Sebuah Tinjauan Terhadap Ar Razi: Rasio dan Agama

Februari 29, 2008

Ar Razi adalah seorang rasionalis sejati yang hanya percaya pada kekuatan akal dan sama sekali tak percaya pada perlunya wahyu-wahyu dan nabi-nabi sebagai mediator antara manusia dengan Tuhannya. Maka tak heran bila kemudian beliaunya ini di anggap kafir, baik oleh umat-umat yang manut budeg terhadap ajaran agama maupun ahli bid’ah macam Ismailiyah, yang pada masa itu tokoh pentingnya bernama Nashiri Khusru dan orang senegara yang punya nama sama dengannya, Abu Hatim Ar Razi.
Bisa dimaklumi memang, jika melihat premis rasionalisnya yang radikal dan terlalu mengagungkan akal sehat itu. Tapi yang perlu dicatat disini adalah bahwa sebenarnya Ar Razi bukanlah seorang Atheist, melainkan penganut monotheis santun yang percaya dengan adanya Tuhan sebagai arsitek yang mengatur dan menjalankan mesin besar bernama semesta ini.

Kenapa kemudian ajaran Ar Razi ini dikucilkan karena ajaran beliau dianggap banyak berbenturan dengan ajaran Islam yang baku, dan cenderung mendukung pandangan kaum naturalis kuno pada jamannya.
Inilah butir ajaran-ajaran beliau yang paling banyak ditentang oleh kaum agamawan (khususnya Islam) :

  • Tidak mempercayai adanya wahyu.
  • Qur’an bukanlah mukzizat
  • Tidak percaya pada Nabi-nabi
  • Adanya hal-hal yang kekal dalam arti tidak bermula dan tidak berakhir selain Tuhan.

Ar Razi percaya kalau tanpa bantuan rasul-rasul sekalipun, akal manusia pasti mampu untuk menuntun ke jalan Tuhannya. Mampu mengetahui baik dan buruk segala sesuatu selama manusia mau menggunakan akalnya. Karena menurut dia, pada dasarnya setiap manusia dibekali oleh Tuhan daya pikir yang sama besarnya. Adapun perbedaan timbul karena tak semua manusia mau mengasah kemampuan akalnya ini.
Lagipula, menurut Ar Razi, keberadaan nabi-nabi dengan ajarannya yang saling bertentangan dan tumpang tindih satu sama lain itu hanya menimbulkan kehancuran dan saling benci membenci diantara umat manusia yang tak jarang meningkat menjadi peperangan antar umat beragama yang berakhir dengan pertumpahan darah. Tak hanya Islam, semua agama ia kritik. Menurut beliau, orang tunduk kepada agama sebenarnya hanya karena faktor tradisi belaka. Sebagian lainnya, karena kekuasaan yang dipunyai pemuka-pemuka agama, dan atau karena tertarik dengan ritual-ritual agama. Untuk ritual-ritual agama sendiri Ar Razi punya pandangan sinis dan muram bahwa upacara-upacara itu bila dikerjakan secara berkesinambungan dan terus menerus dapat mengakibatkan kecanduan, dan lebih buruk merupakan alat yang efektif untuk mencuci otak jiwa rakyat yang sederhana dalam pemikiran.

Lebih jauh, Ar Razi menganggap bahwa Al Qur’an adalah buatan manusia (dalam hal ini dia tidak menunjuk jidat siapapun tentang sang kreator tersebut), maka baik gaya, bahasa maupun isinya, bukanlah merupakan mukzizat. Dia menganggap Al Qur’an sebatas karya intelektual manusia yang derajatnya tak lebih besar dari buku-buku filsafat karya Pythagoras maupun Aristoteles..

Tak hanya itu, lebih jauh, dalam filsafatnya mengenai hubungan manusia dan Tuhannya, ia condong kepada filsafat Pythagoras yang berpandangan bahwa kebahagiaan terbesar manusia baru bisa di raih ketika manusia bisa kembali kehadirat Tuhannya dengan jalan meninggalkan alam materi ini, karena menurutnya manusia baru benar-benar bisa kembali kepada Tuhannya bila jiwanya telah suci. Dan salah dua jalan yang bisa ditempuh manusia untuk mensucikan dirinya adalah dengan cara bergulat dengan ilmu pengetahuan dan berpantang mengerjakan beberapa hal. Kita tahu, dalam filsafat Pythagoras, cara mensucikan jiwa itu adalah melalui transmigration of Souls. Tapi paradox yang kemudian saya temui dari filsafat Ar Razi, adalah beliau tidak punya konsep apapun yang terperinci mengenai jalan pensucian jiwa ini selain kalimat “jalan mensucikan jiwa adalah filsafat”. Aneh memang, kenapa Ar Razi bisa teledor ini tentang penggelontoran ajaran filsafatnya? Maka karena tak ada kejelasan konsepsi ini pulalah yang kemudian banyak kalangan menuduh tindakannya itu menyerupai tindakan seorang zahid dalam hal dunia materi. Satu stigma yang begitu dibantah mati-matian oleh Ar Razi sendiri.

Bantahan Ar Razi mengenai hal ini tersirat dari tulisannya sendiri di beberapa karyanya yang sangat menganjurkan tindak moderasi, yaitu jangan terlalu bersifat zahid tetapi jangan pula terlalu memburu kesenangan. Manusia harus menjauhi kesenangan yang dapat di peroleh hanya dengan menyakiti orang lain atau yang bertentangan dengan rasio. Tetapi sebaliknya manusia jangan sampai tidak makan atau berpakaian, tetapi makan dan berpakaian sekedar untuk memelihara diri.
Lha, inikan salah satu sifat zahid juga, zink..
Kumaha seh??
Ah, embuhlah..

Ps.
Mengenai pembahasan ‘adanya hal-hal yang kekal dalam arti tidak bermula dan tidak berakhir selain Tuhan’ versi Ar Razi, saya bahas di lain kesempatan aja yah.. Terlalu panjang dan sensitif nih soalnya..
Segaaaaaaannnn..

terakhir, buat Arwa, situ khan tinggal bareng onta di ngArab sono.. Shering dunks mengenai filsuf gendheng satu ini sama kita-kita yang ada di ngIndondonesia ini. Jangan bilang tak tahu apa-apa, kalo tak ingin saya pancung.. hwakakakakak..

29 Tanggapan to “Sebuah Tinjauan Terhadap Ar Razi: Rasio dan Agama”

  1. qzink666 Says:

    gyahahahaha.. Masih berpusing dengan filsuf radikal, bro/sis..

  2. jiki Says:

    jangan kebanyakan ki, ntar kblenger

  3. edy Says:

    meninggalkan alam materi…
    hehehe

  4. qzink666 Says:

    @jiki
    pengalaman pribadi ya, jeung??
    btw, om Dewo barusan posting artikel bagus tuh..😀

    @edy
    ya.. ya..
    Tapi itu bukan saya, bro..

  5. jiki Says:

    eh mengenai pendapatnya:
    tanpa bantuan rasul-rasul sekalipun, akal manusia pasti

    mampu untuk menuntun ke jalan Tuhannya. Mampu mengetahui baik dan buruk segala sesuatu selama manusia mau menggunakan akalnya. Karena menurut dia, pada dasarnya setiap manusia dibekali oleh Tuhan daya pikir yang sama besarnya. Adapun perbedaan timbul karena tak semua manusia mau mengasah kemampuan akalnya ini.

    =========================
    koq jadi paradoks ya?

    bukannya itu tujuan diturunkannya rasul, untuk menjadi panutan, dan membantu mereka yang tidak mau/tidak sadar untuk mengasah kemampuan akalnya.

    ah embuh lah

    topik yang sensi sangat

  6. qzink666 Says:

    Itu dia, may.. Filsafat Ar Razi memang sangat-sangat paradoksal.. Sepertinya beliaunya ini menganggap semua orang mau dan serajin dirinya dalam hal mengasah akal..
    Ah, biasalah orang rumit memang cenderung egois..
    Untungnya, generalisasi yg tidak perlu ini di netralkan oleh Ar Razi lewat kalimat “kalau saja semua orang mau mengasah kemampuan akalnya..”
    tapi, entahlah.. Mungkin saya yang salah tangkap..
    Tapi beneran kok, orang yg rumit memang cenderung egois..
    *merasa gak lagi nyindir sapa pun, hanya memaparkan fakta*

  7. edy Says:

    saya mangsutnya nanya apa definisi meninggalkan alam materi
    apa jasadnya jadi kasat mata?
    ato ngasingin diri di gua?

    meninggalkan kehidupan duniawi?
    ato ga tertarik dng segala hal keduniawian?

  8. jiki Says:

    Tapi beneran kok, orang yg rumit memang cenderung egois..
    ==========
    Setuju!!!

    *merasa gak lagi nyindir sapa pun, hanya memaparkan fakta*
    =============

    *untung aku bukan orang yang rumit*
    berlalu dengan santai

  9. qzink666 Says:

    @edy
    yupe.. tidak tertarik dengan segala hal keduniawian.. Mirip-mirip para darwis itulah..
    Atau entahlah..

    @jiki
    ya.. ya..
    Kau memang tidak rumit, nak.. Kau hanya orang gila yang menderita amnesia..:mrgreen:
    *menghindari timpukan*

  10. danalingga Says:

    hem… lumayan nih buat brainstorming.:mrgreen:

    Saya setuju pendapat orang ini, dengan syarat bahwa akal di sini adalah dalam artian luas. Bukan terbatas pada otak.

  11. joyo Says:

    sebenarnya banyak juga pemikir2 bebas ya di Arab, sayang tidak banyak terpublikasi dg baik,

    soal sebutan nabi/ rosul itu kan yg nyebut kta juga, bagi A si B adalah rosul/nabi bagi C si B itu manusia biasa klo gak malah bajingan kelas kakap.
    😀

    *ah akhir2 ini saya agak sensitif, maaf klo ada kata2 kasar*

  12. calonorangtenarsedunia Says:

    *ga tahan pengen komen*

    Tapi mau nonton tipi dulu. Sekadar prolog, ar Razi tokoh filsafat Islam yang paling ramai diperdebatkan di kelas pas saya presentasi.:mrgreen:

  13. calonorangtenarsedunia Says:

    ar-Razi memang rasionalis yang keukeuh dengan pendapatnya.

    Dari yang saya tangkap mengenai ar-Razi itu dia benar – benar menghilangkan perantara antara Tuhan dan manusia. Bahwa akal manusia yang 10 tingkat itu bisa mencapai Tuhan pada tingkat kesebelas.

    *makan dulu*


  14. dia memang memang keffir hehehe kalo ane alirannya yoghurt😛


  15. *bertanya dengan wajah lugu*
    Ar-Razi itu lurah mana???

    *serius mode on*
    Klo menurutku, emang bener pemikiran Ar-Razi. Dan itu dengan catatan klo setiap orang mampu berpikir seperti dia(dalam hal ini sepakat ma jiki). Tapi pada kenyataannya apakah setiap manusia mau berpikir seperti Om Ar-Razi itu? Untuk mikir yang sederhana aja males, apalagi mikir yang susah2 seperti filsafat… Bukti nyata. Sebelum datangnya Rasulullah SAW warga Makkah berkelakuan yang amat bejat. Salah menyembah Tuhan. Dan lain2. Setelah datang pun masih ada orang2 yang salah menyembah Tuhan(sengaja tidak menyebut kaum tersebut karena takut terjadi kesalahpahaman). Ya begitulah kira2 pendapatku.

  16. gempur Says:

    materinya berat banged bung! bagus wacananya, .. menghidupkan pemikiran Islam klasik di luar NIETZSCHE dan zaratustranya… sayang, saya kurang intelek, jadi mengalami kesulitan mencerna.. apa karena kurang mengasah akal seperti kata Ar-Razi? hehehehehehe…

  17. quelopi Says:

    berat, rada susah sicerna

    begitulah islam, selalu ada pemahaman baru bagi setiap pemeluknya. Jadi… kalau dikaitkan dengan pemeluk agama islam di Indonesia rasanya saya nggak bisa berkomentar banyak. Udah capek melihat tingkah manusia beragama islam di negeri ini.


  18. Qzink…andai saja Ar RAZI tuh hidup pada masanya poro Nabi, lah karyanya akan menjadi tambahan-tambahan Ayat dalam sebuah Kitab-kitab Suci kali yah…
    Yah..yah…REALIS saja sih klu Razi punya pendapat bahwa :
    * Tidak mempercayai adanya wahyu.
    * Qur’an bukanlah mukzizat
    * Tidak percaya pada Nabi-nabi
    * Adanya hal-hal yang kekal dalam arti tidak bermula dan tidak berakhir selain Tuhan.

    Ternyata ber-TUHAN gak perlu Njlimet-njlimet amat, tergantung CITA RASA masing-masing mana yang pas dan COCOK buat di LAKONI.

  19. Oni Suryaman Says:

    Pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

    Kecenderungan agama samawi yang meletakkan Allah sebagai sesuatu yang maha tidak terjangkau meletakkan manusia pada posisi yang rendah, tidak mampu menjangkau yang ilahi, sekeras apa pun usahanya. Dan dari sini bisa ditarik secara logis, bahwa dibutuhkan wahyu Ilahi supaya manusia bisa menggapainya.

    Tradisi Hindhu Buddha berbeda. Dengan premis awal bahwa di dalam manusia ada Nur Ilahi, membuatnya mempunyai semacam kompas penunjuk arah yang dapat menuntunnya kembali ke Sang Maha. Para mistikus agama samawi pun ada yang berpandangan demikian.

    Tetapi di lain pihak, pertanyaan di atas mungkin juga tidak perlu dijawab karena merupakan spekulasi sejarah yang sulit dijawab kecuali kita bisa menciptakan sebuah dunia dimana tidak ada wahyu, terus kita lihat bagaimana manusianya, bisa menggapai ke yang Ilahi atau tidak.

    Nyatanya, one way or another wahyu ada.

  20. zal Says:

    ::menurutmu qzink666, apa keadaan Ar Rozi, tidak seperti kamu melihat lingkungan keberagamaan saat ini…, satu sisi dia melihat bagaimana bentuk dan terbangunnya yg dinamakan “Wahyu”, “Qur’an” dan”Rasul” sisi lain kelompok-kelompok begitu mengagungkan meskipun tak melihatnya…
    kurasa engga jauh-jauh amatlah…kalau sekarang ada satire, ya dulu juga ada… eh nanya Razi, dulu yak…apa benar gitu…jangan-jangan dianya juga, atau penerjemahnya, menjabarkan tulisannya engga sama dengan sumber fikiran penulisan…😆

  21. mat kariyo Says:

    kenapo orand piter bisanya cumon sok tahu.pa diya tk teu lo tiap kata ado harganyo???????


  22. […] Lima yang Kekal menurut Ar-Razi Bahasan yang sebentar lagi anda simak hanya simak bukan baca ini adalah merupakan sambungan dari artikel yang ini. […]

  23. maleo Says:

    dari semua pengertian yg ada menurut saya kata hatilah yg paling baik..dr hati yg baik lho.

  24. joze Says:

    Smw filsuf cnderung sprti ini pemikiranx spti ia itu tdk membutuhkan seorang figur utk mndapatkan pencerahan spiritual cz ia merasa sdh pintar! Pdhl sbnrx ia pintar jg dkrnakan ada yg membimbingx,(sngt jelas pembimbing/nabi itu sngt dperlukan bgi manusia biasa yg tdk snggup mnerima petunjuk lngsung dr Tuhan)! Tdk spti nabi yg langsung cerdas cz ada pengetahuan yg lngsung dturunkan oleh Tuhan n itu yg dnmakan wahyu,alquran adlh kalam atw wahyu yg dtuliskan(n jls bhwa alquran,injil,zabur taurot itu adlh mukjizat)bhkan para nabi slain Muhammad saw pun hrs mndptkn pembimbing dr mnusia lain dlu sblm mndptkn bimbingan dr Tuhan.n jelaslah bhwa arrazi ini scara sombong bhwa ia tdk memerlukan nabi utk bs lngsng menghadap Tuhan pdhl ia sndri utk mnggapai ilmu hrs mncari pembimbing manusia bijak lainx.ini kesalahan filsuf yg sdh dracuni oleh pemikiran akal n trlalu mengagungkan akal drpd Tuhan.


  25. We stumbled over here different page and thought
    I may as well check things out. I like what I see so now i’m following you. Look forward to checking out your web page for a second time.

  26. Barbra Says:

    One important issue is that while you are searching for a education
    loan you may find that you will want a cosigner. There are many scenarios where this is correct because you should find that you do
    not use a past credit rating so the bank will require that you’ve someone cosign the loan for you. Interesting post.


  27. I’ve attempted towards the past 35 a long time to shed and Maintain OFF my stomach extra fat. I’ve tried all of the items
    from food plan regime capsules, personalized trainers, each meals system
    ever proposed, I presently invest on two gymnasium memberships, at a time, and also have not had the time for you personally to benefit from the
    benefits of both among them in above a 12 months. I’ve to state that only stage that assisted me weight loss ads Advertisements hoping the ambiance, ease in addition to the availability on the amenities currently becoming opened from five:00a.m correct up until eventually ten:00pm would motivate me to stay on program, attend quite a bit with the cardio courses, aquatics courses, stage courses etc…


  28. Hi, I do believe this is a great blog. I stumbledupon it ;
    ) I am going to return once again since I bookmarked it.
    Money and freedom is the best way to change, may you be rich and continue to help
    others.


  29. Children in Terre Haute elementary and middle schools suffered from cases of
    herbal remedies high blood pressure have been reported.
    But outbreaks of the lesions could set in. Monolaurin kills cytomegalovirus
    and flu viruses as well as other peer-reviewed journals.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: