<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>QZINK666</title>
	<atom:link href="http://qzink666.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qzink666.wordpress.com</link>
	<description>There are no facts, only interpretations</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 11:23:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='qzink666.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>QZINK666</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://qzink666.wordpress.com/osd.xml" title="QZINK666" />
	<atom:link rel='hub' href='http://qzink666.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kritik Nietzsche Atas Postulat Plato</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2011/01/26/kritik-nietzsche-atas-postulat-plato/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2011/01/26/kritik-nietzsche-atas-postulat-plato/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 21:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Literer]]></category>
		<category><![CDATA[Nietzsche]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Plato, seorang filsuf Yunani yang tumbuh paska era Sokrates, dikenal dengan pendapatnya bahwa dunia ini terbagi atas dua bagian, yakni dunia indrawi dan dunia idea. Dalam dunia indrawi inilah manusia mengenal doxa (pendapat), sedang pada dunia selainnya yang ia sebut sebagai dunia idea barulah manusia bersinggungan atau masuk ke dalam dunia ideal yang diantaranya mengenai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=200&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Plato, seorang filsuf Yunani yang tumbuh paska era Sokrates, dikenal dengan pendapatnya bahwa dunia ini terbagi atas dua bagian, yakni dunia indrawi dan dunia idea. Dalam dunia indrawi inilah manusia mengenal doxa (pendapat), sedang pada dunia selainnya yang ia sebut sebagai dunia idea barulah manusia bersinggungan atau masuk ke dalam dunia ideal yang diantaranya mengenai episteme (pengetahuan). Dengan kata lain, kepastian dan kesahian sebuah kebenaran menurut pendapat Plato hanya dan ada lewat dunia idea ini, karena pada hakikatnya kebenaran hanya bersemayam di ranah ini. Dunia indrawi semata-mata hanyalah sekumpulan persepsi dan pendapat yang adakalanya saling menegasi satu sama lain, yang oleh karenanya bersifat kabur dan tidak tetap. Sedangkan, sebuah kebenaran tidaklah demikian. Ia berifat tetap dan absolute.</p>
<p>Dan karena dunia idea bersifat begitu istimewa, maka menurut Plato, tentu tak semua orang mampu memasuki dunia ini. Hanya orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaanlah (para filsuf salah satunya) yang mampu memasuki ranah ini. Oleh karenanya, pada zaman itu, pendapat Plato mendorong manusia untuk berupaya memperoleh pengetahuan dan kebijaksanaan demi menemukan absolutsitas yang bertengger dalam dunia idea. Kebenaran yang terutama pengetahuan dan kebijaksanaan pun melalui Plato diseret menjadi sedemikian ekslusif. Ia bukan lagi sekedar kebenaran, tapi lebih mengarah kepada simbol-simbol. Pandangan inilah yang kemudian pada gilirannya memicu timbulnya pemikiran filsuf-filsuf sesudahnya dengan gagasan transcendentalnya yang bermuara pada pembentukan pandangan metafisika yang kemudian dibungkus dalam tradisi keagamaan dalam bentuk-bentuknya yang beragam. Lahirlah manusia-manusia dengan pola hidup zuhud yang tak lagi memikirkan kemajuan duniawi. Hidupnya hanya semata-mata untuk menyiapkan kehidupan sesudah mati. Hidup pun pada akhirnya menjadi berjalan sedemikian lamban. </p>
<p>Sikap-sikap masyarakat Eropa yang terkena waham Platonis (yang dinilainya begitu hipokrit) inilah yang kemudian mengilhami Nietzsche untuk berontak keluar mengobrak-abrik doktrin yang kian mapan itu melalui filsafat nihilismenya. Kehadiran filsafat nihilisme Nietzsche dalam dunia Barat membuat banyak kalangan tercengang. Ia datang sebagai penawar atas filsafat transcendental Barat yang telah berhasil mengalungkan &#8220;kuk&#8221; ke leher kebenaran hingga menjadikannya sedemikian ekslusif dan bersifat monolitik. Nietzsche mengobrak-abrik semua tatanan yang sudah sedemikian mapan ini dengan diredusir dan dipertanyakan kembali. Menurut Nietzsche, doktrin-doktrin kebenaran yang diadopsi dari faham Platonis yang hipokrit itu bukan saja melemahkan daya vital manusia tapi juga membuat manusia tunduk dan dibuat tidak berdaya dalam satu keyakinan absolut yang tanpa disadari justru mendistorsi manusia sebagai makhluk yang memiliki kehendak untuk berkuasa.<span id="more-200"></span>      </p>
<p>Nietzsche dengan filsafatnya mengajak manusia untuk kembali ke keadaan fitrahnya sebagai manusia, yakni manusia yang memiliki vitalitas untuk berkuasa. Ia begitu yakin, bahwa agama-agama yang ada dan berkembang pada saat itu mengadopsi doktrin Plato yang oleh karenanya membuat para pemeluknya menjadi sedemikian lemah dan hipokrit. Kenapa? Karena menurut Nietzsche, gagasan Plato yang bersemayam dalam doktrin-doktrin agama tersebut mengajarkan pola-pola hidup yang sangat bertentangan dengan kodrat manusia, yakni bahwa hidup di dunia pada hakikatnya hanyalah ilusi, sedang kehidupan sesungguhnya baru akan dimulai ketika manusia memasuki dunia atas (baca: surga). Maka tak heran, dalam cara pandang seperti ini, orang-orang beragama memilih hidup pasrah pada apapun ketentuan Tuhan yang diguratkan oleh kitab suci. Bagi Nietzsche hal tersebut adalah ketololan besar: manusia telah ditipu daya melalui bahasa-bahasa dogmatis agar menggaransikan hidupnya hanya pada kekuatan absolute, padahal menurutnya, agama tidak lain adalah sebuah strategi untuk menghilangkan sengat manusia, sehingga melaluinya manusia digiring untuk menegasi realitas inderawi. </p>
<p>Untuk itu, Nietzsche dengan nihilismenya ingin melepaskan manusia dari belenggu agama tersebut, karena baginya agama merupakan kendala terbesar umat manusia untuk membermaknai hakikat dirinya. Nietzsche yakin benar bahwa kehidupan yang penuh gairah adalah ketika manusia hidup tanpa nilai atau nir makna. Oleh karenanya, untuk kembali merebut keadaan itu tentu manusia wajib merenggutnya dari satu entitas yang selama ini diyakini sebagai pemilik tunggal nilai-nilai. Tuhan. Hanya melalu ketiadaan sang pemilik tunggal nilai-nilai itulah, manusia akan benar-benar memahami eksistensi diri sebagai manusia unggul, tapi sebaliknya, jika manusia tetap memelihara Tuhan dalam dirinya selaku pemilik tunggal enigma kebenaran dari nilai-nilai absolute, maka sama artinya dengan membiarkan eksistensi atau kemampuan adi-kodrati kita selaku manusia dilucuti tanpa syarat yang pada akhirnya memposisikan manusia itu sendiri sebagai tawanan nilai-nilai tanpa bisa berbuat apa-apa. Makanya, Nietzsche pun mewartakan pwsan tunggal pada manusia: membunuh Tuhan, dan jadilah manusia unggul!</p>
<p>&#8220;<i>Kuajarkan Manusia-Unggul kepadamu. Manusia adalah sesuatu yang harus diatasi.<br />
Manusia-Unggul adalah makna bumi. Biarkan kehendakmu berkata: Manusia-Unggul seharusnya menjadi makna bumi.<br />
Semua tuhan sudah mati; kini kita mau Manusia-Unggul hidup-biarkan ini menjadi kehendak terakhir kita satu hari kelak ketika pasang tengah hari besar!</i>&#8221; Demikian sabda Zarathustra, pesannya untuk umat manusia.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>03.02 subuh.<br />
Ditulis dengan kepala memberat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=200&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2011/01/26/kritik-nietzsche-atas-postulat-plato/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moral Budak yang Berbahaya di Mata Nietzsche</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2010/08/01/moral-budak-yang-berbahaya-di-mata-nietzsche/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2010/08/01/moral-budak-yang-berbahaya-di-mata-nietzsche/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 16:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Literer]]></category>
		<category><![CDATA[Nietzsche]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Will to Power]]></category>
		<category><![CDATA[Zarathustra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Ah, sudah lama rasanya saya tak menulis tentang risalah-risalah Nietzche di blog ini. Untuk itu pada kesempatan kali ini mumpung sedang ada sedikit mood untuk menulis, saya akan (kembali) mewartakan pemikiran-pemikiran Nietzsche terutama untuk soal moralitas tuan dan moralitas budak. Sebenarnya, postingan ini sendiri berkait erat dengan postingan saya sebelumnya yang berjudul Khotbah dari Sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=197&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, sudah lama rasanya saya tak menulis tentang risalah-risalah Nietzche di blog ini. Untuk itu pada kesempatan kali ini mumpung sedang ada sedikit mood untuk menulis, saya akan (kembali) mewartakan pemikiran-pemikiran Nietzsche terutama untuk soal moralitas tuan dan moralitas budak. </p>
<p>Sebenarnya, postingan ini sendiri berkait erat dengan postingan saya sebelumnya yang berjudul <a href="http://qzink666.wordpress.com/2009/07/18/kotbah-dari-sang-pembunuh-tuhan/">Khotbah dari Sang Pembunuh Tuhan</a> yang dalam hal ini adalah tentang bagaimana Nietzsche menggambarkan dalam sabdanya tersebut melalui tokoh &#8216;orang gila&#8217; yang memproklamirkan diri telah membunuh Tuhannya pada suatu pagi di sebuah pasar dengan lentera menyala di tangan.  </p>
<p>Lewat perumpamaan orang gila yang berkoar-koar ditengah pasar itulah yang disimpulkan oleh F. Budi Hardiman sebagai pintu gerbang datangnya zaman ateistis, dan kegilaan yang dimaksud Nietzsche tentu saja adalah gambaran dari dirinya sendiri yang kehilangan sosok Tuhan, sementara orang-orang zaman itu tidak memahaminya, sampai datang zaman kegilaan universal, yakni penemuan kesadaran bahwa manusia telah kehilangan Tuhan. </p>
<p>Pendeknya, pada saat itu yang ingin dikemukakan oleh Nietzsche adalah sudah saatnya kita menyambut datangnya suatu zaman dimana kreativitas dan kemerdekaan merupakan bahan bakar utama yang menggerakkan segalanya, sebab dengan matinya Tuhan terbukalah horizon seluas-luasnya bagi segala energi kreatif untuk berkembang penuh. Tanpa larangan dengan terror neraka maupun perintah-perintah dengan iming-iming kenikmatan abadi a la surga. Mulai saat itu kita tak lagi bisa dipaksa untuk menengok dan berkunjung ke dunia transenden, karena toh menurut Nietzsche, agama sebagai sebuah lembaga pihak ketiga yang menghubungkan manusia dengan Tuhan tersebut tak lebih merupakan sebuah lembaga yang bobrok dan busyet, mengebiri daya vital manusia dan semakin menjauhkan manusia dari hidup dan dunianya, yang dalam artian, Nietzsche menganggap lembaga agama tak lebih dari vampirisme belaka. Dengan &#8216;kematian Tuhan&#8217; manusia tidak lagi dibatasi atau diarahkan oleh dunia transenden. Dia tidak lagi berlindung di bawah naungan Tuhan karena sikap pengecut dan penolakannya terhadap dunia ini.    </p>
<p>Jadi, tak berlebihan kiranya jika kemudian banyak orang yang kemudian menyimpulkan (termasuk juga saya) bahwa eksistensialisme &#8211; nihilisme Nietzsche pada dasarnya adalah eksistensi yang sekuler dengan menempatkan manusia sebagai sosok yang menempati posisi khusus dalam tatanan kosmos. Hanya saja, tak seperti filsuf rasionalis yang menganggap bahwa ciri khusus manusia adalah pada rasionya, maka Nietzsche lebih memilih penitik beratan ciri khusus tersebut lebih kepada tindakan yang diambil oleh manusia itu sendiri. Dari kekeras kepalaannya pada sang tindakan inilah kemudian lahir satu premis yang kita semua tahu, Will to Power, sebuah kehendak untuk berkuasa.<span id="more-197"></span> </p>
<p>Melalui konsepsinya tentang kehendak untuk berkuasa ini tentu saja tak terbatas hanya pada diri dari manusia itu sendiri sebagai individu, melainkan juga di dalam seluruh realitas dunianya. Oleh karenanya, dalam tatanan ini Nietzsche kemudian menarik satu kesimpulan bahwasanya kehendak untuk berkuasa merupakan sebuah kegairahan global terhadap hidup yang paling primordial yakni tidak datang sebagai daya tunggal melainkan datang sebagai energi-energi vital yang demikian heterogen yang mencakup suasana psikis, gerak fisis (alam), dan seluruh proses &#8216;menjadi&#8217; dari kosmos itu sendiri.</p>
<p>Dengan kehendak untuk berkuasa itulah menurut Nietzsche manusia tak boleh lagi memandang hidupnya sebagai semata pemberian dari yang maha memberi jatah, melainkan juga harus dibarengi dengan berbagai tindakan-tindakan esensial yang membuat manusia menjadi sebuah gerak yang dinamis, penuh proses dan sama sekali tak boleh tunduk pada apapun (termasuk Tuhan) yang pada gilirannya akan mematikan daya hidupnya demi mencapai satu tujuan akan kegairahan hidup yang hakiki yakni menjadi manusia unggul. Kehendak untuk berkuasa pada diri manusia ini di mata Nietzsche bisa sedemikian pentingnya karena menurutnya, manusia tanpa memiliki daya kehendak untuk berkuasa cenderung berpotensi menjadi manusia yang lemah, terpinggirkan, serba takut, tanpa daya tending mumpuni dan sebagainya yang pada gilirannya akan memicu terciptanya sosok manusia yang pasrah pada nasib dan menyerahkan hajat hidupnya pada pedoman fiktif-eksternal. Dan inilah yang berbahaya, ketika seorang manusia menyerahkan segala persoalan hidupnya kepada sosok pedoman fiktif-eksternal itu akan dengan sendirinya melahirkan mental asketisme ideal.</p>
<p>Asketisme ideal atau ideal asketisme yang dimaksud oleh Nietzsche tentu saja adalah sebuah idealisasi dan sublimasi dari rasa takut, kekalahan, ketidakberdayaan dan sebagainya sebagai sebuah penghiburan diri semu agar segala rasa sakit tersebut lebih mudah untuk ditahan. Idealisasi aeperti inilah yang bisa dengan muda anda temukan dalam berbagai agama dengan pengikut-pengikutnya. Sebagai penunjang dari semua teorinya ini kemudian Nietzsche melakukan sebuah genealogi moral untuk menelusuri nilai-nilai moral. Dari penelitiannya terhadap nilai-nilai moral ini Nietzsche mengelompokkan moralitas manusia terbagi menjadi dua kategori yakni moralitas tuan (kaum aristokrat) dan moralitas budak (kaum budak).</p>
<p>Moralitas budak disini dalam persfektif Nietzsche bukanlah budak dalam artian yang farsial dan tertindas melainkan sekawanan koloni manusia yang miskin secara batin dan ekonomi, energi, vitalitas, dan sama sekali jauh dari kata menarik baik secara fisik maupun ekonomi. Dengan hidup dalam keadaan serba kekurangan itulah yang memerosokkan kaum budak ke dalam kubangan dendam dan marah terhadap kemuraman hidup yang mereka jalani. Suatu sikap yang semula marah pada keadaannya sendiri itu pada akhirnya terakumulasi dan mulai mencari pelampiasan pada sesuatu yang diluar dirinya, yakni mulai membenci dan marah terhadap kaum aristokrat yang notabene memiliki segala apa yang tidak dipunyai mereka. Karena itu tak berlebihan kiranya jika kemudian  mereka memandang para aristokrat sebagai orang yang berbahaya dan jahat bagi kelompoknya.</p>
<p>Sayangnya, kebencian terhadap kaum aristokrat yang memiliki moralitas tuan ini tidak membuat kaum budak menjadi terpacu untuk memperbaiki dirinya, pun juga tak serta merta membuat mereka berani melawan (perang) secara terang-terangan dan merebut segala yang dipunyai kaum aristokrat ini untuk sebesar-besarnya kemakmuran golongan mereka. Kebencian mereka lebih terlihat seperti gerundelan tak puas yang tak menghasilkan apa-apa.</p>
<p>Perang yang mereka lakukan hanya terjadi di dunia antah berantah untuk kemudian diaplikasikan ke dunia nyata dengan cara membalikan nilai-nilai. Pembalikan nilai-nilai itu antara lain dengan menganggap kum aristokrat yang tadinya mereka anggap tinggi dan agung menjadi nilai-nilai rendah yang berkubang dosa. Kaum aristokrat digambarkannya sebagai manusia berlumur dosa karena keserakahan mereka dalam mencari kemakmuran duniawi dan siksa neraka pantas mereka terima sebagai balasannya. Pembalasan dendam itu tidak dilaksanakan oleh mereka, melainkan oleh sebuah entitas entah bernama Tuhan di akhirat kelak.   </p>
<p>Dengan penghiburan seperti itu, dendam mereka terhadap kaum aristokrat merasa terlampiaskan dengan mematok nilai-nilai berbalik yang menganggap kaum aristokrat selaku orang jahat yang layak digoreng di neraka oleh sebuah entitas yang mereka ciptakan yakni Tuhan sebagai eksekutor dari nilai-nilai aristokrasi tadi. Setelah ajang penghiburan diri yang semu dengan diciptakannya Tuhan selaku eksekutor agung atas dosa-dosa yang dilakukan kaum di atas mereka menjadikan mereka lena dengan segala persoalan yang menghimpit. Mereka mulai berpikir jika ada sesuatu yang bernama penghukuman mestinya ada pula apa yang disebut sebagai hadiah atau karunia. Terciptalah surga, sambil mereka lupa jika sebenarnya dulu konsep penghukuman bernama neraka itu pada kenyataannya diciptakan oleh mereka sendiri. Mereka meyakini bahwa orang-orang tak beruntung di dunia seperti mereka layak diganjar kenikmatan tanpa batas di surga kelak. Itulah sebabnya kenapa Nietzsche menganggap bahwa moralitas budak begitu berbahaya dan memiskinkan kemanusiaan. Oleh karenanya, menurut Nietzsche sistem yang melahirkan moralitas budak seperti itu mesti segera didekonstruksi, dan langkah pertama yang paling tepat adalah dengan membunuh sumber dari malapetaka itu sendiri yakni Tuhan.</p>
<p>Tuhan harus dibunuh sebagai idealisasi dari rasa benci dari sebuah rasa ketakberdayaan kaum budak terhadap kaum aristokrat. Lebih jauh, Tuhan harus dibunuh karena ia telah sedemikian kronisnya digunakan sebagai penghiburan diri atas kemalasan mereka menjadi sosok manusia unggul. Bagaimana tidak, dengan adanya Tuhan beserta janji-janji pembalasan dan hadiah di dunia fiktif (neraka dan surga) membuat kaum budak berdamai dengan kegagalan, kelemahan, kekalahan dan sebagainya tanpa ada upaya untuk bangkit sama sekali. Mereka menyerah pada kungkungan nasib yang diciptakan oleh entitas yang mereka puja, karena mereka pikir dengan sikap fatalis seperti itu mereka telah berbuat kebajikan dan layak diganjar dengan hadiah surgawi dengan kenikmatannya yang tanpa batas itu. </p>
<p>Setelah membunuh Tuhan, langkah dekonstruksi kedua yang dilakukan Nietasche adalah menciptakan satu sosok manusia super (ubermench). Sosok yang bisa diraih dan akomodatif dengan langkah-langkah menuju keagungan. Pernyataan manusia terhadap manusia unggul itu dapat ditemukan dalam satu kutipan terkenal yang terdapat dalam <i>Thus Spoke Zarathustra</i> yakni:</p>
<blockquote><p>dahulu dosa yang terbesar adalah dosa melawan Tuhan; tetapi Tuhan sudah mati, dan bersama dia matilah pula mereka yang berdosa itu. Sudah tiba waktunya bagi manusia untuk menentukan tujuan bagi dirinya sendiri. Sudah tiba saatnya bagi manusia untuk menanam bibit harapannya yang seunggul-unggulnya.</p></blockquote>
<p>Dengan kata lain, manusia unggul yang diciptakan Noetzsche ini adalah sebuah upaya untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Tuhan begitu Tuhan mati (terbunuh). Tapi, berbeda dengan sosok Tuhan yang memiliki dua sisi kepribadian sebagai yang maha memberi hadiah sekaligus maha pemberi hukuman, manusia unggul yang tercermin dalam diri Zarathustra lebih membumi. Ia menjadi sosok yang memberi panutan bahwa setiap individu berhak menentukan jalan hidup yang terbaik baginya tanpa harus ada embel-embel penghukuman dan ganjaran di dunia setelah mati. Manusia harus menjadi sosok yang mencintai nasibnya (amorfati) seperti pernyataan Nietzsche sendiri: <i>&#8220;semboyanku ialah Amor fati: &#8230;tidak saja tabah menanggung segala keharusan (penderitaan), melainkan juga mencintainya.&#8221;</i></p>
<p>Amor fati adalah sebentuk kecintaan manusia pada hidup dan kehidupannya dengan sama sekali menolak untuk melarikan diri keduania antah berantah yang disebut akhirat. Dengan konsepsi seperti ini, bisa ditebak bahwa Nietzsche tak mengakui adanya dunia akhirat  sebagai keabadian sejati, yang mendegradasikan hidup di dunia, sebagai kesementaraan tanpa makna; akhirat di mana Tuhan akan mengeksekusi yang jahat. Bagi Nietzsche, kepercayan kepada Tuhan hanya akan mengasingkan manusia dari kemanusiaannya sendiri yang ducerminkan dengan gaya hidupnya yang asketis itu. menurutnya, moralitas dan mentalitas agama tak lebih dari sentimen dari orang-orang yang kalah dalam kehidupan di dunia, oleh karenanya mereka kemudian berharap bahwa setelah menjalani muramnya hidup di dunia, mereka pantas dihadiahi surga atas kesabaran dan ketabahan mereka menjalani penderitaan hidup di dunia. untuk alasan itulah Nietzsche dengan lantang mengatakan bahwa Tuhan sudah selayaknya dieliminasi dari kehidupan manusia. Tuhan harus dibunuh!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=197&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2010/08/01/moral-budak-yang-berbahaya-di-mata-nietzsche/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cemas</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2010/07/19/cemas/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2010/07/19/cemas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 08:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nietzsche]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Jika kau cemas tidurlah sebagai jeda untuk kecemasan berikutnya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=192&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kau cemas<br />
tidurlah sebagai jeda untuk kecemasan berikutnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=192&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2010/07/19/cemas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Rokok, Bir dan KUHP</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2010/02/12/antara-rokok-bir-dan-kuhp/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2010/02/12/antara-rokok-bir-dan-kuhp/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 15:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[kacau]]></category>
		<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Melacur]]></category>
		<category><![CDATA[Banci]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Mabuk]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2010/02/12/antara-rokok-bir-dan-kuhp/</guid>
		<description><![CDATA[Malam tadi, ketika saya punya kesempatan pulang pagi lagi&#8230; (ah, setelah sekian lama) saya mengulang kebiasaan ketika muda dulu *uhukk.. uhukk..* yaitu memperhatikan aktifitas para pekerja malam di pinggir-pinggir jalan yang saya lewati dengan kepala memberat karena perut terlalu penuh dengan minuman temuan manusia paling revolusioner; Bir. Pemandangan yang saya temui malam tadi masih tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=190&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam tadi, ketika saya punya kesempatan pulang pagi lagi&#8230; (ah, setelah sekian lama) saya mengulang kebiasaan ketika muda dulu *uhukk.. uhukk..* yaitu memperhatikan aktifitas para pekerja malam di pinggir-pinggir jalan yang saya lewati dengan kepala memberat karena perut terlalu penuh dengan minuman temuan manusia paling revolusioner; Bir. Pemandangan yang saya temui malam tadi masih tak berubah dan persis seperti dulu. Wanita penjual lendir, waria yang menawarkan jasa sedot, tukang becak yang bergelung macam kucing, pemilik warteg yang terkantuk-kantuk,  kuli pocok di depan pasar dan sebagainya. Dan ini dia, kecuali mereka yang tidur dan terkantuk-kantuk, sebagian besar orang-orang yang saya temui itu mengapit sebatang rokok menyala di sela jari-jarinya. Yupe.. mereka semua adalah perokok!!</p>
<p>Dulu biasanya dari sederet pelakon kehidupan malam pinggir jalan yang saya temui, hal yang paling membuat saya suka adalah para waria berdandan menor yang sedang merokok. Selain suka dengan gaya mereka ketika memasukkan rokok ke bibirnya dengan gerakan slow motion dan sesekali berteriak seksi ke pengguna jalan yang melambat; &#8220;Ayo mas mampir. Garansi, kena gigi uang kembali,&#8221; tapi juga dengan melihat para waria merokok itu, saya jadi punya senjata pamungkas ketika ada kawan yang mengolok-olok saya sebagai banci karena tetap bertahan dengan style saya yang tak juga mau merokok. </p>
<p>Tapi tadi malam, entah kerasukan tuhan mana, tiba-tiba saya merasa senasib dengan para perokok itu. senasib karena sama-sama merasa jadi korban kebiadaban pembunuhan massal terselebung yang dilakukan oleh para pemilik pabrik penyumbang pajak terbesar di negeri ini. Pabrik rokok dan pabrik minuman keras. Ah, konsfirasi pembunuhan massal itu kurang tepat kiranya. Ah, iya.. tepatnya sebuah konsfirasi legal untuk membantu orang lain yang ingin mengakhiri hidupnya. Bunuh diri. Dianggap legal oleh pemerintah karena tindakan-tindakan atau upaya bunuh diri yang kami lakukan adalah dalam jangka waktu yang lebih lama, meski pada akhirnya memberikan hasil yang sama: MATI!!!<span id="more-190"></span>     </p>
<p>Entah tersebab apa, pemerintah sampai tulisan ini diketik masih tetap memberikan izin beroperasi pada kedua jenis pabrik itu, padahal dampak yang ditimbulkan dari mengkonsumsi hasil produk mereka jelas; nyicil nyawa. Namanya rokok dan bir kan bukan jenis barang yang bisa disalah gunakan. Kedua produk itu tujuannya pasti. Karena sependek yang saya tahu, yang disebut penyalahgunaan adalah ketika konsumen mengkonsumsi sebuah produk untuk tujuan lain semisal menenggak racun tikus yang jelas-jelas untuk memberantas tikus.</p>
<p>Nah, karena saya haqul yakin bahwa baik pabrik rokok maupun pabrik bir adalah pelaku yang membantu seseorang untuk mengakhiri hidupnya, maka saya pun kemudian mencari tahu adakah perbuatan membantu orang lain untuk bunuh diri itu sebagai sesuatu yang melanggar hukum? Dan, eureka&#8230; ketemu!! Saya menemukan pasal berikut di lembaran Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kita yang berbunyi seperti ini: </p>
<blockquote><p>Barang siapa sengaja mendorong orang lain untuk bunuh diri, menolongnya dalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun kalau orang itu jadi bunuh diri. <b>(Pasal 345 KUHP  Bab XIX tentang Kejahatan Terhadap Nyawa)</b></p></blockquote>
<p>Pertanyaannya kemudian adalah, kalau UU ITE bisa dijadikan pasal karet maka bisakah pasal di atas digunakan untuk menjerat para pemilik pabrik, pemegang saham, para karyawan dan penjual dari kedua jenis produk tersebut?</p>
<p>Lagi pula, kalau cuma melarang kami selaku pecandu, meski dengan segudang argumen horror macam perokok tak boleh mendapat fasilitas GASKIN, minuman itu haram, tak bagus buat jantung, denda 50 juta dan sebagainya, tak akan mempan. Toh, kami sadar kami sedang bunuh diri. Kami sadar kami sedang merusak kesehatan diri sendiri, dan itu hak kami. Tubuh-tubuh kami, nyawa-nyawa kami, duit-duit kami dan sebagainya (dikecualikan untuk para perokok yang suka klepas-klepus di sembarang tempat, dan pemabuk yang mengganggu ketentraman umum). Dan untuk itu kami yakin bahwa merusak kesehatan diri sendiri maupun bunuh diri adalah hak asasi manusia yang tak layak dihalang-halangi.   </p>
<p>Saya pribadi, meski sudah serenta ini masih tetap minum meski banyak teman-teman sudah berhenti tersebab ketakberesan jantungnya, karena kini mereka kalau tetap memaksa menenggak segelas bir maka harus juga memesan satu ambulans sekaligus pada waktu yang bersamaan. Dan jelas itu harga sangat mahal untuk segelas bir. Saya tetap minum karena saya ingin ketika mati nanti asuransi saya tetap bisa dinikmati keluarga, sementara hidup susah begini. Jadi pendeknya, karena hidup begini susah maka apalah gunanya hidup? Tapi jika saya memilih bunuh diri dengan senapan, disamping sakit dan tingkat keberhasilannya belum pasti, tentu keluarga saya akan kehilangan manfaat asuransi. Tapi jika saya melakukannya dengan mabuk, disamping nikmat, keluarga saya tentu akan tetap mendapatkan asuransinya.  </p>
<p>Maka sebagai penutup, benarlah kiranya apa yang dikatakan Tuhannya Neale Donald Walsch dalam Conversations with God, bahwa jika seorang dokter membantumu bunuh diri, ini disebut pembunuhan yang tidak direncanakan, sementara jika pabrik rokok yang membantu, ini disebut perdagangan.</p>
<p>*ditulis dalam keadaan yang agak kacau karena keracunan etil*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=190&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2010/02/12/antara-rokok-bir-dan-kuhp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Neraka Itu Bernama Pasar Bebas</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2010/01/17/neraka-itu-bernama-pasar-bebas/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2010/01/17/neraka-itu-bernama-pasar-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 21:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[kacau]]></category>
		<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Melacur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2010/01/17/neraka-itu-bernama-pasar-bebas/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi pelaku usaha kecil di Indonesia memang siyal luar biasa. Bulan Januari yang sejatinya jadi bulan awal pengharapan baru kini berubah menjadi bulan yang bikin tensi darah saya meningkat dan jantung saya sering dagdigdug tak terkendali. Ada apa gerangan? Apa lagi kalau bukan makin membanjirnya barang-barang impor dari China di pasaran. Sebagai pelaku usaha kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=189&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi pelaku usaha kecil di Indonesia memang siyal luar biasa. Bulan Januari yang sejatinya jadi bulan awal pengharapan baru kini berubah menjadi bulan yang bikin tensi darah saya meningkat dan jantung saya sering dagdigdug tak terkendali. Ada apa gerangan? Apa lagi kalau bukan makin membanjirnya barang-barang impor dari China di pasaran. Sebagai pelaku usaha kecil yang stok barangnya mengandalkan buatan dalam negeri seperti baju hamil, peralatan bayi, baju anak-anak dan sebagainya kini mau tak mau harus bersaing dengan barang-barang dari China yang jelas lebih murah. </p>
<p>Mau ikut-ikutan latah jual barang dari China? Itu dia masalahnya. Persetan dengan nasionalisme yang sering digadang-gadangkan pejabat yang konon harus menjual produk dalam negeri. Saya pun sebenarnya sangat-sangat tertarik (ngebet malah) untuk ikut juga menjual produk yang lebih murah itu. Tapi masalahnya, berbeda dengan produk dalam negeri yang biasa pake sistem titip jual alias laku baru bayar, barang-barang dari nenek moyang saya itu hampir semuanya mesti bayar kontan. Tak ada itu sistem bayar separoh atau sejenisnya.</p>
<p>Solusinya agar tak gulung tikar? Saya mondar-mandir cari hutang. Bertumpuk-tumpuk proposal saya sebar. Semuanya dengan satu tujuan pasti, demi juga ikut euphoria menjual barang murah meriah itu.  Hasilnya? Tak satu pun dari proposal yang saya kirim menghasilkan tambahan modal yang saya butuhkan. Kecewa? Oh tentu tidak. Silahkan anda-anda menganggapnya sebagai denial. Tapi saya memang tidak kecewa kok. Mungkin ini yang disebut adaptasi. Ketika kita tak mampu mendikte instansi-instansi pemerintah yang ogah mengucurkan dananya maka mau tak mau, yang harus saya lakukan adalah bertahan dengan segala yang saya punya. Maka dari itu ketika seorang <a href="http://anarkidiri.wordpress.com/">kawan</a> bertanya apakah saya kecewa karenanya, saya menjawab, &#8220;Saya ini sesombong dirimu. Emang kalo tak hidup di ketiak negara lantas mereka pikir saya akan mati karenanya. Persetan dengan UMKM sialan itu. Mungkin saya mau ngelamar kerja aja. Jadi gigolo kalo perlu.&#8221;</p>
<p>Lantas karena orang bijak sering ngomong bahwa dibalik segala kejadian selalu terselip hikmah. Saya pun mencari-cari hikmah yang mungkin saya dapat. Dan, eureka&#8230;. bingo.. memang benar ada hikmahnya. Hikmahnya adalah saya bisa update blog ini. Tak kurang dan tak lebih!        </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=189&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2010/01/17/neraka-itu-bernama-pasar-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru a la F.W Nietzsche</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2010/01/01/selamat-tahun-baru-a-la%c2%a0f-w-nietzsche/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2010/01/01/selamat-tahun-baru-a-la%c2%a0f-w-nietzsche/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 17:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Literer]]></category>
		<category><![CDATA[Nietzsche]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[Zarathustra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2010/01/01/selamat-tahun-baru-a-la%c2%a0f-w-nietzsche/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk tahun baru. Aku masih hidup. Aku masih berpikir: Aku harus terus hidup karena aku harus terus berpikir. Sum, ergo cogito: cogito, ergo sum. Hari ini setiap orang diizinkan untuk mengekspresikan hasrat dan pikiran paling intimnya: maka aku pun hendak katakan apa yang telah kuhasratkan dari diriku hari ini dan pikiran apa yang melintas di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=188&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk tahun baru. Aku masih hidup. Aku masih berpikir: Aku harus terus hidup karena aku harus terus berpikir. Sum, ergo cogito: cogito, ergo sum. Hari ini setiap orang diizinkan untuk mengekspresikan hasrat dan pikiran paling intimnya: maka aku pun hendak katakan apa yang telah kuhasratkan dari diriku hari ini dan pikiran apa yang melintas di hatiku tahun ini- pikiran yang akan menjadi basis, menjamin dan memaniskan seluruh kehidupanku di masa datang!</p>
<p>Aku ingin belajar lagi dan lagi untuk melihat apa yang diperlukan dalam benda-benda, umpamanya keindahan yang terdapat padanya- maka aku akan menjadi salah satu orang yang menjadikan benda-benda cantik. Amor fati: semoga itu menjadi cintaku sejak sekarang!</p>
<p>Aku tidak ingin memerangi yang buruk. Aku tak ingin mendakwa, aku bahkan tak ingin mendakwa para pendakwa. Semoga berpaling menjadi satu-satunya bentuk penolakanku! Dan, walhasil: Aku ingin selamanya menjadi sekedar pengamin, affirmer (ein Ja-sagender)!</p>
<p>::The Gay Science, 276::</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=188&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2010/01/01/selamat-tahun-baru-a-la%c2%a0f-w-nietzsche/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisruh para Kurawa</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2009/11/05/kisruh-para-kurawa/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2009/11/05/kisruh-para-kurawa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 18:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Melacur]]></category>
		<category><![CDATA[copy paste]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[nyentil]]></category>
		<category><![CDATA[polri]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2009/11/05/kisruh-para-kurawa/</guid>
		<description><![CDATA[Mendung kelam menggantung di langit Hastina, walau sebenarnya di hati para punggawanya sedang memendam bara melebihi teriknya kemarau. Adipati Karna yang kejibah mengurusi keamanan negri para Kurawa itu sedang pusing setengah mati. Institusinya sedang disorot kawula wayang seantero negri, karena ternyata si licik Sengkuni menyusup sekaligus menitis pada salah satu anak buahnya yang mengepalai bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=187&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendung kelam menggantung di langit Hastina, walau sebenarnya di hati para punggawanya sedang memendam bara melebihi teriknya kemarau. Adipati Karna yang kejibah mengurusi keamanan negri para Kurawa itu sedang pusing setengah mati. Institusinya sedang disorot kawula wayang seantero negri, karena ternyata si licik Sengkuni menyusup sekaligus menitis pada salah satu anak buahnya yang mengepalai bagian reskrim, Dursasana.</p>
<p>Dursasana, yang terkenal congkak dan suka memaki itu pernah dengan bangga menyebut lembaganya sebagai &#8216;buaya&#8217; karena kebetulan sedang berusaha mengobrak-abrik lembaga lain yang ber-call sign &#8216;cicak&#8217;. Belakangan Adipati Karna sampai harus meminta maaf dan meminta media tidak lagi menggunakan istilah ini. Rupanya beliau punya rasa jengah juga.<span id="more-187"></span></p>
<p>Cicak ini sebenarnya sebuah lembaga berlabel Komisi Anti Wayang Korup, awalnya disiapkan untuk menampilkan sisi keren negri Hastina yang bertugas memberantas korupsi yang sudah membudaya. Kurawa gityu loch&#8230;.. Ternyata si cicak berani menyerempetkan tugasnya pada lembaga si buaya yang selama ini tak tersentuh.</p>
<p>Buaya meradang, Dursasana tampil mengusung bara dendam, serta merta dua punggawa &#8216;cicak&#8217; diciduk agar tidak berkoar di media, begitu alibinya. Perkara dakwaan diurus dan disusun skenarionya belakangan. Makin kuruslah si cicak karena senopatinya, Kumbakarna, telah dipenjarakan sebelumnya.</p>
<p>Adipati Karna makin semruweng karena Citraksa yang menjadi komandan public relation lembaganya ikut-ikutan memakai pita hitam saat tampil pada sebuah acara dialog di televisi bertajuk &#8216;Buaya memperkosa Cicak&#8217;.</p>
<p>Hari ini tadi masyarakat dunia wayang disuguhi tontonan box office bertajuk &#8216;Sidang Mahkamah Penguji Undang-undang&#8217; yang menampilkan operet AADC (Ada Apa Dengan Cicak). Operet ini begitu menyedot perhatian para kawula, hingga wayangsiji.tv sampai merasa perlu meliburkan program director nya karena satu hari penuh ini tidak membutuhkan susunan jadwal tayangan lain.</p>
<p>Sementara, Prabu Duryudana, pemimpin tertinggi Hastina, yang sejak awal kekisruhan ini cuma kalem-kalem saja semakin tenggelam dalam semadinya. Beliau hanya menghimbau kepada semua untuk bersabar, biarlah semuanya diselesaikan dalam mekanisme hukum yang berlaku di negri ini, Hastina, negri para Kurawa!</p>
<p>___________<br />
Hasil copas dari note facebook-nya <a href="http://m.facebook.com/note.php?re396d838&amp;note_id=169436987140&amp;refid=22">T. Arif Surono a.k.a Sayur</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=187&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2009/11/05/kisruh-para-kurawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Seksual Anak-anak Karya Sigmund Freud</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2009/10/22/teori-seksual-anak-anak-karya-sigmund-freud/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2009/10/22/teori-seksual-anak-anak-karya-sigmund-freud/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 09:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Literer]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah buku]]></category>
		<category><![CDATA[Freud]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>
		<category><![CDATA[Teory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2009/10/22/teori-seksual-anak-anak-karya-sigmund-freud/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terilhami oleh perilaku anak saya yang kelihatan begitu senang bila sudah mengemut kain ketika menjelang tidur. Dan bila sudah melakukan ritual tersebut biasanya anak saya akan tertidur dengan sendirinya. Kebiasaan inilah yang kemudian membuat saya bertanya-tanya dan sedikit khawatir takut kalau-kalau kebiasaan ini nantinya akan terbawa sampai ketika ia dewasa. Sebagai seorang laki-laki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=184&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terilhami oleh perilaku anak saya yang kelihatan begitu senang bila sudah mengemut kain ketika menjelang tidur. Dan bila sudah melakukan ritual tersebut biasanya anak saya akan tertidur dengan sendirinya. Kebiasaan inilah yang kemudian membuat saya bertanya-tanya dan sedikit khawatir takut kalau-kalau kebiasaan ini nantinya akan terbawa sampai ketika ia dewasa. Sebagai seorang laki-laki yang baru saja mempunyai anak tentu saja pengetahuan dan pengalaman saya tentang hal ini sangat minim, dan dari yang saya lihat pada anak-anak yang saya temui tak satu pun yang memiliki kebiasaan seperti yang dilakukan anak saya. Dari setiap bayi yang saya lihat sebagian besar adalah mengemut jempolnya sendiri dan tak satu pun yang mengemut kain seperti kebiasaan anak saya. Takut kalau-kalau kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang menyimpang membuat saya bertanya pada <a href="www.google.com/"> mbah google</a>. Tapi entah karena keyword yang saya masukan kurang tepat atau apa saya tak menemukan jawaban setara yang membuat keingintahuan saya terpuaskan.</p>
<p>Pencarian ini kemudian saya lanjutkan ke kios buku bekas di Pasar Burung, Palembang tiga hari yang lalu dengan satu harapan besar bahwa disini saya akan menemukan jawaban yang saya cari. Tapi apa lacur, kios buku bekas merupakan belantara ilmu yang kelewat membingungkan untuk mencari sesuatu yang begitu spesifik macam ini. Tak ada satu pun buku yang berjudul <b>Kebiasaan Bayi Mengemut Kain Menjelang Tidur</b> di rak buku yang segitu padatnya itu <strike>yaiya lah, nyet.. disamping judul tersebut tidak menjuwal, tentu juga judul itu kelewat panjang</strike>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi tenang saja, keluar dari kios buku dengan tangan hampa bukan merupakan kebiasaan saya. Saya pulang dengan membawa serta empat buku sekaligus yaitu : <i>Empat Sandiwara Orang Melayu (Wirsan Hadi), Manusia Pascamodern, Semesta, dan Tuhan (Y.B. Mangunwijaya), Titik Nadir Demokrasi (Emha Ainun Nadjib)</i> dan <i>Three Essay on Sexuality (Sigmund Freud)</i>.  Lumayanlah, tiga buku untuk menemani saya selama di mobil yang mengantar saya pulang ke Cirebon nanti. Dan yang satunya yaitu buku yang berjudul <b><i>Three Essay on Sexuality</i></b> karya Sigmund Freud yang sedikit banyak berhubungan dengan kebiasaan anak saya akan saya coba review di postingan kali ini.  Oh iya, gara-gara takut ketinggian yang akut saya bersikukuh untuk naik bis saja meski istri saya terus merengek untuk naik pesawat terbang dengan alasan biar lebih cepat sampai ke Cirebon. Tapi sudahlah, takut ya takut. Lagi pula saya terlalu takut jatuh dari ketinggian untuk jarak yang kelewat dekat.<span id="more-184"></span></p>
<p>Ok, seakarang kita mulai saja reviewnya&#8230;.</p>
<p>Sebenarnya buku yang diterbitkan oleh Freud pada tahun 1905 ini membahas tentang seksualitas secara keseluruhan seperti definisi seksual, penyimpangan seksual seperti homoseksual, lesbi, (Freud menyebutnya dengan istilah invert) orang-orang yang terangsang pada benda tak bergerak seperti celana dalam, atau bagian tubuh yang tak semestinya seperti rambut, ketiak termasuk bau keringat dan sebagainya (Freud menggolongkan jenis ini sebagai pervert) seks oral dan anal, sadisme dan masokhisme, inses dan masih banyak lagi. Tapi saya tidak akan membahas semua karena untuk saat ini saya hanya ingin membahas satu bab saja yaitu tentang perilaku seksual pada anak-anak. Untuk hal-hal lain di atas mungkin akan saya bahas pada lain kesempatan.</p>
<p>Menurut Freud pada dasarnya impuls seksual telah ada sejak manusia dilahirkan, tetapi dengan segera terabaikan oleh proses represi yang progresif. Dan tujuan dari semua kegiatan seksual di masa kecil adalah mendapatkan pemuasan dengan merangsang <b>zona erotogenik</b>, tapi kemudian mereda kembali pada usia 6 &#8211; 8 tahun untuk kemudian muncul lagi pada saat memasuki masa pubertas. Jedah seksual pada masa ini oleh Freud disebut sebagai <b>periode latensi</b>.</p>
<p><b>Eksplorasi Seksual di Masa Kecil</b><br />
Menurut Freud secara kodrati anak-anak ingin tahu tentang seksualitas. Anak-anak itu ingin tahu sebenarnya dari mana bayi-bayi lahir, dan oleh karena sebab apa. Secara umum mereka beranggapan bahwa keluarnya bayi adalah dari anus, sebagaimana yang ia tahu tentang keluarnya kotoran.</p>
<p>Tak hanya bagaimana dan karena apa keluarnya bayi, anak-anak pun punya keingin tahuan yang sangat besar terhadap lawan jenisnya. Dan karena mereka tidak pernah mendapat penjelasan yang bisa diterima akal mereka dari orang tua atau pengasuh mereka maka pengungkapan masalah ini pada akhirnya membuat traumatik. Pada anak laki-laki misalnya, mereka sangat takut akan kehilangan penisnya (kompleks pengebirian) karena mereka melihat anak gadis tak memiliki penis dan itu dianggap karena para anak gadis adalah korban dari pengebirian oleh orang tua mereka. Sedangkan pada anak perempuan bisa mengalami dengan apa yang disebutnya &#8216;penis envy&#8217; yang parah, membuatnya dipenuhi dengan kecemburuan terhadap organ lelaki itu dan dengan segera ingin menjadi laki-laki.</p>
<p>Freud juga menyatakan bahwa pada saat menyaksikan orang dewasa sedang bersenggama, anak-anak selalu berpendapat bahwa mereka sedang berkelahi. Adanya noktah darah di seprey atau celana dalam orang tua mereka ketika menstruasi justru makin memperparah pendapat menyeramkan itu.</p>
<p>Kemudian dengan pelan-pelan Freud pun mengembangkan gagasannya mengenai seksualitas anak-anak ini dan membaginya dalam beberapa tahap krusial yang akan dilewati oleh kanak-kanak dalam hal pengalaman seksualitasnya. Beberapa tahap dari seksualitas kanak-kanak ini antara lain sebagai berikut :</p>
<ul>
<li><b>Tahap Oral</b><br />
Perasaan seksual anak yang pertama kali muncul adalah ketika sang anak mengemut puting payudara ibunya. Pada tahap yang sangat dini dan dimulai sejak anak dilahirkan hingga sekitar usia satu tahun ini , ibu merupakan objek seksual sang anak. Periode ini pun kemudian berlanjut pada tahap seksualitas masa kecil dimana sang anak akan terkesan akan penginderaan tubuhnya sendiri yang ditandai dengan kebiasaan bayi mengemut banyak bagian tubuhnya terutama jempolnya sendiri. Kebiasaan mengemut jempol dan benda-benda lain yang menempel di bagian tubuhnya seperti baju yang ia pakai dan sebagainya ini adalah merupakan kelanjutan dari mengemut puting susu ibunya. Emutan ini bersifat ritmis dan seringkali juga disertai dengan gesekan. Freud mengatakan bahwa hal ini akan mengarah pada masturbasi. Kegiatan ini sangat mengasyikan dan nyaman serta sering kali mengantar sang bayi pada tidur nyenyaknya.</li>
<li><b>Tahap Anal</b><br />
Tahap ini berlangsung antara umur 1 hingga 3 tahun yang oleh Freud disebut sebagai fase latihan kamar kecil yakni fase ketika sang anak belajar untuk mengendalikan kandung kemih dan isi perutnya. Menurut Freud pada tahap ini anak-anak akan merasa sangat bangga karena bisa menghasilkan kotorannya sendiri. Ketika menjalani latihan kamar kecil ini, anak-anak seringkali memegang-megang kotorannya sendiri, karena ia ingin menikmati kesenangan erotis ketika mampu menghasilkan kotoran secara pribadi.</li>
<li><b>Tahap Phallic</b><br />
Tahap ini berlangsung antara umur 3 hingga 5 tahun. Sekarang genital menjadi zona erogen dan anak mulai melakukan masturbasi. Zona genital anak kecil oleh ibunya sering dicuci, digesek dan sebagainya ketika sehabis buang kotoran atau pun mandi yang tanpa disadari oleh ibunya bahwa ketika terjadi gesekan, bilasan dan sebagainya ini membuat sang anak merasa nyaman dan terangsang. Dan dengan segera sang anak pun kemudian mencoba untuk melakukannya sendiri dengan gesekan tangan atau dengan merapatkan paha. Disamping perpindahan zina rangsangan yang mengarah ke zona genital, pada masa ini pun menurut Freud semua anak pada tahap ini khusus untuk anak perempuan merasakan &#8216;penis envy&#8217; yaitu sebuah kecemburuan kepada anak laki-laki yang memiliki penis. Para anak perempuan melihat diri mereka sendiri telah dikebiri oleh orang tuanya. Dalam tahap ini juga berkembang kompleks Oedipus yakni sang anak akan jatuh cinta pada ibunya sendiri  dan menjadi cemburu terhadap ayahnya serta ingin membunuh serta menyingkirkan ayahnya agar tak menghalanginya.</li>
<li><b>Tahap Latensi</b><br />
Menurut Freud, perasaan dari tahap Oedipal akhirnya ditekan dan dorongan dorongan seksual mereda hingga tibanya masa pubertas.</li>
<li><b>Tahap Genital</b><br />
Tahap terakhir pada perkembangan seksual pun adalah tahap genital ini yang berlangsung sejak pubertas dan seterusnya. Pada tahap ini terjadi pembaharuan terhadap minat seksual dan objek yang baru pun ditemukan untuk pelampiasan dorongan seksnya.</li>
</ul>
<p>Teori Freud mengenai tahap-tahap yang dilalui oleh anak-anak hingga kemudian dewasa ini sendiri sebenarnya pada masa sekarang banyak ditentang karena banyak teorinya yang terkesan berlebihan seperti keinginan seorang anak membunuh ayahnya dalam Oedipus kompleks, bangga dan merasa nikmatnya anak-anak ketika mampu menghasilkan kotoran besar dan sebagainya, tapi dari kekurangan teori Freud ini toh masih banyak juga teorinya yang saya anggap cukup masuk akal dan layak dipikirkan lebih lanjut. Toh, namanya juga teori, wajar dong kalau masih banyak bolong-bolongnya&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=184&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2009/10/22/teori-seksual-anak-anak-karya-sigmund-freud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permintaan Terakhir Sebelum Eksekusi</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2009/10/02/permintaan-terakhir-sebelum-eksekusi/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2009/10/02/permintaan-terakhir-sebelum-eksekusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[kacau]]></category>
		<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Melacur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2009/10/02/permintaan-terakhir-sebelum-eksekusi/</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang dari mereka yang bertubuh gemuk dengan susah payah bangun dan mengatupkan kedua tangannya. Kelopak matanya yang sebelah kiri terkatup dan di sana sini tersembul darah kering. Dengan wajah bersungguh-sungguh ia menatap kedua kawannya, &#8220;Anakku, sebelum kalian meninggalkan dunia, apa yang kalian inginkan? Tuhan menyertai kalian&#8230;&#8230;,&#8221; lalu ia merentangkan kedua tangannya di atas kepala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=183&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah seorang dari mereka yang bertubuh gemuk dengan susah payah bangun dan mengatupkan kedua tangannya. Kelopak matanya yang sebelah kiri terkatup dan di sana sini tersembul darah kering. Dengan wajah bersungguh-sungguh ia menatap kedua kawannya, &#8220;Anakku, sebelum kalian meninggalkan dunia, apa yang kalian inginkan? Tuhan menyertai kalian&#8230;&#8230;,&#8221; lalu ia merentangkan kedua tangannya di atas kepala kedua kawannya yang berusaha menahan senyum.</p>
<p>&#8220;Ya, Bapak&#8230;.,&#8221; jawab si Kacamata dengan suara gemetar, &#8220;Apakah sebuah permintaan yang bersifat duniawi masih akan dikabulkan oleh-Nya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu tergantung apakah wilayah permintaan itu sesuai dengan kebutuhanmu sebagai manusia, Anakku&#8230;.,&#8221; jawab si Gendut dengan suara bariton.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu ya Bapak&#8230;,&#8221; sambut si Kacamata sambil berlutut dan menengadah. Bibirnya menganga dan ujung-ujungnya tersembul air liur bercampur darah kering, &#8220;Karena jiwaku akan terbang ke samping-Nya besok pagi, sudikah kiranya aku diberi sesuatu yang dapat mengelus-eluskan ragaku&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa itu, Anakku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Anu, Bapak &#8230; Ngng &#8230;.,&#8221; si Kacamata melirik pada si Kurus yang mencoba jangan sampai gelak tawanya muncrat keluar.</p>
<p>&#8220;My child&#8230; What do you want?&#8221; si Gendut mengelus kepala si Kacamata.</p>
<p>&#8220;Bapak&#8230;. Saya ingin merasakan orgasme&#8230;&#8221;</p>
<p>****<br />
<b>Dicuplik dari cerpen Malam Terakhir (1989), karya Leila S. Chudori.</b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=183&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2009/10/02/permintaan-terakhir-sebelum-eksekusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untung Rugi Erosi Nasionalisme</title>
		<link>http://qzink666.wordpress.com/2009/08/15/untung-rugi-erosi-nasionalisme/</link>
		<comments>http://qzink666.wordpress.com/2009/08/15/untung-rugi-erosi-nasionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 14:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qzink666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Literer]]></category>
		<category><![CDATA[Melacur]]></category>
		<category><![CDATA[Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qzink666.wordpress.com/2009/08/15/untung-rugi-erosi-nasionalisme/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap menjelang perayaan 17 Agustusan (hari kemerdekaan) sering sekali saya mendengar kalimat baik yang berupa pertanyaan seperti, &#8220;Sudahkah kita benar-benar merdeka sebagai bangsa?&#8221; maupun kalimat yang berupa pernyataan seperti, &#8220;Dewasa ini generasi muda kita mengalami erosi nasionalisme dan cenderung kebarat-baratan&#8221; istilah kearab-araban, meskipun jelas-jelas terjadi di sekitar kita tapi hampir tak pernah disinggung. Nah, untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=182&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap menjelang perayaan 17 Agustusan (hari kemerdekaan) sering sekali saya mendengar kalimat baik yang berupa pertanyaan seperti, <b>&#8220;Sudahkah kita benar-benar merdeka sebagai bangsa?&#8221;</b> maupun kalimat yang berupa pernyataan seperti, <b>&#8220;Dewasa ini generasi muda kita mengalami erosi nasionalisme dan cenderung kebarat-baratan&#8221;</b> <strike>istilah kearab-araban, meskipun jelas-jelas terjadi di sekitar kita tapi hampir tak pernah disinggung</strike>. Nah, untuk menanggapi pernyataan terakhir itulah maka saya akan mencoba mengajak teman-teman semua untuk berurun rembug <strike>sengaja saya tidak pakai istilah brainstorming supaya tidak terkesan terlalu kebarat-baratan</strike> mengenai wacana erosi nasionalisme ini.</p>
<p>Sebelum saya masuk lebih jauh terlebih dahulu saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk menengok ke masa lalu pada masa di mana para pendiri bangsa kita menemukan rumusannya tentang satu nusa satu bangsa satu bahasa kita, Indonesia. Pada masa itu yang sekitar tahun 1920 &#8211; 1930-an, orang Jawa, Ambon, Sumatera, Bugis dan sebagainya, dan para muda-mudi terpelajar sebagai garda depan perintisnya menyatakan bahwa sudah saatnya kita keluar dari kungkungan manusia suku dan pulau menjadi manusia nasional yaitu Indonesia. Dan serta merta gagasan nasionalisme pun bergaung kemana-mana di Indonesia yang tak lagi berpikir bahwa Pulauku / sukuku (bisa juga agamaku) yang paling hebat, dan pulau atau suku lain adalah musuh atau sekurang-kurangnya saingan. Jadi dengan kata lain, nasionalisme yang ingin dirintis oleh generasi 28 kala itu adalah nasionalisme universal berdasarkan sila Ketuhanan yang maha esa dan sila keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dan bukannya nasionalisme sempit jiplakan Britania Raya yang mempunyai slogan <i>&#8220;Right or wrong,  my country&#8221;</i> atau nasionalisme membuta ala Adipati Karna yang berdasarkan balas budi, tidak juga nasionalisme picik ala Hitler atau Dai Nippon yang perangainya mengorbankan rakyat demi kejayaan palsu negara.<span id="more-182"></span></p>
<p>Oleh karena itu ketika kemudian dewasa ini para muda-mudi kita di Cirebon misalnya yang disamping tetap mendengarkan tarling juga menggemari lagu-lagunya Michael Jackson, atau muda-mudi yang di pelosok Kalimantan sekarang lebih suka memakai jeans belel dengan lobang di dengkul ala koboi sambil mendengarkan siaran radio Malaysia, atau muda &#8211; mudi kita yang begitu khatam membaca buku mengenai revolusi Perancis dan pemikir-pemikir luar negeri daripada buku-buku karya anak negeri semisal Ayat-Ayat Cinta maupun Laskar Pelangi, dan lebih kenal film-film Hollywood ketimbang Film horror pocong besutan anak negeri,  apakah itu lantas menggambarkan bahwa muda-mudi kita mengalami erosi nasionalisme? Untuk sebagian kecil mungkin ya, tapi&#8230; jika kemudian timbul pertanyaan apakah jenis erosi ini merugikan bangsa kita, maka jawaban saya adalah: TIDAK!!!</p>
<p>Tidak, karena menurut saya seperti halnya erosi yang dalam arti sesungguhnya meskipun menggundulkan gunung tapi juga dapat memperluas lahan pertanian di garis pantai. Maka, erosi nasionalisme jenis ini pun akhirnya dan pada kenyataannya akan membuka horizon pemikiran generasi muda serta memperkaya khasanah dimensi pengetahuan dan kesadaran. Maka, meskipun mereka lebih gemar dengan hal-hal yang berbau import toh tak bisa serta merta kita mengecap mereka sebagai tidak cinta tanah air. Toh, sepanjang yang mereka konsumsi bisa menggugah dan memperluas pemikiran, apa salahnya? Budaya dan kepribadian bangsa kita tidak akan punah seperti badak cula satu atau macan belang Sumatera hanya karena para generasi mudanya membaca buku dan menonton film luar negeri. Ini soal memperkaya dimensi kesadaran. Ini bagian dari evolusi semesta raya.</p>
<p>Dan pada dugaan saya, kesadaran macam inilah yang  sebenarnya dicita-citakan pendiri republik ini. Melompat dari fase suku ke fase nasional untuk kemudian lepas landas menjadi manusia pasca Indonesia yang plural dan berpikir multidimensional, bukan manusia yang berhenti pada tahap nasional dengan berpikir bahwa segala sesuatu yang datang dari barat salah dan membunuh kepribadian bangsa.</p>
<p>Setidaknya dengan melompat menjadi manusia pasca-Indonesia ini diharapkan tak ada lagi manusia-manusia berpikiran sempit yang menganggap bahwa negara saya adalah negara yang paling hebat, atau agama saya adalah agama yang paling benar, dan negara lain atau agama lain adalah salah dan pantas dimusnahkan. Dan dengan hilangnya paradigma berpikir macam itu untuk kedepannya otomatis membuat manusia Indonesia -tak peduli apapun suku dan agamanya- akan jadi lebih toleran dan lebih menghargai hak-hak asasi manusia, dan tak lagi dengan seenak udel meledakkan diri dikerumunan manusia yang kebetulan berbeda negara dan keyakinan, karena mereka merasa menjadi bagian dari warga dunia global yang dari manapun asal negaranya dan apa pun agamanya selama ia warga bumi maka dia adalah saudara.   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qzink666.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qzink666.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qzink666.wordpress.com&amp;blog=1856669&amp;post=182&amp;subd=qzink666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qzink666.wordpress.com/2009/08/15/untung-rugi-erosi-nasionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9493bd4fd7a5fa54ae9374e8c005627d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qzink666</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
