Asal-Usul Ingatan Chapter #2

April 19, 2009

Dengan kadar kenarsisan yang lumayan berkerak dalam diri, baru-baru ini saya menyelami isi blog yang sering saya terlantarkan ini. Membaca tiap postingannya, memahami kata per kata, menghitung segala komentar yang masuk di tiap postingan dan tentu saja mengagumi segala tetek bengek yang terdapat di dalamnya.

Dan apa yang kemudian saya temukan sodara-sodara? Ternyata saya masih berhutang postingan bersambung kepada umat saya pembaca blog ini. Di beberapa postingan saya, saya biarkan menggantung tanpa pernah saya selesaikan kelanjutannya.

Dan sekarang, selagi saya sempat, sebelum umat saya banyak yang mati penasaran, dan tentu saja sebelum blog ini kembali saya terlantarkan, saya ingin menebus hutang itu.

Untuk mempersingkat basa-basi yang kelewat panjang, langsung saja. Saya akan merampungkan postingan yang ini dulu…

*************
barangkali manusia akan sangat sedihnya, ketika menyadari bahwa bahkan kata kemanusiaan, diciptakan oleh para penjajah itu. namun kesedihan itu tak penting di bahas panjang lebar di sini.

Apa yang kita ketahui tentang mereka saat ini?
sebenarnya cukup banyak. Studi-studi tentang mereka sesungguhnya adalah studi tentang mereka. Yang perlu kita lakukan adalah menarik sudut perspektif sedikit lebih jauh dari yang biasanya kita gunakan. Manusia tak lebih dari sekedar inang, namun mereka dengan cerdiknya, memberikan perasaan, yang tentu saja sama-sama kita pahami, menghasilkan sikap posesif tertentu dalam diri manusia atas hidupnya (dan kemudian, hidup, dalam pemahaman yang lebih luas).

Dari mana datangnya teori ini
tentu saja, kami (kukatakan saja bahwa ada entitas Kami yang merumuskan apa-apa yang kubicarakan ini; tentu saja tak seperti dirimu, aku tak sendirian), para penyusun teori ini tidak menyimpulkannya dari semacam bisikan langit. Untuk mudahnya, kami akan katakana bahwa kelompok resisten tlah ada, hampir semenjak awal peradaban ini. Sejarah paling tua yang sempat tercatat berasal dari Hospital of Saint Mary of Bethlehem, yang lebih popular dengan sebutan BedLam, sekitar tahun 1550-an. Di tempat itu, sekelompok orang menyusun teori ini secara turun temurun. . pada saat itu, dikarenakan kekhawatiran atas pembocoran-pembocoran yang tidak perlu, dan catatan teori yang jauh dari sempurna, mereka menyusun teori mereka dalam sekumpulan gumam yang sekilas tampak tidak berstruktur dan tak berarti sama sekali. Orang-orang yang mendapatkan sekumpulan gumam ini–para penerus mereka, harus bekerja keras memecahkan kode-kode yang hampir seluruhnya tertutup. Hingga saat ini, harus diakui, bahwa sepenuhnya teori dalam bentuk gumam ini terpecahkan. Padahal, hampir seluruh para penerus mereka juga menggunakan metode yang sama dalam menurunkan penyempurnaan-penyempurnaan teori mereka; yaitu metode bahasa gumam.

Mereka semua, seperti juga kami, ditolong oleh satu kecenderungan biologis kami: sebuah penyakit yang menyerang kepala yang belakangan lebih dikenal sebagai migraine. Tentu saja ini kelihatan sederhana. Migraine memungkinkan seseorang membuka celah antara dirinya dengan makhluk ingatan. Ia dan pikiran-pikirannya, pada satu level rasa sakit tertentu, terpisah. Orang-orang dengan migraine itu secara tak sengaja diperkenalkan dengan satu entitas asing yang memenuhi kepala mereka. Disebabkan pusing berkepanjangan, mereka awas terhadap apa yang berlangsung dengan diri mereka. Sampai saat ini agak sulit dibuktikan struktur fisis yang membentuk spesies ini. Maka seringkali ada asumsi, bahwa bentuk material mereka adalah gelombang: satu jenis gelombang, yang samar pada kenyataan yang dicerap manusia, sehingga sampai saat ini, tak pernah dapat ditemukan para ilmuwan (perlu diingat bahwa kenyatan yang ada di depan manusia, kadangkala, jika tidak seluruhnya, adalah kenyataan yang disediakan “mereka”). Pada saat pusing, untuk mudahnya, frekuensi gelombang ini mengalami kekacauan serius.

Sudah dalam hitungan ratusan tahun, mereka yang sadar dengan keberadaan makhluk ini mengambil sikap pasif dan fatalistik. Tak lain karena cengkeraman makhluk ini hampir tak menyisakan celah perlawanan apapun. Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari kekuasaan mereka adalah menyusun diri dalam schizophrenia: satu sikap melawan tanpa kekerasan yang tentu saja dalam hal ini, dapat dipararelkan dengan gerakan Ahimsa Gandhi. Tapi tentu saja, jika pun cara ini yang paling efektif untuk melawan keterjajahan ini, kami merasa perlu untuk menyusun semacam pengantar untuk pemula, memberi peta yang sedikit banyak representatif terhadap seluruh kasus schizophrenia.

Kami dengan resiko yang tak alang kepalang, menyediakan diri sebagai martir, dan menuliskan teori ini, untuk yang pertama kalinya, tidak dalam metode bahasa gumam. Dalam kurun seratus tahun terakhir, dapat dikatakan bahwa penyusupan teori ini, dalam bentuk fiksi telah berlangsung dengan cukup simultan, ada dua nama yang saat ini dapat dikaitkan keterlibatannya dalam gerakan resisten :Virginia Woolf dan Ernest Hemingway. Tentu saja agak sulit untuk melacak keterlibatan mereka dalam fiksi-fiksi yang mereka susun. Keterkaitan itu berada dalam diri mereka: keduanya adalah penderita bipolar disorder, suatu kelainan yang memungkinkan mereka “bercakap” dengan makhluk asing itu dan tetap dengan kesadaran tertentu untuk kembali membahasakan percakapan itu dalam “bahasa” manusia. (yang, harus diingat, diciptakan oleh spesies ingatan tersebut). Keputusan keduanya untuk bunuh diri adalah kegagalan untuk melompat ke sisi lain yang telah terhampar di antara pilihan maju atau berhenti. Mereka memutuskan berhenti. Adapula mereka yang telah bersinggungan dengan kesadaran ini, semacam Orwell, Wells, bahkan Einstein. Namun kegagalan mereka yang paling besar terletak dalam pengambilan sudut prespektif seperti disebutkan sebelumnya.

Dan pertanyaannya kemudian, mengapa aku menuliskan semuanya kepada kalian semua? Mengapa aku mengatakannya pada kalian semua? Apakah aku telah mengatakan sesuatu yang menunjukkan betapa besar cintaku kepada kalian semua? Apakah ada jalan keluar? Entahlah…..

12 Tanggapan to “Asal-Usul Ingatan Chapter #2”

  1. qzink666 Says:

    Studi-studi tentang mereka sesungguhnya adalah studi tentang mereka.
    maksudnya:
    Studi-studi tentang manusia sesungguhnya adalah studi tentang mereka.

    *males ngedit*

  2. qzink666 Says:

    Studi-studi tentang mereka sesungguhnya adalah studi tentang mereka.
    maksudnya:
    Studi-studi tentang manusia sesungguhnya adalah studi tentang mereka.

    *males ngedit*

  3. qzink666 Says:

    sekalian hetrik deh..😛

  4. zal Says:

    ::jadi kita gak ikutan…lha yang ngetik terus siapa…???

  5. zal Says:

    ::kalau kita gak ikutan, gak masuk kami…

  6. zal Says:

    ::kalau gak ikutan…hetrik jugaklah…🙂

  7. zal Says:

    ::ah..akhirnya sriwijaya FC kalah 2-3 dari Persib…hidup PSMS..!!! eh gak nyambung…

  8. qzink666 Says:

    @zal:
    keduanya adalah penderita bipolar disorder, suatu kelainan yang memungkinkan mereka “bercakap” dengan makhluk asing itu dan tetap dengan kesadaran tertentu untuk kembali membahasakan percakapan itu dalam “bahasa” manusia.

  9. qzink666 Says:

    @zal:
    Saya, Ernest & Woolf yg penderita bipolar ini sudah cukup di sebut kami.. Kami tidak sendirian!
    Sriwijaya sekarang kalah tak masalah, yang jelas di akhir kompetisi piala itu pasti akan tetap di kandang Sriwijaya!!

  10. zal Says:

    ::yupe.., namun memang aktivitas keseluruhannya “makhluk asing” itu, hanya saja aku juga gak tahu apakah itu difikiran..sebab…akh masak fikiranku bisa memancarkan film 4 Dimensi…🙂

  11. dana Says:

    cuma mampir.

    *lagi meles mikirin yang berat-berat*

  12. G-Nazi Says:

    Hemingway…

    *pikiran malah nyasar ke Pramoedya*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: