Asal-usul Ingatan

Maret 9, 2008

Sabda yang sebentar lagi akan anda baca ini saya ambil dari novel di Etalase karangan Ugoran Prasad.

Pernahkah kau mempertanyakan dari mana asal ingatanmu??

Bagaimana jika kukatakan bahwa asalnya adalah sebuah kompleks tertutup yang berada di luar apa-apa yang inderawi. Apa-apa yang inderawi (belakangan ini ku ketahui dan membuatku sangat-sangat patah hati) tak lain adalah ciptaan, rekaan, proyeksi dari kebutuhan untuk menghasilkan ruangan yg produktif bagi species ini.

Awalnya, seperti binatang lain, manusia tumbuh dan berkembang di hutan-hutan. Tak lebih canggih dari simpanse atau macan.
Species ingatan ini, tak ada seorang pun yang tahu dari mana mereka berasal, datang (kalau tidak menghadirkan diri mereka). Entah didasari krisis tertentu, mereka, yang semula hidup dan berevolusi secara otonom, membutuhkan inang-inang biologis, media untuk meneruskan evolusi.

Dugaan yang paling kuat, sebelum menemukan manusia, beberapa kali mereka melakukan eksperimen biologis. Dari sini, setelah beberapa kali mengalami kegagalan yang serius (ingat, kita sama-sama tahu bahwa dinosaurus dengan begitu saja lenyap dari muka bumi), mereka menemukan kemungkinan lain, yaitu berserah dengan kecenderungan evolusi dan memutuskan untuk tinggal di dalam tubuh salah satu jenis monyet.

Dengan semacam perhitungan tertentu, evolusi jenis monyet itu -terima kasih untuk pikiran-pikiran Darwin yang jenius, kemudian berubah menjadi manusia modern, namun, secara esensial, makhluk yang hinggap di dalam tubuh monyet dan manusia modern saat ini, sama. Sedikit petunjuk fisis yang masih bisa di telusuri- sekalipun jejak itu dapat dengan mudah di tutup-tutupi, pada manusia adalah penggunaan maksimum yang hanya 20% dari keseluruhan otaknya. Ya, seluruh yang 80% itu adalah koloni para pencoleng.

Akibat langsung dari keberadaan diri mereka pada manusia, selain menghisap sumber-sumber energi kehidupan inangnya, adalah munculnya kecenderungan untuk menyusun metode. Metode awal mula itu, diterapkan dengan penciptaan api secara mekanis: bayangkanlah satu dunia tanpa telepon, tapi hampir di setiap pelosok bumi, manusia menciptakan api dengan cara yang serupa. Lalu selanjutnya, kita tahu apa yang terjadi..
Manusia berburu dan meramu, lalu bercocok tanam, lalu bertukar melalui kapal-kapal dagang yang bergerak ke seluruh pelosok bumi karena percaya bahwa bumi itu bulat seperti telur, lalu benang-benang pintal yang mereka dapat dari bulu biri-biri itu ternyata dapat di produksi massal. Manusia menyusun bahasa dalam kamus-kamus tua yang mereka simpan lembarannya dalam ingatan, sebelum akhirnya mereka menemukan lembaran papyrus, kertas, lalu penciptaan mesin cetak. Semula mereka menunjuk benda-benda, memberi nama agar tak lupa, lalu mereka menulis puisi, lalu filsafat dan matematika.

Di seluruh yang bergulir itu, makhluk yang membawa ingatan itu mengambil peranannya dan sekaligus meneruskan eksperimen-eksperimen mereka. Mereka kadang tak sepenuhnya berhasil. Hasil peradaban evolusi peradaban Maya, misalnya, di anggap berbahaya bagi keberadaan mereka dan akhirnya dihancurkan. Sekalipun makhluk-makhluk itu parasit pada manusia, mereka tak sesungguhnya berada dalam kesadaran waktu manusia yg sempit rentangnya. Untuk mudahnya dikatakan bahwa mereka ada di segala jenis waktu.

Dikarenakan mereka berada di dalam (pikiran?), mereka tak lagi berjarak. Mereka berada di dalam. Menjadi bagian utuh dari studi-studi tentang manusia, melalui biologi, melalui psikologi. Mereka cenderung di tunjuk sebagai bagian dari mekanisme. Seluruh perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, terbuka seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya, namun begitu sains dan ilmu pengetahuan harus berhadapan dengan manusia, maka yg tampak hanya pantulan-pantulan. Diri manusia yang sesungguhnya selalu tertutup selubung yang tak dapat di tembus psikologi, sosiologi, dan bahkan sastra. Selubung itu, kita tahu sekarang, adalah makhluk imaterial parasit. Dan selubung yang kasat indera ini, lagi-lagi menjadikan manusia sebagai narsis yang serius; ia tak pernah merasakan kehadiran makhluk lain yang mendekam dalam kepalanya. Ketika manusia bercermin, yang dilihatnya semata-mata hanya dirinya sendiri. Jika pantulannya menyenangkan, maka manusia mengagumi dirinya sendiri. Jika pantulannya menyedihkan, manusia akan mengasihani dirinya sendiri. Sebab seluruh pantulan bayangan manusia di depan cermin itu, apa yang disebut dengan hormat sebagai peradaban ini, sedang bekerja.

Kamuflase ini berhasil menipu manusia ribuan tahun lamanya..

Segala perkembangan peradaban yang selama ini dianggap bergerak positif, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah menjadi kebanggaan manusia modern, tak lain adalah alat untuk melakukan pendisiplinan tubuh. Analogi sederhana dapat ditemukan di proyek pengembangan sarana rekreasi untuk para napi. Mereka diizinkan berkebun, menjalankan hobi-hobi mereka secara intensif, berolahraga, tapi mereka tetap tinggal dalam penjara. Segala fasilitas di sediakan di dalam penjara, adalah alat untuk menormalisasi sikap mereka. Agar tak berontak karena bosan.
Demikian pula manusia di beri ruang leluasa untuk bergerak dalam penjara yang luasnya tak terhingga ini. Bahkan sampai ke bulan atau mars. Namun seluruh keluasan ini tetap berada dalam satu lingkup komplex hegemoni: manusia selalu mengagungkan akalnya…

Bersambung kalo sempet..
*pergi melacur*

24 Tanggapan to “Asal-usul Ingatan”

  1. zal Says:

    ::koq kayak filmnya MIB ya…, tapi aku menemukannya dalam I robbot…πŸ˜† *engga siyu-siyul, soalnya bersiyul sajapun fals..*

  2. qzink666 Says:

    ::robot?? Jangan-jangan sebenarnya kita ini memang cuma robot yang dikendalikan oleh makhluk asing bernama ingatan…πŸ˜€
    *kyai Zal mode: ON*

  3. joyo Says:

    “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

  4. joyo Says:

    “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”πŸ˜€

  5. qzink666 Says:

    Saya nggak suka tuhan narsis lagi congkak yang ngerasa paling tauk..πŸ˜€

  6. calonorangtenarsedunia Says:

    Ini postingan sok tahu. Kamu bisa nulis semua ini dari mana? Hasil endapan ingatan? trus ingatannya dari mana?

    *diinjek Qzink*

  7. morishige Says:

    angguk-angguk…
    jadi intinya ingatan itu sebenarnya “baik” atau tidak??😦
    *ada yang bisa kasih tau saya di mana bisa nyari bukunya jack london?

  8. qzink666 Says:

    @hana
    nah, inilah mengapa tulisan ini bersambung..
    Tapi ok deh saya kasih kontur petanya..
    Kau tau Virginia Wolf dan Ernest Hemingway kan? Keduanya adalah penderita bipolar disorder, yaitu suatu kelainan yg memungkinkan mereka “bercakap” dgn makhluk asing itu dan tetap dgn kesadaran tertentu untuk membahasakan kembali percakapan itu dalam bahasa manusia.. Nah, saya adalah salah satu orang hebat yg juga menderita bipolar disorder itu..πŸ˜€
    *injek2 Hana*

    @moris
    ingatan adalah semacam entitas pemangsa yg bersifat parasit pada manusia..


  9. *mikir*
    *masih mikir*
    *dunia serasa bergoyang*
    puyeng euy bacanya. saya sampai ngga tau mana awal dan akhirnya… rasanya mengambang begitu aja…


  10. *fast riding*

    *males komen penting*

    *ctrl w*

  11. brainstorm Says:

    aku blom bisa komeng apa-apa bro.. just wanna say “i’m come back”😎

  12. sarah Says:

    hemm..pake bersambung segala..
    Iya , pernah.. kadangKadang.

  13. Nyonya Farid Says:

    bagemana dengan werewolf?
    dracula?

    *kebanyakan nonton pilem sihir sihiran*

  14. qzink666 Says:

    @malecious
    mengambang?? Ati-ati ga iso turun lagi, bro..πŸ˜€

    @celo
    *cemplungin celo ke kolam penangkaran buaya*

    @ican
    welkambek, bro..πŸ˜›

    @sarah
    kok kadang-kadang, cantik??
    *ditajong fans Sarah*

    @nyonya parit
    selera yang seaneh orannya..πŸ˜›

  15. regsa Says:

    ehh..ikut melacur aja deh:mrgreen:

  16. cK Says:

    heh? kamu bipolar disorder juga??πŸ˜•

    *malah ngomenin komen*

  17. Arwa Says:

    katanya sih membongkar file memori bisa travel time juga lho… πŸ˜€

  18. tukangkopi Says:

    waks! banyak istilah2 serapan!😯
    eh, gw kok kek baca sejarah manusia ya, daripada asal usul ingatan?
    ah sudahlah, otak gw memang blum nyampe buat yang beginian, masih butuh evolusi panjang..:mrgreen:


  19. […] Oya, dan sahabat saya ini telah menuliskan asal-usul ingatan. […]


  20. Bipolar disorder…
    Ah, banyak jiwa yang saya cinta menderitanya…

    (uncurable kah?)

    Btw, tulisan yang cantik.

    Salam kenal QzinkπŸ™‚


  21. […] Untuk mempersingkat basa-basi yang kelewat panjang, langsung saja. Saya akan merampungkan postingan yang ini dulu… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: