Seminggu Bersama Nietzsche [2]

Desember 17, 2007

Unyil ucing.. Unyil ucing..

    Kita lanjutin yuk..

Nietzsche tiba di Leipzig pada bulan Oktober 1865, dan pada bulan itu pula ia merayakan ulang tahunnya yg ke-21. Pada waktu itulah terjadi dua peristiwa penting yg mempengaruhi hidupnya:

1. Nietzsche Mengunjungi Tempat Pelacuran
Ketika ia sedang berjalan-jalan menuju Cologne, Nietzsche mengunjungi sebuah tempat pelacuran. Menurut pengakuan Nietzsche sendiri, peristiwa itu terjadi secara tak sengaja. Ketika sampai di kota itu, Nietzsche meminta tolong pada seseorang untuk menunjukkannya arah ke restoran, tapi orang itu malah mengajaknya ke tempat pelacuran.
Beginilah yg diceritakan Nietzsche pada teman-temannya tentang peristiwa tersebut:

Seketika itu juga aku telah dikelilingi oleh setengah lusin hantu yg berpakaian tembus pandang dan gemerlapan. Mereka menatapku dgn penuh harap. Sejenak aku terdiam dan kehabisan kata-kata. Kemudian, secara naluriah aku menjangkau satu-satunya benda menarik yg ada di tempat itu: piano. Aku memainkan beberapa lagu untuk membebaskanku dari keadaan tak berdaya itu. Lalu aku pun pergi dari tempat itu.

Tak bisa dielakkan lagi bahwa kita hanya bisa mengetahui kebenaran cerita ini dari Nietzsche sendiri. Kita tak tahu apakah kunjungan Nietzsche itu benar-benar tak disengaja dan apakah akhirnya ia hanya memainkan jari-jarinya di atas tuts-tuts piano di tempat itu. Tak mungkin mendapatkan jawaban yg pasti. Yg jelas, hampir bisa dipastikan bahwa saat itu Nietzsche benar-benar masih perjaka. Dia adalah seorang perjaka yg sangat bersemangat dan tak berpengalaman, serta begitu canggung dengan “dunia” disekitarnya. (Namun, kenyataan ini tak membuatnya berhenti membuat pernyataan akan semua hal tentang “dunia”. Lepas dari kenyataan bahwa ia adalah seorang perjaka, Nietzsche mengatakan dengan tegas kepada seorang kawannya bahwa ia membutuhkan tiga perempuan untuk bisa memuaskan kebutuhan seksualnya.)

Dalam versi yang lain, sepertinya Nietzsche memutuskan untuk berbuat lebih dari sekedar memainkan piano. Ia kembali mengunjungi tempat pelacuran itu, dan hampir bisa dipastikan bahwa ia melakukan sejumlah kunjungan lain ke tempat semacam itu ketika kembali ke Leipzig. Tak lama berselang, Nietzsche sadar bahwa dirinya telah terkena infeksi penyakit kelamin. Dokter yang merawatnya hampir bisa dipastikan tidak mengatakan hal yang sesungguhnya kepada Nietzsche (pada saat itu para dokter tak akan menyebutkan penyakit semacam siphilis kepada penderita, karena penyakit ini belum bisa disembuhkan).

Meskipun tidak mengetahui persis keadaan penyakitnya, peristiwa ini memberikan dampak besar pada diri Nietzsche. Tampaknya sang pemuda filsuf ini benar-benar tak mau lagi terlibat dalam kegiatan seksual dgn para wanita. Walaupun begitu, sepanjang hidupnya Nietzsche terus-menerus memberikan pernyataan yang justru mempermalukan dirinya sendiri tentang perempuan. Ia bahkan menuliskannya dalam filsafatnya. “Ingin cari perempuan? Jangan lupa membawa cambuk.” (Meskipun mungkin apa yang dimaksudkannya adalah agar para lelaki membawa senjata untuk melindungi diri sendiri, bila mengingat jenis lokalisasi yang dikunjunginya di Leipzig.)

2. Membaca Karya Schopenhauer
Peristiwa kedua yang mengubah hidupnya terjadi ketika ia mengunjungi toko buku loak dan menemukan buku karya Schopenhauer, The World as Will and Representation. Ujar Nietzsche;

Aku memegang sebuah buku yang tidak biasa dan mulai membalik-balik halaman-halamannya. Aku tak tahu setan apakah yang terus berbisik di telingaku untuk membawa pulang buku itu.
Akhirnya, aku melanggar prinsipku sendiri untuk dengan begitu saja membeli sebuah buku. Aku membeli buku itu dan membawanya pulang. Setelah sampai di rumah, aku langsung melemparkan diri ke sofa bersama harta karun yang baru kuperoleh itu. Aku pun mulai membiarkan karya jenius yang dinamis itu merambah dan menggerayangi otakku… Aku merasa berdiri di depan cermin yang memantulkan gambar dunia serta hidup dan kodratku yang dipenuhi kemuliaan yang mengerikan… Aku menyaksikan kesakitan dan kebaikan, penjara dan tempat perlindungan, neraka dan surga.

Akibat seluruh sentimen profetik yang mencengangkan itu, Nietzsche pun muncul sebagai seorang Schopenhauerian. Pada saat itu, ketika Nietzsche tak memiliki apapun yang bisa ia percaya, ia membutuhkan pesimisme dan keterasingan yang terdapat dalam ajaran Schopenhauer.

Menurut Schopenhauer, dunia hanyalah sebuah representasi yang ditopang oleh segala kehendak jahat yang merembes kemana-mana. Kehendak itu buta, dan sama sekali tak peduli akan segala hal yang menyangkut kemanusiaan. Kehendak ini menghukum manusia dengan seluruh penderitaan dalam hidup. Maka ketika mereka berjuang melawan berbagai bentuk manifestasi kehendak jahat tersebut di dunia, satu-satunya cara yang masuk akal untuk mengurangi kekuasaa kehendak yang ada didalam diri kita ialah dengan penyangkalan diri dan bertapa.

Pesimisme Schopenhauer sebenarnya tak sepenuhnya sesuai dengan karakter Nietzsche, akan tetapi ia dengan segera melihat kejujuran dan kekuatan yang ada di dalam pandangan Schopenhauer. Sejak saat itu gagasan-gagasan positifnya harus pertama-tama mendapatkan kekuatannya dari pesimisme itu. Bagi Nietzsche, masa depan terletak dalam gagasan Schopenhauer. Dan gagasan itu tertuang secara eksplisit dalam karya Nietzhe yg berjudul Will to Power..

Bersambung.

34 Tanggapan to “Seminggu Bersama Nietzsche [2]”

  1. joyo Says:

    mana potonya??😀
    pertamax

  2. joyo Says:

    tanggung, kapan lagi bisa hetrixx😀
    *baca lagi*

  3. qzink666 Says:

    Gambar bernyawa itu haram, akhi…
    *setrika punggung Joyo*

  4. Praditya Says:

    Masih dimengerti…

    Lanjut!

  5. qzink666 Says:

    Yey.. Jeung Adit gak pertamaxx tuh, keduluan jeung Joyo, he he he..

  6. joyo Says:

    adauw…
    Nietzsche sadar bahwa dirinya telah terkena infeksi penyakit kelamin
    nah lo makanya bro, hati2😀

    ehmmm perjalanan Nietzsche yg tidak sengaja menemukan karya Schoupenhauer mirip perjalanan saya menemukan karya Nietzche melalui Goenawan Mohammad, kaget jg waktu itu (8 thn lalu) menyadari klo saya gak sendiri🙂

    Lamjut…

  7. Hoek Soegirang Says:

    ya ya ya…
    samfai disini suda bisa dimengerti…
    bagoss!!! felan-felan aja ya!

  8. bedh Says:

    gile dah ada yang ke 2 nya aja
    saya baca dulu yah

  9. bedh Says:

    tapi gimana kalo?

  10. qzink666 Says:

    @joyo 2 beta 4
    kirain sama kayak kamu waktu kena raja singa, bro..😛

    @Hoek Soegirang
    terimakasih, bro..
    Bersiaplah, karena sebentar lagi part. 3 segera nongol..😀

    @bedh

    gile dah ada yang ke 2 nya

    kenapa? Udah mulai mual-mual ya, jeung? Hati-hati, sebentar lagi jeung Bedh mabok Nietzsche tuh..:mrgreen:
    *masukin yg hetrik ke penggilingan padi*

  11. joyo Says:

    bro…
    jadi apa itu Will to Power???

  12. bedh Says:

    wah ternyata pengalaman dengan wanita dan penyakit yang tak terobati yang menyebabkan doi menjadi Schopenhauerian yah? huhuhuh
    menarik…menarik….
    seperti yang galau banget beli buku, aneh juga ni orang, tapi mang die terkenal nggak dipengaruhi oleh banyak orang yah?
    huhuhu sok tau banget yah? padahal baca postingan yang pertama aja pun
    wakakakaka

    eh boleh nanya nggak sih?
    kapan sebenarnya Niet2sche ini mulai kecewa dengan agama?

    dijawab boleh nggak di jawab juga boleh
    yang penting
    lanjutttttttttttttttt

  13. qzink666 Says:

    @joyo lagi, lagi2 joyo
    begini nak, menurut mbah Nietzsche; bahwa kekuatan yg menjadi pendorong didalam peradaban manusia adalah semata-mata bagaimana mencari kekuasaan (kehendak untuk berkuasa). Semua impuls tindakan kita berasal dari impuls ini..
    *berasa jadi dosen*

    @bedh lagi
    tumben sekarang lo lebih bijaksana dalam bertanya, bro?

    kapan sebenarnya Niet2sche ini mulai kecewa dengan agama?

    ketahuan bacanya loncat-loncat tuh..😛

  14. bedh Says:

    huhuhu ketahuan yah….
    jadi malu….

    *cubit zink pake gunting kuku*

  15. qzink666 Says:

    Eh, pake gunting kuku?
    Apa gak sebaiknya lo bunuh gw aja?
    *balas jepit bedh pake tang*


  16. Aku menyaksikan kesakitan dan kebaikan, penjara dan tempat perlindungan, neraka dan surga.

    Ya … ya … ya …
    Tuhan memang menciptakan makhluk dalam berpasang2an …
    Prinsip keseimbangan kah? Mumgkin …

  17. qzink666 Says:

    Ya.. Seimbang memang
    lebih indah, bro..😛

    —–
    eh, bagi yang pengen jadi komentator ke seribu di blog saya silahkan komen sekarang juga, karena saya sudah cukup puas menjadi yang ke 999..
    OOT ya, bro? Biarlah, blog sendiri ini..😛


  18. Ini komen ke-1000 kah?
    Ah suatu kehormtana bagi saya mendapat kesempatan menjadi komentator yang ke-1000

  19. bedh Says:

    berarti ini comment yang ke 1001 dong yah..
    kaya 1001 malam gitu
    hmmmmm…….kewl.

  20. goop Says:

    *manggut-manggut*
    Uhm jadi begitu, memang orang hebat itu aneh ya…???
    Di rumah pelacurah ko malah milih piano:mrgreen:
    Eh btw, Paman Qz…
    ini rencananya mo diterbitin seminggu penuh ya?? deuh!!! pdahal mulai kamis saya libur😦 bisa dapat softcopy-nya tidak yak??😀
    ayolahh…. plisss
    Ya… ya… ya… ???

  21. caplang™ Says:

    ini 1003 dong?
    sribu tiga… sribu tiga…

  22. caplang™ Says:

    keknya salah itung deh…

  23. tukangkopi Says:

    ada beberapa hal yang dilakukan mr. N itu yang saya nggak habis pikir..😐

  24. qzink666 Says:

    @deKing yang biasa2 saja
    ya.. selamat.. selamat..
    Bro’ deKing berhak membawa pulang payung cantik itu..😛

    @bedh
    untuk yang komen ke 1001 hadiahnya ciuman terdashyat dari saya.. Mau?

    @goop

    ini rencananya mo diterbitin seminggu penuh ya??

    iya paman..
    dan meskipun saya gak bisa kirim softcopy-nya, postingan ini kan gak bakal saya hapus, paman..😛

    @caplang
    sepertinya memang salah itung tuh, bro..
    Urutan 1003 udah diembat yg komen di entry laen, he he he

    @tukangkopi
    begitulah Nietzsche, bro..😀

  25. Sayap KU Says:

    Tertegun ….

    -Ade-

  26. danalingga Says:

    Dikunyah, ditelen, dimuntahken.

  27. Sarah Says:

    ya ya.. mencoba mengerti walaupun panjang sekaliii.

  28. qzink666 Says:

    @sayap KU
    karena kagum?

    @rozenesia
    nantiken artikel Nietzsche berikutnya..
    *siyul-siyul*

    @danalingga
    terimakasih atas pujiannya..😎

    @sarah
    hati-hati keselek, sayang..😛

  29. sigid Says:

    Nietzsche mengatakan dengan tegas kepada seorang kawannya bahwa ia membutuhkan tiga perempuan untuk bisa memuaskan kebutuhan seksualnya.

    Busyet deh, ndak kalah sama Rocco Siffredi dia😯

  30. ordinary Says:

    3 perempuan ??!!!
    *muter tasbih kenceng2*😆

  31. qzink666 Says:

    @sigid
    Rocco Siffredi yg ukuran penisnya 23 cm itu?
    Dia sih belum seberapa, om.. Si Ron Jeremy aja lewat..😛
    Kok jadi ngomongin bintang bokep yak?

    @ordinary
    kenapa, mbak? Keingetan Rocco Siffredi juga?
    *dibanjur*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: