Cerita Untuk Para Bombers

Juli 26, 2009

Tatkala dalam suatu perjalanan Nabi Musa melihat seorang gembala yang sedang berseru kepada Tuhan: Ya Tuhan, yang Mahakuasa atas segala yang berkuasa. Dimanakah engkau berada? Biarlah aku mengabdi-Mu, akan kujahitkan terompah-Mu, akan aku sisirkan rambut-Mu. Biarkan aku yang mencucikan pakaian-Mu dan membunuhi kutu-kutu di kepala-Mu. Akan kubuatkan susu buat Kau, O Tuhan. Akan kusembah Engkau supaya aku dapat mencium tangan-Mu dan kubelai kedua kaki-Mu yang mungil. Akan kusapukan kamar tidur-Mu bila waktu tidur-Munsudah tiba….’

Ketika gembala itu sedang hanyut menghimbau dengan kata-kata serupa itu, berkatalah Nabi Musa dengan suara lantang: ‘Hai, kepada siapa kau tujukan seruanmu itu?’ ‘Kepada yang Maha-esa, Khalik yang menciptakan kita, pencipta semesta langit dan bumi,’jawab gembala itu. ‘Celaka kau,’ kata Musa. ‘Kau telah sesat dan berdosa. Kau bukan mukmin lagi karena kau sudah menghina Tuhan. Ini adalah perbuatan bodoh dan kufur. Tutup mulutmu. Kalau kekufuranmu sudah merusak, rusaklah dunia seluruhnya, dan usanglah semua sendi agama. Semua itu hanya patut buat kau, bukan buat Yang Mahaesa, Sumber Segala Cahaya.’

‘Kasihanilah aku,’ kata gembala itu. ‘Oh hati dan perasaanku telah tuan bakar dengan rasa penyesalan.’ Sambil berkata demikian gembala itu mengoyak-ngoyak bajunya. Kemudian dengan menarik nafas panjang penuh kesedihan, ia lari ke arah padang tandus dan terus menghilang….

Saat itu lalu turun wahyu kepada Nabi Musa:
‘Engkau telah memisahkan Aku dari hamba-Ku. Aku mengutus engkau sebagai seorang Nabi supaya memperdekat, ataukah supaya menjauhkan? Aku memberi karunia kepada seseorang dengan caranya yang khas dalam melakukan sesuatu, dan kepada setiap manusia Kuberikan cara tersendiri dalam menyatakan perasaannya. Cara yang telah digunakan gembala itu, itulah cara yang lebih tepat menurut pendapatnya, sedang menurut pendapatmu dia bersalah. Baginya itulah madu sedang bagi kau itu adalah racun. Aku diatas segala yang suci.’

(Audah, 1996)

***************************

Nabi Musa menganggap sang penggembala telah kufur karena berdoa (beribadah?) dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang selama ini beliau ajarkan. Dan tentu saja cap kufur membuat sang penggembala begitu sedihnya. Dan Tuhan pun kemudian mendamprat Musa karena sang nabi telah membuat kesimpulan sendiri tentang cara mencintai-Nya. Tuhan menganggap Musa telah menjauhkan Ia dari hambaNya.

Lalu bagaimana dengan para bomber yang telah merenggut nyawa manusia yang mereka anggap kafir hanya karena (mungkin) memiliki agama cara yang berbeda dalam menyembah dan mengasihi TuhanNya? Adakah Tuhan pun mengutuk mereka? Kalo menurut saya sih para pelaku bom bunuh diri mega kuningan itu di akherat sono kepalanya dijedot-jedotin ke tembok sambil dibentak-bentak; “Guobloggg kowe, Emang siapa ente berani-berani membuat kesimpulan kalo yang ente bikin ini suatu kebajikan? Malaikat!! Bebesin dua orang goblok ini ke dasar neraka jahannam!!!!!!”

6 Tanggapan to “Cerita Untuk Para Bombers”

  1. dewanto Says:

    apa tidak mungkin mereka sedang memeluk penuh birahi bidadari yang–katanya–untuk mereka?

  2. Nazieb Says:

    Lho ya mungkin saja itu adalah cara mereka mencintai Tuhan-nya.. God of Bomber..😛

  3. morishige Says:

    Mau manusia menyembah2, sujud serendah2nya, atau memuji bahkan menghujat Tuhan sekeras2nya, gak bakal ngefek sama Tuhan..
    Toh yang menciptakan segalanya Dia.

    ngebom atas nama tuhan? bego banget.. tolol banget.. dengan hidup di dunia dengan akur saja udah mencerminkan bersyukur pada tuhan kok.

    asli. yang ngebom2 atas nama agama itu cuma orang2 fanatik sempit.


  4. siapa bilang kepala mereka dijedotin ke tembok???

    enggak Zink…

    mereka tetep masuk surga, tapi surganya meledak tiap 5 menit sekali:mrgreen:

  5. ichan Says:

    agh.. tuhan yang mana ini?? dasar ajaran monotheis, ga ada bedanya sama kapitalis.

  6. joyo Says:

    *nglirik komen ichan
    hohoho setuju bos, malah keknya lebih parah!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: