Laki-laki Hidup dengan Rasa Takut

Desember 7, 2008

Seperti yang kita tahu dari sejarah, bahwasanya sebelum datang masa patriarkat seperti yang kita imani alami sekarang, ada satu masa yang disebut masa matriarkat dimana kaum perempuan punya kendali atas kehidupan, mulai dari sistem pemerintahan, posisi kekuasaan religius, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan bahkan penyembuhan. Pendeknya, semua posisi strategis atas kehidupan sebagian besar dikendalikan oleh kaum perempuan, sementara kaum laki-laki sendiri fungsinya tak lebih dari sekedar gerombolan semut pekerja yang melayani semut ratu. Tak ada peran penting lain yang diperoleh kaum pria itu selain kerja keras sambil memastikan anak-anaknya diproduksi dan dilindungi.

Dan keadaan ini berlangsung hingga ratusan tahun sebelum akhirnya kaum laki-laki menemukan setan dan Tuhan.

Yupe!! Tuhan dan setan. Tuhan dan setan ditemukan oleh kaum pria untuk mengambil kekuasaan yang dimiliki kaum perempuan atas diri mereka.
Bukan, bukan dengan cara memberontak pada kaum perempuan atau merayu mereka agar kaum laki-laki diberi kesempatan untuk ikut memainkan peranan yang sedikit penting. Yang mereka lakukan adalah mempengaruhi kaum mereka sendiri dengan rasa takut. Mitos pun diciptakan. Dan dari sini lahirlah iblis atau setan. Mereka mengarang sebuah cerita tentang seorang ibu yang melahirkan seorang anak laki-laki yang setelah besar, entah karena sebab apa berubah menjadi monster jahat yang ingin merebut kekuasaan sang ibunda. Sang anak durhaka yang telah jadi monster itu kemudian di usir oleh ibunya. Tapi lhadalah, troktoktok si anak terlalu pandai. Ia bisa menyamar apa saja untuk kembali berusaha merebut kekuasaan ibunya. Mulai dari menyamar sebagai dahan pohon kering, ayam kampung, bahkan jadi sang ibu sendiri.

Dari sinilah kemudian rasa cemas itu disisipkan. Bagaimana kalau kemudian sang dewi (kaum ibu) yang selama ini mereka muliakan ternyata adalah seorang anak nakal yang sedang menyamar tadi? Dan tepat seperti teori yang menyatakan bahwa jika satu kebohongan diucapkan berkali-kali, maka akan diyakini sebagai kebenaran. Kaum laki-laki pun dihinggapi rasa takut itu. Dan yang terjadi kemudian adalah munculnya rasa takut massal diantara mereka. Baik lelaki maupun wanita mulai meyakini bahwa iblis yang dalam hal ini anak nakal itu memang benar-benar ada di antara mereka, mungkin sudah berdiam diri sebagai tetangga, bahkan mungkin juga adalah orang yang tadi pagi mencari kutu dikepalanya. Sontak, keadaan takut ini kemudian melahirkan satu opini bahwa satu-satunya cara untuk melawan iblis tadi adalah dengan kekuatan dan bukan kelembutan. Jelas, kekuatan hanya dimiliki kaum pria. Maka dari sinilah derajat laki-laki yang semula hanya berfungsi sebagai pencari nafkah dan membuahi sel telur, naik derajat menjadi pelindung bagi kaum perempuan. Untuk itu pada gilirannya, diciptakan juga Dewa disamping mitos Dewi yang sudah lebih dulu ada. Fungsi dari diciptakannya Dewa sendiri adalah untuk melindungi sang Dewi yang agung tadi.

Dan karena serakah adalah fitrah bagi manusia, maka naiknya derajat ini tidak serta merta membuat kaum laki-laki puas. Ia ingin lebih dari itu. Maka Dewa yang semula fungsinya hanya sebagai pelindung dan pendamping bagi sang Dewi lambat laun bergeser fungsi menjadi pemimpin bagi sang Dewi itu sendiri.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah setelah kaum lelaki tak lagi merasa takut, mengingat kekuasaan kini ada digenggamannya? Jawabanya, TIDAK!! Bahkan ketakutan ini semakin memburu kaum laki-laki. Bagaimana kalau kemudian kekuasaan yang direbut dengan susah payah ini suatu saat bakal terebut kembali? Bagaimana seandainya kaum perempuan tahu bahwa cerita tentang anak nakal, iblis dan Dewa hanyalah isapan jempol belaka? Perasaan cemas akan hal di atas terus memburu kaum lelaki. Maka dari itu watak sang Dewa pun diolah sedemikian rupa oleh kaum lelaki dari yang semula penyayang, pelindung dan pengasih, berubah menjadi sangat maskulin, absolut, pencemburu, bengis, gampang murka, senang disembah, dan sebagainya demi menghindari terebutnya kembali posisi kekuasaan itu.

Kenapa watak Dewa harus berubah sehoror itu! Ya karena dengan begitu, hegemoni kaum lelaki atas diri perempuan tak akan pernah tergoyahkan. Bagaimana tidak, bukankah dengan seperti ini lelaki seperti membangun sebuah sistem yang bergerak mekanis seperti burung pada jam dinding. Jika ada perempuan (dalam hal ini istri) tidak menurut pada suami maka Dewa akan memberi azab yang pedih. Jika istri menolak melayani suami di kasur maka Dewa pun akan melaknat. Dan satu lagi, KETENTUAN DEWA TAK DAPAT DIGANGGU GUGAT, AWAS YA KALO TIDAK!! Meski tentu saja tengan bahasa yang lebih santun dan penuh bunga.

Lebih parah, lambat laun bukan saja peran sang Dewi yang dikebiri, tapi lebih dari itu karakter sang Dewi pun dihapus. Jika ada yang meyakini disamping Dewa ada Dewi, maka kafirlah ia. Dewa kan maha esa dan tak beranak apalagi diperanakkan, mosok punya bini??

Dan manusia modern menyebut Dewa itu dengan nama lain : Tuhan.

18 Tanggapan to “Laki-laki Hidup dengan Rasa Takut”

  1. qzink666 Says:

    *ngumpet dari amukan kaum laki-laki*

  2. lovepassword Says:

    Hi Hi Hi, postinganmu ajaib juga. Ingat lagu God is a girl. Jangan2 lagu itu kampanye para cewek untuk mengkudeta kedudukan laki-laki. Wah serem.
    Gimana kalo kita adakan gencatan senjata saja. Kamu yang jadi penghubungnya.

  3. zal Says:

    ::ternyata awak ni termasuk penggemar sinetron laki-laki takut isteri…, yang kayaknya ditulis oleh laki-laki juga…, disamping itu awak ni kampanye Partai 31 juga..dengan simbol katakan :..TIDAK…πŸ™‚

  4. qzink666 Says:

    @lovepassword
    Hah?? Saya??

    @ann
    ????

    @zal
    nggak dua-duanya tuh..πŸ˜†

  5. C4ndra Says:

    semakin menguatkan dugaan sementara bahwa penemuan tuhan itu suatu kecelakaan besar bagi dunia, bukan hanya untuk kaum perempuan saja…πŸ˜†
    malah justru sebaliknya penemuan setan bisa jadi titik awal menuju jalan keselamatan.:mrgreen:

  6. chiw Says:

    *ngakak baca komentar C4ndra*

  7. qzink666 Says:

    @C4ndra
    setubuh dengan anda, bro..πŸ˜€

    @Siwi
    kenapa??

  8. eMina Says:

    cerita yang diawal itu (wanita menjadi penguasa) itu kapan terjadinya?
    darimana dapat cerita seperti ini?

    dan judul ini ga sepenuhnya tepat, karena wanita juga hidup dengan rasa takut. bukan hanya laki -laki.

    salam kenal

  9. frozen Says:

    Wow! Beneran tuh, perempuan pernah jadi “imam”?😯
    *ini musti diragukan nih*
    .
    tapi… kalau hal itu berulang kembali, di mana perempuan memimpin dunia ini, alias ia superior ketimbang laki-laki, maka dunia ini akan irrasional, Bung.
    .
    hidup patriarki!
    *ditembak di tempat*

  10. sitijenang Says:

    eh ternyata udah gak dipaswort lagi…😎

  11. qzink666 Says:

    @eMina
    Soal masa Matriarkat dan Patriarkat, cobalah anda tanya pada kaum feminis.
    Dan soal rasa takut, ya memang siapapun tidak luput dari rasa takut, tp karena yang jadi fokus bahasan saya disini adalah laki-laki, maka biar lebih bombastis maka saya pake judul seperti itu..

    @frozen
    Ya.. Ya.. Ya.. Laki-laki memang produk alam yang paling rasional..

    @sitijenang
    Iya, boss..πŸ˜€

  12. may Says:

    @ qzink
    ki, gilak
    mentang2 dah jadi toke, nomermu ndak bisa dihubungi
    menghindar dari debt colector ato menghindar dari korban2muπŸ˜†

    *ketawa melecehkan*
    *kabur sebelum dilempar hape+voucher pulsa*

    @ frozen

    tapi… kalau hal itu berulang kembali, di mana perempuan memimpin dunia ini, alias ia superior ketimbang laki-laki, maka dunia ini akan irrasional, Bung.

    hmm…wanna bet?πŸ˜†

    *efek dari so manytimes ketemu cowok yang jauh lebih irrasional dari cewek*

  13. CY Says:

    Hehehe… makanya ditempat saya menawarkan “Kesepakatan damai” antara Dewa dgn Wanita Iblis.. dgn judul “Kasihilah Musuhmu” Soalnya kasihan juga pihak cewek krn sering dijadikan kambing hitam oknum pertama yg menawarkan Adam jatuh kedalam dosaπŸ˜†

  14. CY Says:

    *lsg dikeroyok kaum hawa* :mrgreen:

  15. infoGue Says:

    Artikel anda di

    http://pria.infogue.com/laki_laki_hidup_dengan_rasa_takut

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

  16. kopi cina Says:

    jadi maksudnya apa?

  17. kopi cina Says:

    yang mau anda omongin itu apa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: