Cantik ya Putih

Desember 19, 2008

“Cantik ya putih,” Begitu kata Tengku Wisnu di iklan pemucat kulit. Dan idiom cantik itu putih sepertinya memang diamini oleh sekian ratus juta orang Indonesia termasuksayatentusaja. Terus, apa idiom ini juga diamini oleh sebagian besar orang Eropa?? Sepertinya tidak ya. Ini terbukti dari produk pemutih yang lebih banyak ditemukan di pasar Asia, termasuk Jepang dan China. Dan sebaliknya, merk yang sama menjual produk yang berlawanan di pasar Eropa dan Amerika.

Pada musim semi, produk kosmetik yang banyak beriklan di media ternyata adalah krim pencoklat kulit alias tanning cream. Juga banyak salon yang menyediakan mesin penyinar yang membikin kulit berwarna matang secara instan. Iklan tentang cantik itu cokelat pun digembor-gemborkan di media Eropa dan Amerika lewat model berbusana kembang-kembang yang menari diantara pohon kelapa, debur ombak, sinar matahari dan selancar. Eksotis memang, untuk negara yang tidak punya banyak sinar matahari.

Lalu kenapa selera warna kulit antara timur dan barat ini bisa begitu bertolak belakang?? Sebenarnya ada persoalan kelas juga disini. Kulit sawo matang menjadi begitu membetot karena ia datang satu paket dengan kemewahan, orang-orang yang memiliki banyak waktu luang untuk pergi ke tempat-tempat eksotis, mandi matahari, goler-goler di pantai. Sedangkan untuk kulit putih dianggap biasa karena memang kulit tersebut milik semua kelas di barat sono, mulai dari pengemis, kuli bangunan, pengamen, presiden, bahkan artis pakai warna kulit itu. Jadi tidak ada kelas tertentu yang terwakili.

Sedangkan di timur sendiri, khususnya Indonesia, warna kulit cokelat sudah beratus tahun diyakini sebagai milik para pekerja kasar, tukang becak, kuli bangunan, dll. Sedangkan untuk kulit putih di Indonesia terwakili oleh kaum priyayi dan orang-orang berpunya yang punya banyak duit untuk pergi ke tempat-tempat perawatan kulit. Ditambah lagi, mental bangsa terjajah belum sepenuhnya terhapus dari ingatan orang Indonesia, hingga apa pun yang kebule-bulean dianggap lebih yahud.

Maka jangan heran, meskipun di Indonesia sempat terungkap bahwa banyak produk pemucat kulit yang mengandung mercury yang berbahaya, toh produk-produk seperti itu tetap saja laris manis. Putih kan lebih yahud, jeung..

Tags: , , , ,

13 Tanggapan ke “Cantik ya Putih”

  1. qzink666 Berkata

    Putih memang cantik kok.. :D

  2. Catshade Berkata

    Sekarang para produsen kosmetik2 itu menghindari kata ‘putih’ atau ‘pucat’ dan berdalih produknya hanya ‘membuat kulit lebih cerah/bersih’ :D

  3. K. geddoe Berkata

    Saya bisa memahami kedua standar kecantikan yang disebut. :mrgreen:

  4. CY Berkata

    Putih di londo sono kasar Zink… udah pernah diraba blom? Nah kalo coklat halus, hehehe…
    *maksa*

  5. Burem Berkata

    putih emang cakep kok, asal jangan kelewatan ntar jadinya keputihan kan jadi nggak asyik.
    Tapi yg kulitnya agak gelap juga indah loh mas, gak ngebosenin.
    selera dapat mempengaruhi penilaian hitam atau putih.

  6. eMina Berkata

    *liat yang komen*
    cowo semua..

    putih memang cantik, hitam juga cantik, sawo matang juga cantik. meskipun tentu cantik yang sejati ^^
    semua wanita itu cantik.

  7. eMina Berkata

    ehhhhhhhhhhhhhhh salaaaah
    maksudnya
    meskipun belum tentu cantik yang sejati

    itu harusnya

  8. regso Berkata

    bojomu putih po hitam zink ? :D

  9. Fortynine Berkata

    Tapi katanya, buat orang ble, yang TIDAK berkulit putih lhooo yang menurut mereka adalah seksi

  10. zal Berkata

    ::yang komentar cantik itu ya..putih..pasti belum pernah ketemu babi putih… :)

  11. hidayat Berkata

    putih cantik…kalau hitam manis ya??he3x….


Tinggalkan Balasan