Hua Tuo

Desember 4, 2007

Pernah dengar nama Hua Tuo disebut-sebut orang? Atau malah anda khatam dengan tokoh yang satu ini? Saya sendiri berkenalan dengan Hua Tuo dua tahun yang lalu lewat artikel pendek pada sebuah koran lokal di Palembang. Setelah itu saya langsung jatuh hati pada tokoh ini, dan secara resmi memposisiken beliau sebagai orang ketiga yang saya kagumi setelah Nietzsche dan Romo Mangun.

Seperti apa dan bagaimana sih Hua Tuo itu? Mari kita cari tahu sama-sama…

Hua Tuo adalah salah satu tabib termashyur di daratan China pada masa Tiga Kerajaan (Wei di Utara, Suhan di Barat dan Wu di Selatan) berkuasa, sekitar tahun 200 Masehi. Ia pandai sekali mendiagnosis dan memberikan pengobatan. Terampil dalam mempergunakan obat-obatan, jarum, dan peralatan memotong (orang sekarang menyebutnya dengan peralatan bedah), ia dapat memberikan kesembuhan langsung pada banyak pasiennya. Saking terkenalnya sang tabib, banyak di antara rakyat China yang percaya bahwa Hua Tuo adalah perpanjangan tangan Tuhan karena ia memiliki banyak obat mujarab untuk bermacam bentuk tumor.

Pada masa Hua Tuo hidup, di China Utara (negara Wei) di perintah oleh penguasa yang tak terbantahkan bernama Cao Cao. Ia sering digambarkan sebagai ahli strategi militer yang cemerlang, licin dan kejam, tapi juga tiran yang cacat. Cao Cao menderita sakit kepala yang parah yang makin lama makin tak tertahankan. Segala bentuk obat sudah ia coba, beribu tabib terkenal pernah didatangkan, tapi alih-alih sembuh, penyakit sang raja malah semakin hari semakin parah.

Suatu hari, Hua Xi, orang kepercayaan Cao Cao, berkata pada tuannya, “Tuanku, pernah dengar tentang Hua Tuo?”
sang tuan hanya menggeleng, “ceritakan padaku siapakah dia? Apakah keahliannya? apakah dia punya blog? Apakah dia seorang putra kerajaan?” Rentet Cuo Cuo dengan antusias..

“Bukan paduka.. Dia hanya seorang tabib. Tapi konon ia sangat pintar; cuma sedikit yang begitu terampil seperti dia di negeri ini, paduka. Dari yang hamba dengar, suatu kali ada seorang yang menderita penyakit dalam yang berobat padanya. Obat-obatan tidak bisa lagi menyembuhkannya. Hua Tuo memberikan candu dengan takaran tertentu dan berhasil menenangkan si pasien sehingga dapat beristirahat penuh. Ia lalu membuka perutnya dan membersihkan organ-organ yang terkena penyakit dengan obat-obatan. Pasien itu sama sekali tidak merasa sakit. Saat pembersihan itu selesai, ia menjahit lukanya dengan benang, merapikan dan membalutnya. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan pasien itu sehat.”

Cao Cao terkesan dan memerintahkan orang kepercayaannya untuk membawa Hua Tuo ke hadapannya.
Begitu datang, Hua Tuo merasakan denyut nadi Cao Cao yang melemah dan segera melakukan pemeriksaan teliti.

“Pangeran, sakit kepala paduka parah karena ada bisul mematikan dalam tempurung otak paduka. Bisulnya terlalu tebal untuk dikeluarkan. Makan obat-obatan tidak ada gunanya. Tetapi, saya anjurkan untuk memakai candu dengan dosis tertentu, lalu tempurung otak dibuka dan bisul yang tebal itu diangkat. Itu pengobatan radikal,” kata Hua Tuo menjelaskan.

Cao Cao menjadi sangat gusar. “Maksudmu, engkau mau membunuhku?” teriaknya dengan marah. Sebelum Hua Tuo bisa memberikan penjelasan rasional apa pun, Cao Cao telah memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan Hua Tuo dan menyiksanya untuk mengetahui siapa yang menjadi sekongkolnya.

Salah seorang pejabat senior Cao Cao, Jia Xu, membujuknya dengan berkata, “Tuanku, orang itu memiliki keterampilan yang langka. Membunuh dia sama saja menyia-nyiakan bakatnya.”
Meski demikian, campur tangan ini sia-sia. Hua Tuo dihukum mati..

Hua Tuo kreatif. Dalam praktik pengobatannya ia melesat kemuka meninggalkan masanya. Sekarang ini, ‘untuk membuka tempurung otak dan mengangkat bisul tebal’ kita menggunakan istilah ‘pembedahan otak untuk tumor ganas’. Ia tahu apa yang dikatakannya. Ia bisa saja menahan informasi itu dari Cao Cao mengingat reputasi Cao Cao sebagai tiran. Hua Tuo memilih mengatasi ketakutannya dan menyampaikan pesan itu pada Cao Cao, meski nyawa yang harus jadi taruhannya..

Ps. Pada akhirnya, kreatifitas juga berhubungan dgn produk yg tepat, pada waktu yg tepat, diantara orang-orang yg tepat. Hua Tuo lahir pada waktu yang salah. Atau, boleh dibilang, Hua Tuo berada di tempat yg salah. Atau, berada di antara orang-orang sang salah..

33 Tanggapan to “Hua Tuo”

  1. goop Says:

    OOT sebentar,
    nama kaisarnya bagus,
    mirip minuman, cam cao!!:mrgreen:
    __________________________________
    Kadang memang, keahlian yang salah dan pada orang yang kurang tepat dan tidak mengerti menjadi masalah.
    Seperti senjata makan tuan, maaf bila salah.

  2. Praditya Says:

    Sayang beribu sayang…

    Tapi sepertinya Hua Tuo memang berada d tempat yang salah…

    Andai Cao-cao gak tburu-buru…

  3. Hanna Says:

    Salut pada kejujuran Hua Tuo. Sepertinya memang itu takdir hidup Hua Tuo. Salut sama Qzink. Saya jadi malu hati karena Hua Tuo baru saya ketahui dengan postingan ini.


  4. Begini-lah resiko jadi orang yang terlahir melebihi zaman-nya๐Ÿ™„

  5. qzink666 Says:

    @goop
    Iya paman, saya juga geli ngebaca nama Cao Cao..
    Seorang tiran kok namanya gak serem kayak Jengis Khan, Soeharto, Saddam Husain, dll yak?

    keahlian yang salah pada orang yang kurang tepat dan tidak mengerti menjadi masalah

    keahliannya sih mungkin bener, paman, cuma dia berada di tempat yang salah..๐Ÿ˜€

    @Mina

    keduax dulu !

    bales dendam ya, mbak?

    @Praditya
    sepertinya memang begitu..

    @Hanna
    ah, mbak Hanna berlebihan..
    *pipi bersemu merah karena di puji*

    @extremusmilitis
    iya ya.. Galileo, Copernicus, Hua Tuo dll, mengalami akhir hidup yg tragis karena lahir melebihi zaman-nya..


  6. apa Cao Cao itu musuhnya Chinmi?

  7. syafriadi Says:

    ๐Ÿ˜€ saya baru dgr ttg dia

  8. rozenesia Says:

    Saya kenalnya (secara sepihak) dari game Romance of Three Kingdoms IV yang masih di PSOne.๐Ÿ˜›


  9. Asal Palembang kan. Gabung yuk di bloggerwong kito wongkito.net

  10. ordinary Says:

    huohuohuo
    tuo
    *asli OOT*
    masih kesel ketepu yang kemaren

  11. Bachtiar Says:

    wah hebat sekail om Hua Tuo . . . .
    hebat perjuanganya .

    Om Hua memang udah Tuo ya….wrkekek

  12. Bachtiar Says:

    wah hebat sekail om Hua Tuo . . . .
    hebat perjuanganya .

    Om Hua memang udah Tuo ya….wekekek

  13. qzink666 Says:

    @caplang
    Chinmi sapa pulak itu, bang?

    @syafriadi
    kalo gitu, kenalan dulu gih..๐Ÿ˜›

    @rozenesia
    wah, saya malah baru tahu tuh, bro, kalo Hua Tuo ada di PS1.. 8)

    @AdityaWirawan
    udah registrasi sih. Cuma kaya ribet gitu, bang.. Mesti pecah telok yg kesannya kaya diplonco.. Tapi, nanti-nanti deh saya coba pecah telok di milisnya..

    @ordinary
    saya? Aging?
    *tertawa puwas*

    @Bachtiar
    yg tuo si Hua kan?? Bukan saya kan??
    *dgn mata melotot*

  14. bayu Says:

    waduh sayang sekali yak,..
    menyia nyiakan orang hebat,..
    kalo menurut gue seh hua tuo udah memilih pilihannya,..

    lam kenal yak,..

  15. danalingga Says:

    right man must in the right time and right place, to become right man.๐Ÿ˜€

  16. regsa Says:

    ya,ya,,ya
    makasih telah memperkenalkan beliau kepada saya

  17. brainstorm Says:

    gue sempet denger bro.. dulu guru sma gue pernah cerita, tapi gue lupa lagi ๐Ÿ˜›
    untung lo ingetin..
    ya begitulah nasib para filusuf yang namanya baru diangungkan setelah kematiannya
    mau jadi orang hebat?? siap2 mati ditiang gantungan..

  18. qzink666 Says:

    @bayu
    yah, pilihan yg semoga tak pernah disesalinya..

    @danalingga
    betul, bang..
    Sayangnya pepatah itu sepertinya belum sempat mampir di kepala Hua Tuo

    @regsa
    ya.. ya.. ya..
    abis kenalan jangan lupa ketemuan, bro..๐Ÿ˜›

    @brainstorm
    saya malah pengen mati di umur 27 bro..
    Apa itu pertanda saya orang hebat juga??


  19. Chinmi itu cerita seorang yg belajar kungfu
    salah satu musuhnya Jenderal Cao Cao
    kalo ga salah inget…

  20. Pyrrho Says:

    eh, cerita ini benar diambil dari Sanguo Yangyi ? atau dikarang sendiri ?๐Ÿ˜‰

    masalahnya saya baru tau kalau ada cerita ini. di biografi Cao Cao sendiri, cerita ini tidak ada.

    Hua Tuo memang tabib terkenal di jaman 3 negara (Sam Kok) itu. Tapi sayang, dia mati mengenaskan.

    Hua Tuo memang bisa saja berada pada tempat, waktu, dan diantara orang-orang yang salah. Tetapi persepsi demikian adalah persepsi yang menyatakan kalau Cao Cao adalah tiran, sementara Liu Bei (Shu) dan Sun Jian (dan anakanya Sun Ce dan Sun Quan) itu adalah pahlawan.

    Tetapi dari beberapa versi sejarah Sam Kok yang saya temui, masalahnya tidak sesederhana itu. Cao Cao bisa saja tiran, tetapi dia memegang mandat Kaisar [boneka] dan dia tidak pernah memproklamirkan dirinya jadi Emperor [yang dilakukan anaknya Cao Pi]. Karena dia berkuasa di utara yang salah satunya adalah ibukota kekaisaran, maka dia menganggap Shu dan Wu adalah pemberontak.

    Beda persepsi memang sering membuat konflik.

    Eh, kok jadi ngelantur. Iya deh, Hua Tuo memang hebat. Bahkan namanya melegenda sampai disamakan dengan Zuo Ci.๐Ÿ™‚

  21. sarah Says:

    HUa tuo itu hebat yaa, trus kalo Zuo ci siapa lagi itu??

  22. qzink666 Says:

    @caplang
    maaf baru inget, bang.. Chinmi murid dari kuil Kairin di serial komik Kungfu Boy?
    Bukan, bang.. Kalo di komik itu (maaf kalo saya salah) Cao Cao adalah salah satu dari 3 pendekar bersaudara yg menguasai jurus ombak..

    @Pyrrho
    cerita di atas bukan hasil karangan saya kok, bang..
    Versi ini saya dapat dari koran Sripo (maaf edisinya saya lupa) dan ditambah dari buku karangan Peter Leong yg berjudul Sejarah China Daratan..
    Saya pun menemukan cerita yg sama meski hanya sekilas dalam buku yg membahas Confucius..
    Jadi soal benar gak nya versi diatas, saya sendiri gak tahu.

    @sarah
    mengenai Zuo Ci, akan saya coba bahas di postingan berikutnya..๐Ÿ˜€

  23. suandana Says:

    …..
    bingung… agak lupa cerita Sam Kok…

  24. bedh Says:

    yang patut disalahkan tu yah sipir penjaga penjara yang membakar primbonnya hua tuo itu coba kalo nggak hua tuo masih hidup sampe sekarang. huhuhuhuhuhu

  25. eMina Says:

    *baca beneran*
    gitu ya kisahnya hau tuo ini…
    saya jadi ingat dengan kisah Jang Geum dari Korea. seroang tabib juga, dan sma -sama telah memberikan inspirasi dalam masalah pengobatan dgn cara dioperasi.

    namun jang geum lebih beruntung, karena engga dihukum mati.

    bedanya, jang geum itu perempuan *bangga*

    kadang, melakukan perubahan secara radikal itu memang sulit.

  26. qzink666 Says:

    @suandana
    di inget-inget lagi dong, pak..๐Ÿ˜€

    @bedh
    iya.. Buku segitu hebatnya kok di bakar..
    Jadi inget yg kemaren-kemaren bakar buku..

    @eMina
    dunia memang penuh dgn orang-orang hebat..

  27. sigid Says:

    Ho ho, sebuah keberanian untuk mengatakan kebenaran.
    Dan bukan hanya itu, berusaha membagikan berkat yang dia miliki untuk kebaikan orang lain meski nyawa taruhannya.
    Jadi seperti lilin๐Ÿ˜€

  28. bedh Says:

    iya zink saya mengutuk pembakaran2 buku itu….
    apa mereka nggak pernah mikir kalau asapnya bikin mata perih……
    huh…….. kurang ajar sekali.

    saya curiga eMina betah banget nonton sinetron huh… malu2in.
    .
    .
    .
    .
    tapi yang maenin jang geum di situ cantik banget yah huhuhuhuh saya jatuh cinta pada pandangan pertama hihihihi

  29. Cynanthia Says:

    keren. Patut dipelajari, nih.

  30. eMina Says:

    —bedh—

    “saya curiga eMina betah banget nonton sinetron huhโ€ฆ malu2in.”

    ha? emangnya Jang Geum itu sejenis sinetron?๐Ÿ˜•

    saya sebetulnya engga suka nonton sineteron, lebihi baik nonton anime aja. yang sya tonton adalah drama2 asia yang keren dan banyak pelajarannya. misalnya ya itu, Jewel in the palace, 1 Little of tears, dll. itu kan bagus banget. beda lah ama sinetron !!!

    sembarang nuduh !๐Ÿ˜ˆ
    tuh kan bedh juga suka nonton๐Ÿ˜•
    dasar !๐Ÿ‘ฟ

  31. qzink666 Says:

    @sigid
    yup.. Menerangi orang tapi dirinya sendiri terbakar..๐Ÿ˜ฅ

    @bedh
    iya, polusi tuh.. Daripada di bakar kan, mending di kasiin ke tukang gorengan ya..๐Ÿ˜›

    saya curiga eMina betah banget nonton sinetron huh… malu2in.

    saya gak ikut2an lho, bro..๐Ÿ˜€

    @Cynanthia
    *ngajak belajar bersama*

    @eMina
    si Bedh emang kurang ajar, mbak..๐Ÿ˜€
    semprot aja, mbak.. He He He.


  32. hmm.. tragis sekali nasib Hua Tuo..
    btw, tengkorak kepala kan sebenarnya kalo gak salah kan kek puzle.. punya segmen2 yang bisa dibongkar pasang..
    hmm.. pasti ada sebuah alasan kenapa Hua Tuo dilahirkan pada waktu itu..
    kalo Hua Tuo gak hidup di zaman itu dan dihukum mati, bisa jadi lo gak tau siapa itu Hua tuo๐Ÿ˜†


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: