Pulang

Maret 5, 2008

Hey, kenapa kau tempelkan hidungmu di kaca jendela itu?
Nanti hidungmu membeku.
Habiskan cokelat hangat itu sebelum ia ikut membeku bersama hidungmu.

Hey, kau mengotori sofa kesayangan nenekmu,
bersihkan sebelum nenekmu melihatnya dari surga sana.

Ah, itu omelan dari bunda ketika saya sedang melaksanakan ritual rutin nan suci di kala hujan, duduk di pegangan sofa sambil menempelkan hidung saya dalam-dalam ke kaca jendela. Sebuah ritual yang begitu menyenangkan, karena setiap saya melakukannya saya seperti bisa mengintip rumah Ninurta, sang Budha milik bunda, laut, matahari terbit dan tenggelam, juga badai dan kecelakaan pesawat terbang. Sebuah perpaduan antara rasa sepi dan rasa sakit.

Sebuah sensasi yang sama seperti ketika saya bermain sepak bola sambil hujan-hujanan, dan bunda tidak menyukai itu. Lagi pula saya tidak peduli.

Ah, kali ini pun hujan, dan saya kembali melakukan ritual itu di rumah paman di cirebon. Tapi entah kenapa, saya tidak lagi merasakan sensasi itu. Saya kehilangan apa yang biasa saya rasakan ketika saya melakukannya di rumah. Aneh, padahal di sini saya lebih bebas melakukannya, tanpa omelan bunda, tanpa tatapan heran dari ayah. Tapi seperti ada yang tak lengkap. Seperti ada pasthice yang saya lewatkan. Satu bagian puzzle jigsaw duotone itu hilang entah kemana. Saya tak lagi bisa mengintip rumah Ninurta dan sang Budha dari kaca jendela paman.

Ah, ternyata ada begitu banyak hal yang saya lewatkan. Betapa segala sesuatu baru terasa begitu berarti setelah sesuatu itu telah hilang dari hidup kita. Betapa segala sesuatu memang terasa begitu manis pada masanya. Omelan bunda yang kemarin-kemarin begitu menyebalkan, betapa terasa sangat merdu hari ini. Menjadi sesuatu yang begitu saya rindukan. Menjadi alasan bagi sebuah kepulangan.

Ah, memang sepertinya saya harus pulang. Mengambil jatah omelan bunda yang merdu, menjemput Ninurta dan sang Budha, sekaligus menggenapkan puzzle jigsaw duotone yang sempat tercecer beberapa bagiannya..

.

.

.

.

*stel lagu Bunda-nya Melly Goeslaw sambil membayangkan Ayumi Hamasaki bugil*

gambar di ambil dari sini

Tags: , ,

29 Tanggapan ke “Pulang”

  1. qzink666 Berkata

    Mudik.. Mudik..

  2. Effendi Berkata

    *jewer telinga qzink*


  3. jadi mudik…??? nggak bawa laptop…??? ntar nenekmu yang nggak tau lagi di surga atau neraka atau bahkan nggak ada dimana-mana itu sedih lho…

    *diinjek mampus*

    duh… kamar saiyah nggak pernah ada jendelanya selama 16 tahun saiyah hidup ini….

  4. qzink666 Berkata

    @ gun dan celo
    kalian berdua bener-bener pasangan romantis.. :P

  5. joyo Berkata

    Bunda-nya Melly Goeslaw sambil membayangkan Ayumi Hamasaki bugil

    wooo dasar bocah gemblung!!!

    tapi bnar juga kata Buddha,

    jangan pernah memiliki jika engkau tak ingin kehilangan

  6. qzink666 Berkata

    wooo dasar bocah gemblung!!!

    kan abang yang ngajarin.. :P


  7. katanya kalo hujan onani…??? maksudnya onani sambil nempelin hidung di jendela gitu…???

  8. morishige Berkata

    yang di atas homok semua..
    *berlalu
    :mrgreen:

  9. qzink666 Berkata

    @celo
    kamu bener, nak.. :D

    @moris
    di atas gw, ji??
    Berarti lo juga dunks..

  10. stey Berkata

    Bunda dan ayumi hamazaki? Wuuuu..kualat kau Qzink..hhahahaaha..

  11. tukangkopi Berkata

    kangennya kok kangen diomelin. dasar anak durhaka! :mrgreen:

  12. syahbal Berkata

    mas qzink butuh omelan sang bunda.. tp butuh “yg lain” juga.. hahai..
    prasaan onani mulu yax??

  13. goop Berkata

    nah…
    bisa kan bro dirasakan?
    tanpa perlu dipikirkan?
    :mrgreen:


  14. nyambi ngupil zink?


  15. *stel lagu Bunda-nya Melly Goeslaw sambil membayangkan Ayumi Hamasaki bugil*
    korelasinyah dimanah zink?
    *sok ilmiah*

  16. chiw Berkata

    kata kata terakhirnay itu lho :|

    huh! merusak isi ceritanya yang lain!

    [-(

    ——————————————————-

    betewe, meskipun saya selalu diomelin dan diusir usir dari rumah gara gara kerjaanya cuma tidur, makan dan nonton tipi, entah mengapa…saya juga selalu pingin pulang…

    :oops:

    betewe, alasan pulangnya ini bukan karena ndak ada yang mau dijuwal lagi kan?
    :mrgreen:

    *ditombak*


  17. Hmm
    *Mikir bentar*
    Si Ayumi teh siapa? Tetangga-nya kang Cecep? Ato kenalannya Bunda-nya qzink? Punya no Hp teh Ayumi ngga?
    *dilempar lemper*

  18. zal Berkata

    ::jadi biar diomelin qzink, padahal yang kau rindu itu kayaknya coklatnya…
    itu…kayaknya sebabnya…
    gara-gara udah eneg sama cokelat..idung ditempelin ke jendela…maaak..kayak… :lol:

  19. siapaindra Berkata

    jadi teringat bunda ku yang jauh di kampung…

    kapan aku pulang? :(

  20. morishige Berkata

    argghh!!!!
    *menarik picu revolver
    *DOR!!

    ..

    qzink tepar

  21. bedh Berkata

    huhuhu
    ternyata seorang bunda yang menggoda dirimu mengerti kebijaksanaan sang Budha yah sat?
    kewl …..
    huhuhuhu kemaren sempet ngisi batre lagi pulang ke rumah ngisi hati ngeliat mak. baliknya seneng banget.
    mudah2an dirimu juga seberuntung diriku
    :D


  22. wah ada yang sudah berbagi pengalaman dengan pasangan baru….

    *lirik salah satu komen*

    beuh… hari ini saiyah pulang karena uang saiyah habis….

  23. deethalsya Berkata

    bbrpa hari ini emang hujan teruss..
    *lapor ttg keadaan di sini*

    gak penting bgt deh dt.. :mrgreen:
    met pulkam mas.. ^-^
    *nunggu oleh2*


  24. Nitip salam buat Buddha y, Zink..

  25. joyo Berkata

    ya pulang lah, hati2 di jalan nak, sesampainya disana kabari keadaanmu? bunda dan ayahmu? juga kabar ayam jago semata wayangmu?
    :D

  26. qzink666 Berkata

    *baca komeng yang masuk dari bis*

  27. Arwa Berkata

    icut dunk bro………,
    salam sejahtera buat keluargamu bro…

    * Lo masih mending nak. lha aku ayah dan bunda ku dah pulang untuk selama-lamanya. * :cry:

  28. qzink666 Berkata

    @Arwa

    sorry ya, bro, kalo postingan ini membuatmu sedih karenanya.. :D

  29. Ina Berkata

    pulang mudik bawa ole2 yang bisa disumbangin yach…!!!

    :D


Tinggalkan Balasan