Antara Aku, Nietzsche dan Zarathustra

November 16, 2007

Piring telah malam, kursi telah malam..

Entah kenapa, setelah postingan terakhir, saya merasa ketagihan untuk terus melacurmenulis hal yg saya temui sehari-hari. Lepas dan nyaris tanpa beban. Apa lacur, alam belum mengizinkan seorang tupai bernama Qzink punya angan-angan gila nan indah seperti itu. Nietzsche terus saja menggedor-gedor pintu yg biasa saya gunakan untuk keluar masuk, setiap kali keinginan untuk membahasnya sedang mengendap dan tertinggal bersama tumpukan baju kotor di keranjang cucian. Sepertinya dia cemburu. Sepertinya dia merasa dikhianati. Sepertinya dia merasa di duakan.

Pernah suatu kali saya sengaja mengacuhkan keberadaannya. Karyanya tak kusentuh, posternya yg terpajang angkuh dengan kumis militer kebanggaannya tak sekalipun ku sapa, gedoran-gedoran pintu untuk mencari perhatianku pun tak kutanggapi. Aku marah dan bersitegang atas ucapannya; “Ingin cari perempuan? Jangan lupa membawa cambuk.”

“Oke, apa yg kamu ingin saya lakukan untuk kamu, biar kita bisa baikan”, teriaknya dari luar jendela.

“Cabut kembali ucapanmu!”
“Mana bisa? Kamu tidak mengerti.”
“Kamu sombong.”
“Kamu pun sesombong aku”. Katanya sambil terkekeh..
Saya hanya diam.

“Kita bisa diskusikan masalah ini?”
“Untuk apa?”
“Biar kau bisa mengerti posisimu.”

Kubuka pintu dan membiarkannya menyeruak masuk. Ada raut kemenangan di wajah pucatnya.
“Begini”, katanya,”Kamu adalah aku dan aku adalah kamu, tak lain.”
“Lantas?”
“Milikmu adalah Milikku, dan milikku adalah milikmu juga. Blogmu adalah blogku, sebuah rumah terakhir bagi anak yg pernah kulahirkan.”
“Zarathustra?”
“Jenius. Dan kamu adalah bapak baru baginya, penyambung lidah sabda-sabdanya. Kamu dan blogmu di kutuk untuk itu”
“Tapi, ini rumahku. Aku bisa memasang apapun sesukaku disini.”
“Aku pun tidak melarang. Tapi ingat, hanya sebagai pemanis. Selebihnya, kamu adalah Ayah dari Zarathustra, penyambung lidah Zarathustra.. Ingat, kamu dan blogmu di kutuk untuk itu.”

Aku tak menjawab, menyela, ataupun memprotes. Tak ada gunanya berdebat dengan orang gila penderita siphilis, pikirku..

24 Tanggapan to “Antara Aku, Nietzsche dan Zarathustra”

  1. caplang™ Says:

    ah bisa pertamax ternyata…

  2. caplang™ Says:

    saya merasa ketagihan untuk terus melacurmenulis hal yg saya temui sehari-hari

    candu internet stadium 3😆

  3. caplang™ Says:

    malem-malem begini paling males hetrik deh…

  4. qzink666 Says:

    Wekk.. Sengaja posting dini hari, biar tak tercium bang Edy.. Tapi, ternyata dugaan saya salah…😦


  5. ehm, jadi kesimpulan-nya itu seperti ini…:mrgreen:

    Zarathustra itu yang ada hubungan-nya ama quote: God Is Dead itu yaks?🙄

  6. qzink666 Says:

    Yupp.. Begitulah adanya..

  7. tovic_1005 Says:

    Masih belum mudeng dengan NIETZSCHE…

    Yang paling mudah dicerna cuman…


    Tiga postingan Caplang di atas…😛

    Apa pula Zarathustra?

    Kayaknya musti banyak berkunjung dulu ke sini deh…😀

  8. morishige Says:

    *bengong
    anda berkepribadian ganda?

  9. qzink666 Says:

    @tovic_1005
    kalau materinya saya rasa terbilang ringan pak, cuman mungkin cara saya menyampaikan agak belibet.. Jadi terkesan berat. Maklum masih belajar pak..😛
    *memasang tulisan LATIHAN di jidat*

    @morishige
    Schizophernia?? Dengan kata lain, anda mensejajarkan saya dengan Virginia Woolf, Hemingway, Orwell, Wells, bahkan Einstein? Terimakasih.. Terimakasih.. Saya tersanjung..😛

  10. eMina Says:

    wah, wah….

    sebetulnya, kita boleh mengagumi seseorang karena kecerdasannya, keilmuannya, atau kelebihan -kelebihan lain yang dimiliki orang itu.

    asal jangan mengkultuskannya.

    maap cuman bisa komen kayak gitu. soalnya tulisan ini sama sekali ga bisa dimengerti oleh saya, selain bahwa di dalam pikiran qz sedang bergejolak pubertas terhadap nietsze dan karya -karyanya😀

  11. qzink666 Says:

    Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari cerpen Langit Makin Mendung-y Ki Pandjikusmin, mbak..
    Dan saya sama sekali gak ada maksud untuk mengkultuskan Nietzsche. Buktinya, dalam beberapa tulisan, saya mengkritik filsafatnya beliau. Kenapa? Karena, saya berusaha untuk tetap obyektif dalam menyikapi karyanya dan bukannya taklid buta.
    Btw, trimakasih untuk kritiknya..😛

  12. qzink666 Says:

    Gak afa-afa ya, abu onta..
    *ngelus jenggot paslu*

  13. joyo Says:

    jadi anda reikarnasi nya Nietzsche?, hmmmm selamat datang kembali bro😀

  14. qzink666 Says:

    Ehm.. Ehm..
    Begitulah kira-kira, bro..😛
    berniat untuk berguru?
    *ditendang*

  15. saha we lah Says:

    @kijing
    eh, itu kritikan ya? *gak nyadar*
    *baca lagi komen*

    hm, sebetulnya saya nulis kayak gitu karena enggak ngerti apa yang saya baca di atas.

    tapi, meskipun orang bisa dan bebas mengagumi siapa saja, saya tetap heran kenapa kijing mengagumi orang seperti nietsze ya… soalnya di akhir hidupnya dia gila meskipun memiliki karya dan pemikiran yang gemilang.

    kira kira, mengapa bisa begitu?
    semoga kijing tidak mengikuti ‘gila’ nya itu dan hanya mengadopsi hal hal positifnya saja.

    tapi memang, gaya tulisan dan kata kata di setiap tulisan kijing ini nyastra banget, dan berat !!!

  16. qzink666 Says:

    @saha we lah

    tapi, meskipun orang bisa dan bebas mengagumi siapa saja, saya tetap heran kenapa kijing mengagumi orang seperti nietsze…soalnya di akhir hidupnya dia gila meskipun memiliki karya dan pemikiran yang gemilang.

    saya mengagumi gagasan2 Nietzsche yg menurut saya begitu orisinil dan cemerlang, terlepas dari filsafatnya yg terkesan liar dan tak bermoral..
    Nietzsche sendiri menjadi gila lebih karena faktor keturunan (kakek dan ayahnya pun gila) dan di perparah lagi dgn penyakit siphilis yg dideritanya (saat itu pinisilin blm lagi ditemukan) meski ada sebagian orang yg percaya bahwa Nietzsche menjadi gila karena kualat setelah mendeklarasikan ‘Tuhan sudah mati”.

    tapi memang, gaya tulisan dan kata kata di setiap tulisan kijing ini nyastra banget, dan berat!!!

    sebenarnya saya tidak pernah mengkonsep tulisan saya untuk menjadi berat, tapi entah kenapa begitu jadi, ya hasilnya seperti itu, mbak..
    Jadinya ya sudahlah, kalopun tulisan saya gak lebih baik, setidaknya saya berbeda, itu saja..😛
    btw, ini pujian kan, mbak? Terimakasih..😎

  17. saha we lah Says:

    o jadi ingin berbeda ya? sehingga mengagumi orang gila?
    bagi saya, kesan saya pada orang yang anda kagumi itu tetap begitu😀
    saya juga menganggap bahwa kegilaannya itu karena justru dia overload dengan pemikirannya sendiri dan pusing sendiri tentang konsep tuhannya itu.

    sebab ketika membahas Tuhan, dan dalam perjalanan pencarian Tuhan, kita tak bisa hanya memakai logika dan akal saja. Tapi pakailah hati. Klo tetap dengan logika saja, maka seperti itulah..seperti nietsze.

    mungkin kelihatannya kurang ilmiah ya? apalagi berhadapan dengan qz yang ahli filsafat…

    dan saya yakin, setiap manusia itu, jauh di dalam lubuk hatinya yang tak pernah bisa berbohong, dia butuh sebuah sandaran reliji untuk mengisi hatinya yang gersang.

    mau dipuji lagi?:mrgreen:
    qz itu berpotensi menjadi seorang yang besar. kehausan ilmunya keliatan. semoga pencariannya tidak sia -sia.

  18. qzink666 Says:

    Apapun itu, mbak.. Terimakasih yg tak terhingga kepada mbak Mina yg telah menyediakan diri untuk, sebagian atau seluruhnya: membaca tulisan demi tulisan saya, menjadi teman diskusi yg hangat dan menghajar, menjadi pendorong yg memaksa saya melintasi kata demi kata, memberikan kritik akhir, rekomendasi, dan mendukung saya.
    Sepanjang penjelajahan ini, saya merasa beruntung berada di tengah orang2 yg mau dan mampu mendera saya. Kepada orang2 seperti andalah blog ini berhutang budi.

  19. saha we lah Says:

    mbak jadi tersanjung.
    sama -sama, saya juga berterima kasih pada qz -siapapun sebenarnya anda.

    saya hanya ingin terus belajar. menjadi manusia yang lebih baik dan seorang muslimah yang lebih baik.

  20. kurtubi Says:

    gak mengerti … kudu baca lebih lama… salam kenal🙂

  21. qzink666 Says:

    @saha we lah
    yupp.. Kita sama-sama belajar, mbak..🙂

    @kurtubi
    ah, gak usah dipikirin, pak..
    Itu cuma imajinasi liar dari seorang yg sedang belajar nulis..🙂
    salam kenal juga, dan terimakasih sudah berkunjung..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: