yg mulia itu saja yg khilaf, (duilee… sering amat khilafnya😛 ) , tapi juga org2 kita di keraton yang bangsawan itu. Manohara dianugerahkan gelar terhormat karena aktingnya disiksa suami nan kaya-raya, tapi Nurmala, TKW kita dari Lombok yang jelas disetrika? Bah! Terlupa cemanjeng mati di jalan saja.

  4. qzink666 Says:

    @shige
    Hussh.. SBY bilang, pemilu dua putaran itu pemborosan, tauk…😛

    @Alex
    Iya.. Bener tuh, bro.. Indonesia ini kok lama-lama para pembesarnya atau dari dulu sih mirip pemeran di cerita melodrama yak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: