Konsep Kunci Filsafat Nietzsche part 2

November 12, 2007

Eternal Reccurence

Menurut Nietzsche, kita seharusnya bertindak seakan-akan hidup yang kita jalani ini akan terus berlanjut dalam satu pengulangan yang abadi. Setiap momen yang telah kita jalani dalam kehidupan ini akan dijalani berulang-ulang untuk selama-lamanya. Ini tentu saja tak lebih dari sebuah dongeng moral metafisika. Tetapi Nietzsche tetap ngeyel untuk menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa dipercaya. Ia melukiskan hal ini sebagai sebuah “formula bagi keagungan umat manusia.”
Penegasan romantik yang luar biasa sekaligus mustahil akan pentingnya setiap momen dalam hidup kita, adalah nasihat Nietzsche agar kita menikmati hidup ini sampai pada kepenuhannya. Sebagai sebuah suguhan gagasan puitik, ada kekuatan didalamnya. Sedangkan sebagai suatu gagasan moral atau filosofis, gagasan ini secara hakiki merupakan suatu yang dangkal. Gagasan ini benar2 tidak mengandung pemikiran yang mendalam. Ungkapan klise “menjalani hidup sepenuhnya” paling tidak cukup bermakna, betapapun kaburnya makna tersebut. Setelah ditinjau bolak-balik, gagasan tentang “Eternal Reccurence” tampaknya tak mempunyai makna. Adakah di antara kita yang memang mengingat setiap kehidupan pengulangan kita masing-masing? Jika kita betul mengingatnya, maka niscaya kita akan sanggup melakukan perubahan dalam hidup kita. Jika kita tidak dapat mengingatnya, maka tak ada gunanya membicarakan hal itu. Sesungguhnya, bahkan bila gagasan Nietzsche ini ingin di anggap memiliki sebuah citra puitik, gagasan ini seharusnya memiliki lebih banyak substansi di dalamnya agar dapat dipandang sebagai sesuatu yang bukan semata-mata puisi kacangan. Gagasan ini terlalu buram untuk bisa di terapkan sebagai sebuah prinsip seperti yang dimaksudkan Nietzsche.

6 Tanggapan to “Konsep Kunci Filsafat Nietzsche part 2”

  1. caplang™ Says:

    🙂

    *duduk manis n nyimak pelajaran*

  2. qzink666 Says:

    Sekalian, pelajaran part 3 nya di baca ya, nak.. Kalo gak, nanti bapak jewer.. Hehehe..

  3. budha Says:

    masih dangkal perlu ulasan yang lebih jelas dengan logika yang menarik dan runtut

  4. qzink666 Says:

    Lihat lagi judulnya, boss..
    Ini cuma konsep.. Kalo saya menulisnya secara runut dan terperinci, saya pikir itu bukan lagi bernama konsep.
    Lagipula harus saya tekankan disini, bahwa ini konsep pemikiran Nietzsche mengenai afterlife dan bukan konsep Reinkarnasi a la Budhisme..
    Btw, URL-nya kok gak iso di buka, boss?

  5. joyo Says:

    waduh msih gak ngerti😦

  6. qzink666 Says:

    Coba yg part 3-nya, bro.. Siapa tau ngerti..😛


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: