Benarkah Kita Orang Indonesia Asli?

November 17, 2007

Entah kenapa, setelah membaca buku Romo Mangun, tiba2 ada sesuatu yg menggelitik benak saya.
Akhirnya dengan segenap keberanian yg ada saya pun kembali berseteru dgn Nietzschemelacur.

Saya baru saja selesai membaca esai Romo Mangun tentang manusia Indisch (baca: keturunan) di Belanda. Sebuah kisah yg menyentuh berbagai masalah eksistensial yg khas dari kaum Indo atau Indisch yg serba dualistis, manusia-manusia transisi permanen yg menjadi kaum terjepit, bukan belanda bukan Indonesia.

lalu pertanyaannya kemudian, apakah kita yg di sini, di Indonesia ini, benar-benar asli Indonesia, atau jangan-jangan indo atau indisch juga? Lepas dari fakta bahwa nama bangsa dan negara kita terdiri dari dua bagian kata, Indo dan nesia, apakah kita dapat menjamin dan dapat membuktikan tidak tercampuri 1 cc darah Arab, misalnya, atau 10 mg darah India, China, Portugis, Belanda, Jepang, dan lain-lain? Apalagi di kalangan kaum ningrat dan priyayi tinggi, yg istana-istananya berkali-kali di perkaya dgn selir-selir “upeti” atau tanda persahabatan dari Jambi, Brunai, China, Jawa, Batak, Belanda, Jerman?

Di ibukota Mataram zaman Sultan Agung dan Amangkurat, tidak sedikit orang kulit putih berasimilasi, mendahului Haji Ponce Princen dalam penyebrangan , ia bekerja sebagai ahli dalam pabrik senjata atau penasihat Sultan dlm beberapa perkara. Mereka menikah dgn perempuan-perempuan pribumi, dan pasti sangat aneh untuk zaman itu apabila para penyebrang bule-bule itu tdk berprinsip poligami.

Bala tentara Kubilai Khan, 20.000 serdadu dalam 1.000 kapal, yg datang ke Jawa dulu itu untuk menghukum raja Jayakatwang, atau laskar-laskar tionghoa dari Batavia yg dlm long-march perang Pacino berbaris ke Surakarta, memecat seorang susuhunan, dan terus berekspedisi ke Jawa Timur, mosok mereka hanya memandang saleh-alim saja kepada ribuan gadis desa maupun istana yg mereka jumpai selama perjalanan panjang yg tentulah sangat dramatis riwayatnya. Dan orang-orang India, Gujarat atau Jepang, Portugis atau Belanda yg dulu beremigrasi (utk tdk menyebut kata penjajah) ke Nusantara
sebagai pedagang atau tentara sewaan atau kuli kelasi atau petualang bandit?

Ah, ya, mestinya nalarlah bila banyak sekali dari kita, orang yg di sebut asli, toh tdk sangat asli, sebenarnya. Konon penduduk nusantara datang dari benua India selatan (Dravida?) atau Cempaka-Kamboja, atau Madagaskar walaupun para ahli sekarang lebih condong menduga penduduk Madagaskarlah yg berasal dari Nusantara. Mungkin seperti yg di peragakan oleh kapal-kapal pinisi dan homo sapiens yg ditemukan di dlm lumpur Sangiran Solo yg sudah jutaan tahun tuanya itu yg betul-betul asli jawa asli nusantara? Atau sudah Indo atau Indisch juga? Yg jelas dia belum orang Indonesia.

Siapakah kau manusia Indonesia? Apakah wajah bung Karno itukah yg boleh di sebut prototipe khas wajah Indonesia? Atau Agus Salim? Iwan fals? Atau Dewi Yull? Atau H.M Damsyik “Datuk Meringgih”?

Le dรฉsire d’ensemble

Namun, alasan berbangsa Indonesia sejak dulu memang tdk di dasarkan pada wajah dan warna kulit. Keputusan untuk mengidentifikasi diri sebagai bangsa Indonesia di dasarkan pada apa yg oleh bung Karno di rumuskan sebagai atas hasrat untuk menyatukan diri, le dรฉsire d’ensamble.
Hasrat kaum Indisch dan sekian ribu orang Maluku, Indo, Suriname di sana adalah le dรฉsire d’ensamble dgn bangsa dan kebudayaan Belanda. Ponce Haji Prince dan F.M Suseno berhasrat menyatu dgn orang Indonesia yg kaya akan budaya ini. Khususnya kita generasi muda. Ya, generasi muda yg mungkin darah dan kulitnya asli duku atau manggis, tetapi bercelana jeans, suka jazz dan rock, yg bermimpi sekali lulus testing dan mendapat beasiswa belajar di L.A, London, atau Canberra, yg setiap kejapan mata berkata, “Well, right? Impossible, okay!” Dan yg namanya Willy, Pungky, Mikky, Robert, Yance, Christine, dan seterusnya. Yg lebih tahu riwayat hidup Marilyn Monroe atau Kurt Cobain daripada R.A Kartini apalagi Putri Sanggramawijaya. Dan yg mentalnya siap tanpa bingung akan merebahkan diri dalam pelukan seorang Brad Pitt atau Angelina Jolie untuk di nikahi di Dublin atau Bologna. Sebuah generasi yg selain makan nasi tahu tempe, sudah belajar juga makan roti keju dan minum Coca-Cola sambil memperlihatkan sehelai paha lewat lubang blue jeans yg sengaja disobek..

Pesan Moral: “berhentilah mengkotak-kotakkan manusia. Kita semua sedang berevolusi, dan prosesnya bisa di perlancar dengan berhenti mengkotak-kotakkannya.. Selebihnya, mari bangun Indonesia sama-sama.”

-tulisan ini sedikit banyak di kutip dari esai Romo Mangun yg berjudul Indo-Indo dan Indonesia-

79 Tanggapan to “Benarkah Kita Orang Indonesia Asli?”

  1. morishige Says:

    vertamax dulu ah..
    tenang, gak bakalan hetrik..๐Ÿ˜†

  2. qzink666 Says:

    Woiii, bentar.. Masih dalam tahap pengeditan neh..๐Ÿ˜›
    *lapor bang Edy*

  3. morishige Says:

    hmm… kita tau lah ya, yang namanya Indonesia ini sebenarnya terbentuk karena solidaritas bangsa2 yang senasib. senasib dijajah belanda 350 tahun. berarti, yang bisa disebut orang Indonesia asli itu adalah orang2 yang dari pertama kali indonesia diproklamirkan, sudah berada di Indonesia.๐Ÿ˜†
    dan yang gw tau juga, suku2 bangsa di Indonesia ini berasal dari tempat yang berbeda-beda..
    ras aslinya aja kan ada yang Mongoloid (bangsa2 bag barat indo) dan Austromelanesoid (bangsa2 bag timur indo)..
    ~~~~~~~~~~~~~~~~ ๐Ÿ˜† ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  4. morishige Says:

    *ngakak
    sori deh, sori..
    lain kali kalo sedang ngedit, kasih tanda dong..:mrgreen:

  5. zal Says:

    ::apakah kita manusia asli…:mrgreen:

  6. qzink666 Says:

    Tadi gue lupa ngurusin tag-nya.. Sekarang udah beres.. Mau hetrixx, quadtrixx, atau berjamaah juga boleh..๐Ÿ˜›
    Silahkeun, jeung Fuji..

  7. morishige Says:

    *nimpuk Qzink
    *nunjuk2 komen no. 3
    bagaimana menurut anda?

  8. antobilang Says:

    kok sehelai paha? mendingan sepotong paha๐Ÿ˜†

  9. qzink666 Says:

    @morishige
    kalau secara kebangsaan mungkin, iya..
    Tapi, yg saya maksud di sini, siapa dan seperti apa sih prototipe wajah yg bisa di sebut asli Indonesia?
    Sebenarnya ini pengalaman pribadi juga sih. Waktu kecil saya kerap di ledekin kawan2 dgn sebutan; cina loleng, manusia keturunan, berkebangsaan gak jelas dan sebagainya..
    Dan sekarang, saya pengen aja, nanya ke mereka2 itu, “Heh, emang situ yakin kalo situ orang Indonesia asli? Buktinya apa?”

    @zal
    Biarkan alam yg menjawabnya..๐Ÿ˜›

    @antobilang
    Biar lebih puitis, Om..
    Tadinya sih mau pake, sebutir paha..
    Hwakakak..


  10. super serius mode : on

    yang mana sih negara indonesia? ga ada.. yg ada pulau jawa, sumatera, kalimantan, sulawesi, bali, ambon, NTT, NTB, papua, dll
    yang mana sih orang indonesia? ga ada.. yg ada orang batak, jawa, sunda, dayak, bugis, padang, plus cina, arab, india, belanda dll
    yang mana sih budaya indonesia? waduh pusing nih jelasinnya
    tapi emang gitu kondisinya, di indonesia ini ya ga ada orang indonesia, indonesia ya ga punya budaya indonesia. sebenarnya saya sendiri juga heran dari mana datangnya nama Indonesia, karena menurut sejarahnya (dari jaman majapahit sampai Tan Malaka) yang ada itu Nusantara bukan Indonesia. ya tapi apalah artinya sebuah nama..

    serius mode : off

  11. qzink666 Says:

    yang mana sih orang indonesia? ga ada.. yg ada orang batak, jawa, sunda, dayak, bugis, padang, plus cina, arab, india, belanda dll.

    Nah, Batak, Jawa, Sunda, Dayak, Bugis dan seterusnya itu pun belum tentu murni kan? Bisa saja, buyut2 mereka pernah apalahitunamanya diperkosa, melacur, kawin, jinah dgn orang di luar suku bahkan negara mereka. Jadi, saya pikir, bodoh banget kalo ada yg bilang ‘saya asli dan kamu keturunan’. Jadi menurut saya, mending ilangin tuh istilah saya batak, saya jawa, saya cina.. Ganti saja dgn istilah ‘saya indonesia’. Toh, kita sama-sama palesu ini..๐Ÿ˜›

  12. Hanna Says:

    Indonesia asli? Saya juga bingung dengan kata aslinya itu. Lalu, berkata kepada diri saya sendiri. Saya lahir dan tumbuh dewasa di Bumi Pertiwi ini, tapi sepanjang hayat saya tidak akan pernah diakui sebagai warga negara Indonsia asli, he he he. Cukup mengecewakan bagi saya. Padahal selain kulit dan mata saya yang agak sipit apalah yang membedakan kita. Kita sama-sama menghirup udara yang sama ada baiknya tidak membeda-bedakan.

  13. Hanna Says:

    Nah, yang ngaku Indonesia asli malah ada yang konyol.
    Sudah jelas-jelas dulu kita dijajah oleh orang-orang yang rambutnya berwarna pirang. Sekarang kita malah mencontohi rambut seperti mereka, wa kak kak. Udah ah, lupakan tentang yang asli atau tidak. Tidak ada yang asli menurut saya. Kalau mau berdebat, yang disebut sebagai warga negara Indonesia asli itu suku apa aja sih? Apakah ia harus berkulit hitam dan bermata blow?
    Lalu siapa yang berani menjamin bahwa dulu-dulu nenek moyangnya itu benar-benar asli dari Indonesia, he he he. Okey deh, nice posting. Ayo, kita jauhi yang membeda-bedakan. Kita hidup di planet yang sama kok.

  14. baliazura Says:

    saya hanya manusia biasa yg belajar berevolusi sendiri, bantuan alam, teman dan buku buku.

    saya tidak mengotak ngotakkan manusia namun cuman garis-garis yg sekarang lagi trends :halah

  15. eMina Says:

    masih pusing.
    komenya nanti saja

  16. deethalsya Says:

    “saya orang Indonesia”
    itu jwbn dt kalo ditnyin di YM..
    ^-^

    *abis binun mo jwb apa, berdarah ‘campuran’ sih..*๐Ÿ˜†


  17. Ironis, brother.๐Ÿ˜›

    Nggak zaman dulu, nggak sekarang. Masih aja “aseli” itu menjadi polemik. Saya sendiri “like I care about it” aja.

    Baidewei, adafakta yang lumayan “bangsat” eh, unik dari pengalaman saya mengikuti SPMB, di blog lama saya >> http://coretangunawan.wordpress.com/2007/06/24/indonesia-asli/

  18. ayahshiva Says:

    kalo kata orang saya ini seperti orang Jerman๐Ÿ˜›

  19. morishige Says:

    oo, gitu tho??

    Tapi, yg saya maksud di sini, siapa dan seperti apa sih prototipe wajah yg bisa di sebut asli Indonesia?

    jangan terlalu diambil pusing lah, bro..
    toh mereka yang menganggap wajah mereka indonesia belum tentu lebih indonesia dari kau.. ๐Ÿ˜†

  20. qzink666 Says:

    @Hanna
    Yup! Stop perbedaan.. Kita hidup di kereta yg sama, meski gerbong kita berbeda..

    @baliazura
    Garis-garis mulai trend lagi yak, bow?
    *buka majalah mode*

    @eMina
    hallah.. Mbak yg satu ini, mesti pusing kalo mbaca postingan saya..๐Ÿ˜›
    apa perlu saya posting Nietzsche lagi?

    @deethalsya
    yupp! Hidup orang Indonesia..

    @abu onta al-apalahitunamanya
    fakta yg bener-bener bobrok dan busyet, bukan?

    @ayahshiva
    tapi kok sukanya A C Milan, pak?

  21. qzink666 Says:

    @morishige
    ya.. ya.. dan sebaliknya, saya pun belum tentu lebih ngindonesa dibanding mereka..๐Ÿ˜›

  22. morishige Says:

    ๐Ÿ˜†
    gw mo bikin postingan bertema sama dengan ini..
    tgu aja…
    hehe..๐Ÿ˜†

  23. qzink666 Says:

    Jeung mau membonceng keseleban saya, hah??
    *dilempar pempek*

  24. morishige Says:

    ralat, dilempar pake wajan. pempek saya suka..๐Ÿ˜€
    lagi bikin nih..
    lagi muter otak..
    *muter2 otak..


  25. sebenernya ya nggak ada kali ya “indonesia asli” “pribumi.” Fosil manusia tertua di Nusantara (di Flores) itu kerdil. Selanjutnya ada beberapa gelombang migrasi dari daratan Asia. Jadi, boleh dibilang orang Tionghoa, Melayu, Jawa, Padang, Bali, Madura, itu satu nenek moyang. Cuma persoalannya, siapa yang lebih dulu tiba aja. Kalau dengan orang Irian, nah baru deh jelas beda rasnya. Makanya dulu pas mau bikin Indonesia, ada perdebatan, wilayahnya sampai mana? Nggak perlu lagi ada klaim mana yang asli tidak asli kan.


  26. […] ke blognya Qzink sang pengagum Nietzche. Gw sempat nyampah di postingannya yang berjudul Benarkah Kita Orang Indonesia Asli?.Di sana ada sepotong kalimat yang menggelitik gw (geli, ah.) untuk menulis posting ini. Kalimat itu […]

  27. morishige Says:

    tuh, udah gw post….๐Ÿ˜€

  28. alle Says:

    lagi sok mikir klo kita tetap melestarikan ke-Indonesia-an kita,..
    misalnya cw2 pada pake kemben๐Ÿ˜€

  29. danalingga Says:

    Setahu saya kita memang bukan penduduk asli di Indonesia. Kalo suku saya, malahan asalnya dari India sepertinya.

  30. qzink666 Says:

    @morishige
    *meluncur ke TKP*

    @Junarto Imam Prakoso

    Jadi, boleh dibilang orang Tionghoa, Melayu, Jawa, Padang, Bali, Madura, itu satu nenek moyang.

    Paling gak utk yg di Indonesia, kita satu bangsa, satu tanah air.

    Nggak perlu lagi ada klaim mana asli tidak asli kan.

    setubuhju..

    @alle
    Wah, boljug tuh idenya..๐Ÿ˜›
    Tapi kalo musim ujan gini, apa gak masuk angin?

    @danalingga

    Kalo suku saya, malahan asalnya dari India sepertinya.

    sodaraan sama Amitha Batchan dong, bang?

  31. caplang™ Says:

    ada yg nyebut-nyebut saya nih…๐Ÿ™„

    *ngendusngendus*


  32. Kalau di-runut runut ber-dasar-kan sejarah yang belum tentu sejarah sih, ndak ada yang asli. Itu yang ngomong asli begitu kan, orang-orang yang masih gamang dengan status-nya sendiri, dan tidak mau menerima ke-beradaan-nya. IMHO.๐Ÿ™„

    Btw, kalau suku-nya Dana kata-nya dari India, nah kalau kakek-nya kakek dari kakek-nya moyang-ku sih katanya malah datang dari China Selatan, dan itu sudah ter-bukti-kan secara ilmiah. Meskipun karena proses evolusi, bahasa dan budaya-nya sudah sangat ber-beda, tapi kalau wajah dan postur tubuh, ndak ada beda-nya.๐Ÿ™‚

  33. regsa Says:

    mosok sih saya keturunan eropa

  34. saya Says:

    *keseret urun rembug*

    Lho Indonesia itu memang ndak ada kok, IMHO….yang ada Negara Kesatuan Republik Indonesia…wich means…

    Indonesia itu bukan asli Indonesia tapi tumpukan beberapa daerah yang sialnya masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia….

    Jadi ya ndak masalah juga kalo ada anggapan orang Indonesia ini bukan orang Indonesia asli….

    dengan menutup mata dari orang Cina, Eropa dan Arab….liat aja ke bagian tenggara, timur Indonesia….rasnya aja udah beda dengan yang Indonesia utara ataupun Indonesia barat….

    atas hasrat untuk menyatukan diri, le dรฉsire dโ€™ensamble.

  35. saya Says:

    walah salah nangkep saya…

    muka prototyenya orang Indonesia…???

    ada tuh di sangiran…tapi udah ndak ada mukanya….

  36. saya Says:

    karena kesalahan saya….saya urun hetrik aja….


  37. @ qzink666 : Emang fakta yang mengejutkan. Saya ga habis pikir. Ahkirnya di saat-saat terakhir, mau ga mau saya hitamin aja pilihan Indonesia Asli (papa Dayak-Melayu, mama Tionghoa. Tapi ya, tetap aja ga suka dengan kata “asli”). Meski begitu, aku tetap ga “ngeh” sama itu kata “asli”…

    Jika ada yang ngaku…
    Ente ngaku Endonesa aseli? Nih ane kasih cermin.๐Ÿ˜†

  38. qzink666 Says:

    @caplang
    Tuh.. Jatah vertamax-nya di embak morishige..

    @extremusmilitis

    Itu yang ngomong asli begitu kan, orang-orang yang masih gamang dengan status-nya sendiri

    jadi dia ngomong begitu sebenarnya cuma buat ngeyakinin diri sendiri ya, bro?

    @regsa
    Daripada saya bilang kita semua keturunan jin kafir, hayo?

    @saya

    Indonesia itu bukan asli Indonesia tapi tumpukan beberapa daerah yang sialnya masuk dalam negara kesatuan republik Indonesia..

    masuk wilayah Indonesia itu siyal ya? Sinis amat, bro..

    muka prototyenya orang Indonesia..??
    ada tuh di sangiran

    mereka belom Indonesia, bro.. Tapi Nusantara..๐Ÿ˜›

    karena kesalahan saya…saya urun hetrik aja..

    Kelakuan!!!

  39. qzink666 Says:

    @Abu Onta Al-Apalahnamanyaitu
    kalian memang pasutri yg kompak.. Selalu sama-sama ditiap kesempatan..๐Ÿ˜›
    btw, bener tuh, kalo ada yg bilang asli, langsung kasih cermin, bro!!


  40. jadi dia ngomong begitu sebenarnya cuma buat ngeyakinin diri sendiri ya, bro?

    Yupe. Ke-tidak jelas-an yang seperti-nya lagi butuh penjelasan yang tidak konkrit. Untuk apa di-jelas-kan kan?

    Toh manusia di-dunia ini bisa banyak karena ada-nya proses migrasi dari satu tempat ke tempat lain. Kalau tidak seperti itu, mungkin ribuan tahun yang lalu manusia tidak akan se-banyak seperti sekarang ini.๐Ÿ˜‰


  41. artikel yang menarik. Sebetulnya saya juga sering memikirkan ini. Apakah ada yang namanya “Bangsa Indonesia?” bukankah pada dasarnya orang Indonesia adalah sebuah identitas baru yang dibuat oleh penduduk yang bermukim di hindia belanda?

    Tapi sayangnya, mungkin karena kita semua masih muda, dan terdapat kejomplangan kemakmuran antara satu etnis dan etnis lainnya (khususnya di luar pulau jawa), hakikat “bangsa indonesia” ini mulai relevan dibicarakan kembali.

    Saya sendiri keturunan China-Jawa-Belanda. Saya berharap sekali saya dianggap orang Indonesia, tapi saya juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa jika masih ada yang prejudice pada saya sebagai etnis tertentu.

    Salam kenal!

  42. joyo Says:

    hey kita kan berasal dari satu nenek moyang, Adam dan Hawa, sudah jelas itu tertulis dalam kitab suci, masih juga mempertanyakan, tidak ada Indonesia dalam Kitab Suci. Kafir kamu!!!

  43. zal Says:

    ::jangan confuse, yg hidup di dua alam, haram hukumnya dimakan…, dilaut bernafaslah dengan insang, didarat bernafaslah dengan paru-paru…nanti lepas tutur, lepas halaman, sempat pohon pisang jadi pagar, maka halaman orangpun diakui halaman sendiri…๐Ÿ˜†

  44. morishige Says:

    Indonesia itu bukan asli Indonesia tapi tumpukan beberapa daerah yang sialnya masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesiaโ€ฆ.

    itu poinnya..
    jadi gak ada itu yang namanya indonesia asli..
    yang ada orang Indonesia..
    khukhukhu!!

  45. morishige Says:

    jadi, mariana renata kapan kawinnya, nih???
    *maaf OOT๐Ÿ˜€๐Ÿ˜†

  46. morishige Says:

    oi, si alex mau aksi, tuh..

  47. qzink666 Says:

    @extremusmilitis

    Toh manusia di-dunia ini bisa banyak karena ada-nya proses migrasi dari satu tempat ke tempat lain.

    Iya ya.. Apa kabar peradaban ya, bang, kalo kita cuma mau ngumpul dgn kaum sendiri?

    @Calvin Michael Sidjaja
    bener, bro.. Saya setuju dgn pendapat anda.

    @joyo
    itu kitab suci yg mana ya akhi? Bukannya dalam kitab suci kita (The Origin of Species By Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races In The Struggle For Life, and The Descent of Men) nenek moyang kita bukan mereka?

    @zal
    Wekk.. Kami amfhibi?
    Btw, setubuh.. Apapun yg Alam ada-kan pasti sarat hikmah..
    Setidaknya, kami lebih lengkap, karena mampu menghayati dua alam sekaligus dan lebih kuat menderita..๐Ÿ˜›

    @morishige
    moris dodool, bilang aja mo nyampah..๐Ÿ˜›
    *berpikir mendirikan Gerakan Palembang Merdeka*

  48. saha we lah Says:

    kebetulan waktu sya pulang liburan lebaran kemarin, saya disodorin ‘seperangkat’ silsilah keluarga oleh ayah saya.

    hm, ternyata, walaupun entah keturunan keberapa, saya masih nyambung ujungnya dengan para ‘ningrat’ di tanah sunda. mereka melabeli nama depannya dengan raden.

    tapi ayah saya ga pakai raden, dan mungkin karena udah kehabisan darah birunya:mrgreen:
    atau karena terlalu jauh.

    nah, apakah itu berarti saya indo asli? terus terang saya blm tahu.

    saya sebetulnya tak terlalu suka mempermasalahkan apakah orang yang ada di indonesia itu asli atau bukan. saya hidup di ‘sini’, ya berarti saya harus bermanfaat di ‘sini’ pula. dimana saya tinggal.

    btw, saya lebih suka ungkapan “saya sedang belajar dan tumbuh berkembang, menjadi lebih matang dan ingin bermanfaat bagi orang lain” daripada evolusi.

  49. sigid Says:

    Namun, alasan berbangsa Indonesia sejak dulu memang tdk di dasarkan pada wajah dan warna kulit. Keputusan untuk mengidentifikasi diri sebagai bangsa Indonesia di dasarkan pada apa yg oleh bung Karno di rumuskan sebagai atas hasrat untuk menyatukan diri, le dรฉsire dโ€™ensamble.

    Saya suka ini om,menegaskan semangat sumpah pemuda, berbangsa satu-bangsa Indonesia๐Ÿ˜€

  50. dobelden Says:

    saya pujakesuma dulu

    sekarang pujakeja๐Ÿ˜€


  51. Seharusnya Pluralisme dijunjung tinggi di Indonesia, minimal. Tetapi sepertinya lebih banyak yang suka kalau kelompoknya lebih hebat dari yang lain.๐Ÿ˜•

  52. qzink666 Says:

    @saha we lah
    Wadoh.. Mbak mina keturunan priyayi? Jadi pengen posting fenomena priyayi di Jawa nih..๐Ÿ˜€

    @sigid
    ya.. anggap saja ini artikel hari sumpah pemuda yg datang telat, mas..

    @dobelden๐Ÿ˜†

    @Michael “D.B” Ellinsworth

    yupp.. Yg muncul di lapangan adalah sukuisme yg cenderung mengarah ke chauvinisme, brothers..๐Ÿ˜›

  53. layudhi Says:

    ….Berpikir….
    wah, ada sejarahnya orang2 Sulawesi gak terutama Bugis dan Buton?
    Biar tahu, saya ini Aseli ato bukan..hehehe๐Ÿ™‚

  54. layudhi Says:

    o iya,
    yg orang Endonesa aseli itu yg orang Jawa ato bukan???

  55. ordinary Says:

    yang penting saya cinta Indonesia

  56. layudhi Says:

    Mudah-mudahan, tidak ada lagi perasaan2 sukuisme terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

  57. goop Says:

    Ah, ya, mestinya nalarlah bila banyak sekali dari kita, orang yg di sebut asli, toh tdk sangat asli, sebenarnya. Konon penduduk nusantara datang dari benua India selatan (Dravida?) atau Cempaka-Kamboja, atau Madagaskar walaupun para ahli sekarang lebih condong menduga penduduk Madagaskarlah yg berasal dari Nusantara. Mungkin seperti yg di peragakan oleh kapal-kapal pinisi dan homo sapiens yg ditemukan di dlm lumpur Sangiran Solo yg sudah jutaan tahun tuanya itu yg betul-betul asli jawa asli nusantara? Atau sudah Indo atau Indisch juga? Yg jelas dia belum orang Indonesia.

    Inih pada membicarakan saya ya?? ko ada homo sapiens yang hidup sezaman dengan saya diungkit-ungkit:mrgreen:

    ____________________________________________

    Batas, keaslian kian samar…
    yang mengaku asli ternyata lebih palsu
    yang mengaku palsu, tidak kalah asli
    dalam batas, selalu ada ketidakpuasan
    mungkin nama lain dari batas adalah kekerasan

    *sok tau-nya lagi muncul lagi*

  58. GRaK Says:

    sepakat sama pesan moralnya๐Ÿ™‚

  59. gimbal Says:

    busettt… jarang blogwlaking… gw jadi ketinggalan berita…. o0oh Tidakkkk! Jangan!!!

  60. qzink666 Says:

    @layudi 1
    Ya pasti ada lah, bro..
    Cuma saya gak tau sejarahnya seperti apa..๐Ÿ˜

    @layudi 2
    saya kira gak ada tuh yg bisa mengklaim dirinya sebagai manusia Indonesia asli, bahkan orang jawa sekalipun..

    @ordinary
    setuju, mbak..
    Dan semoga Indonesia membalas cinta kita semua..๐Ÿ˜€

    @layudi 3
    yupp.. Semoga..๐Ÿ˜›

    @goop
    paman merasa begitu?๐Ÿ˜†
    btw, puisinya keren, paman.

    @grak
    syukurlah.. Berarti kita sejalan, bro..๐Ÿ™‚

    @gimbal
    siapa suruh gak pernah blogwalking..๐Ÿ‘ฟ

  61. Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Says:

    mari kita panggil pakar matika jarak jauh sedd dagh…matika jarak deket aja udah mustahil untuk membuktikan apakah muka anda ini asli indonesia atau cuman cap made in indonesia….

    IMO, masuk wilayah yang dijajah belanda itu siyal sangadh…saya jadi g bisa ketemu cambright…coba kalo dijajah ama inggris…seenggaknya kan darah saya jadi mirip-mirip dikit ama cambright…

    *yang g tau cambright masuk aja di blogg ane terus pandangi tuh altar pemujaan di sidebar blogg ane*

  62. Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Says:

    duo

  63. Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Says:

    kelakuan orang indonesia tuh suka hetrik…๐Ÿ‘ฟ

  64. Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Says:

    melacur itu pelan-pelan curhat ya…???

    kalo saya mah pelan-pelan nyampah


  65. dan mencetak top skorr itu suatu keharusan


  66. *sedekah komen buat yang mau tidur….atau baru bangun๐Ÿ˜•

  67. qzink666 Says:

    @Abu Kuda Al-apalahitunamanya
    Lho.. Lho.. Datang-datang kok marah-marah..๐Ÿ˜ฆ
    Gak usah pake pakar-pakaran ya, akhi.. Ana sadar kok kalo muka ana gak endonesa sekali..๐Ÿ™‚

    masuk wilayah yang dijajah belanda itu siyal sangadh..

    coba kalo dijajah Inggris mungkin Indonesia udah makmur kali ya, bro.. (contoh: Brunai, Hongkong)
    btw, silahkan hetriks, asal abis ini jgn marah-marah lagi yaa..๐Ÿ˜›

  68. qzink666 Says:

    Siyal, bukan hetrik lagi itu sih namanya..
    Baru bangun.. Lagi beres-beres buat besok ke Kalimantan, bro..
    Hadiah top score, mo nitip apa nih, besok gw mo ke pedalaman Kalimantan..

  69. Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Says:

    nitip cameron bright bisa nggak…???

    bukan masalah makmur nggaknya bro…

    IMO kalo kita dijajah inggris…kita bakal sederajat dengan kanada…jadi aku g bakal susah-susah ngurus visa kalo pingin ketemu cameron bright

    *totally adicted*

  70. qzink666 Says:

    Bener-bener gak nasionalis anda ini..
    Sadarlah, akhi.. Kefentingan negara itu di atas segala-galanya..๐Ÿ˜

  71. Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Says:

    yeah whatever….

    bukannya cinta diatas segala-galanya ya…???

    yah meskipun saya nggak cinta cameron bright juga jajahan inggris cewe nya cakep-cakep…

  72. qzink666 Says:

    Astaga.. Gara-gara akhi nyamfah di blog ana, komentar blog ana jadi membengkak dan kehilangan wibawanya..
    Btw, selama ana pergi, kalo sempet balesin tuh komentar di post terakhir ana ya, akhi..๐Ÿ˜›

  73. deKing Says:

    โ€œberhentilah mengkotak-kotakkan manusia. Kita semua sedang berevolusi, dan prosesnya bisa di perlancar dengan berhenti mengkotak-kotakkannya.. Selebihnya, mari bangun Indonesia sama-sama.โ€

    Lha ya itu susahnya karena pengkotakan seringkali tidak pada tempatnya.

    Kalau menurut saya pengkotakan (secara general) itu tidak salah juga, dengan adanya pengkotakan maka sistem “kendali”…pengawasan dkk bisa lebih mudah dilakukan.

    Upppsss…tapi ya itu tadi. Masalahnya adalah pengkotakan yg seperti apa … jadi pusing nich

  74. qzink666 Says:

    Yg saya maksud dgn pengkotakan di sini adalah, kita menggolong-golongkan manusia berdasar agama, kesukuan, atau ras..
    Misalnya, kamu islam, kamu jawa, kamu batak, dll..
    Jadi gak ada peleburan kebudayaan..

  75. ika Says:

    heheheh,,kalo menurut opini saya sendiri,kita disini mugkin secara ‘ras’ emang dah bisa dibilang macam2 campur aduk,bisa dibilang kita bukan endonesa asli. tapi guess what, kita endonesa karena kita memang tinggal di endonesa, kita lair di negara ini dan mendapat penghidupan di negara ini so kita semua orang indonesia..oh i love indonesia!๐Ÿ˜€

  76. joker Says:

    gue orang indonesia asli…
    asli indonesia, bukan malaysia

  77. Melly Says:

    Kok postingan yang ini rame banget ya padahal kijing sudah posting yang baru lagi. Di postingan yang baru lebih universal menurut saya.
    Oyah, saya agak bau ningrat, berarti saya nggak asli dong? Kan dalam tulisan itu, kaum ningrat sering dapat “upeti” dari negeri tetangga.๐Ÿ™‚

  78. kurtubi Says:

    Tulisan yang bagus… memang saatnya kita tidak mempermasalahkan perbedaan isi kotak. Sebab biarkan kotak itu dengan isinya. Saat membicarakan bagaimana kotak itu bisa dikemas dan bisa diisi yang bagus-bagus. SEhingga siapa tahu kotak itu bagus, isinya bagus, maka yang lain akan tertarik dengan isinya…

    Kotak= Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: