Sebenarnya versi asli dari dialog yang sebentar lagi anda baca ini menggunakan bahasa ngibrani. Tapi mengingat yang ngerti bahasa ini cuma segelintir orang dan tentu saja saya termasuk yang segelintir itu *halah gaya* maka dengan sangat terpaksa saya sajikan dengan bahasa Indonesia saja. Inilah terjemahan bebasnya:
“Aneh, Ibrahim kok mau-maunya nyembelih leher Ismail anaknya ya? Padahal menurut sahibul hikayat sebenarnya waktu itu Ibrahim cuma mau nyembelih seekor kambing jantan lho.. Tapi entah kenapa tiba-tiba Tuhan iseng nyuruh Ibrahim mengganti leher kambing itu pake leher anaknya.. Kok bisa yak Ibrahim nurutin ide konyol itu??” Kata seorang pria pada kerumunan laki-laki di sebuah kedai kopi.
Salah satu pria yang ada di warung kopi itu spontan meradang mendengar perkataan yang barusan didengarnya, “Kamu tahu dari mana? Yang ada juga Tuhan menguji si Ibrahim untuk menyembelih leher ismail demi mengetahui mana yang lebih Ibrahim cintai, anaknya atau Tuhannya. Tapi karena kemudian Ibrahim setuju untuk melakukan perintah itu (menyembelih leher anaknya) maka Tuhan bermurah hati mengganti leher Ismail dengan kambing yang khusus Tuhan ambil dari surga!!”
“Tidak!! Yang benar adalah Tuhan mengganti leher kambing dengan leher Ismail, tauk!!” Ujar pria pertama tadi.
“Dasar bodoh!! Yang benar itu leher Ismail di ganti dengan leher kambing!!” Bentak si pria kedua dengan tak kalah lantangnya.
Dan karena keduanya tak satupun ada yang mau mengalah, maka perang mulut pun berubah menjadi ajang adu otot.
Dan naas bagi keduanya. Disaat mereka sedang baku hantam, lewatlah dua orang polisi (pada zamannya, tentu saja) yang kemudian menyeret kedua pria tadi ke meja pengadilan.
Singkat cerita, setelah mendengar penjelasan kedua pria yang bersengketa tadi dan ditambah dengan kesaksian beberapa orang yang kebetulan ada di sekitar TKP, akhirnya sang hakim memutuskan bahwa yang bersalah dalam hal ini adalah pria kedua dan menjatuhkan hukuman selama 3 bulan penjara kepada pria kedua itu.
Mendengar keputusan hakim yang dinilainya tidak adil, si pria kedua pun protes..
“Ini tidak adil, paduka. Jelas-jelas saya benar dan pria itu salah. Semua orang pun tahu kalo dia milikku, tapi dipelaminan kau dengan yang lain yang akhirnya disembelih Ibrahim itu kambing dan bukannya Ismail.”
Mendengar protes pria itu hakim hanya tersenyum, kemudian berkata, “Kamu tahu kesalahanmu?? Kesalahanmu adalah karena kamu sangat bodoh, sampai bertengkar dengan seseorang yang dengan tololnya mengatakan bahwa Ibrahim menyembelih leher anaknya! Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?”
__________
moral story:
cari aja sendiri..
*ngeloyor sambil nyanyi lagu si jablay*

Februari 5, 2008 pada 2:33 pm
lagi2 saya harus mengingatkan kalo saya tidak menjual pertamax!!
Februari 5, 2008 pada 4:04 pm
Hmm… Sedang mencari2 maksud dan tujuan tulisan ini…
Februari 5, 2008 pada 8:25 pm
Daripada ditangkap polisi, mending ngelanjutin ngewayang ah…
Februari 6, 2008 pada 12:22 am
eh, sebelumnya, welkam bek from da death
Februari 6, 2008 pada 12:24 am
waa… lupa… kecepetan mencet tombol kirim…
tapi, sekarang jadi lupa mau komen apa… maaf m(_ _)m
Februari 6, 2008 pada 1:10 am
moral story :
kalo ngomongin soal sembelih-menyembelih itu bisa mbikin kita diadili…
Februari 6, 2008 pada 1:26 am
mungkin story moralnya adalah :

sebaiknya memang kambing untuk sate sahaja, lebih nikmat…
*disembelih, seketika*
Februari 6, 2008 pada 1:49 am
daging kambing memang berbahaya!
Februari 6, 2008 pada 3:05 am
moral story:
sing waras ngalah!
Februari 6, 2008 pada 4:15 am
mustinya yg dihukum itu sang Tuhan, karna dah kash perintah kejam.
Februari 6, 2008 pada 6:38 am
::kalau saya jawab, nanti saya ditangkap polisi…
*ngeloyor..nonton wayangnya Goenawan “roze” lee*
Februari 6, 2008 pada 8:29 am
eh…
maksudnya apa ya?
Februari 6, 2008 pada 10:49 am
Pokoknya yang ngeyel yang salah.
Februari 6, 2008 pada 12:37 pm
Jadi pengen nulis versi yang tidak populer dari kisah ini. *merenung*
Februari 6, 2008 pada 12:42 pm
♪♫”dasar kambing” wat yang suka ngambil pacang orang lain.♫♪
♫♪”dasar kambing” wat pacar yang ninggalin gara2 co lain.♪♫
♫♪kasian deh lo jadi kambing congek ♫♪
huhuhuhuhu
kaborrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………………..
………..Puff…………
Februari 6, 2008 pada 12:44 pm
apa kita sembelih aja lehernya mbing?
gmana?
huhuhuhuhu
Februari 6, 2008 pada 12:45 pm
clingak clinguk….
bisa hatrix nggak yah?
psssssst…
Februari 6, 2008 pada 1:19 pm
Bedh gilaaaaaaaaxx!!!
Diem dolo, gw lagi konsentrasi nonton sriwijaya fc vs. Persija..
*lagi tarohan*
Februari 6, 2008 pada 1:24 pm
Entu sebabnya kita dilarang buang energi betengkar ama orang bodoh…
*yak.. ane menang tarohan…. Persija menang adu penalti*
Februari 6, 2008 pada 1:49 pm
persija kan emang cuma bisa menang adu pinalti
huhuhuhu
…..puff…………
Februari 6, 2008 pada 2:06 pm
CIHUUUUUUUYYY….. SRIWIJAYA FC MENANG LAGIIIII…
DOUBLE WINNERS ADA DI DEPAN MATA!!!
*menang tarohan*
Februari 6, 2008 pada 2:39 pm
Ehem… PSMS ke final jugak.
*ikut menang taruhan*
Februari 6, 2008 pada 3:55 pm
Yup, emang bener sih, mas qzink, berdebat sama orang sinthing bisa2 kita malah jadi ikutan sinthing, hiks
postingan yang punya sense of humor tinggi dan mencerdaskan. sang hakim telah membuat keputusan yang tepat.
*Ndak mau ikut2an taruhan, hehehehe *
Februari 7, 2008 pada 7:19 am
Huuuueeeeh lah dhalah…..
yang keliru entuh…Isterinya Ibrahim….
Kenapa NGIDAM Sate Kambingnya kok belakangan setelah Ismail lahir…mana pada saat musim PACEKLIK Kambing lageh….saking SILAP MATAnya Ibrahim main geret saja…eh..yang ketarik kok Ismail…
Untungnya itu GOLOK kok di GADEIN sama isterinya…
Jadi….?? yah gak jadi deh….
Kabuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrr…..
Februari 7, 2008 pada 7:35 am
eh masa seh ibrahim motong leher kambing?
*ragu*
Februari 7, 2008 pada 8:04 am
Pesan moralnya :
Saya tahu .. saya tahu .. *sok tahu mode : ON*
*yang dipelaminan siapa ya??*
Februari 7, 2008 pada 11:37 am
Pesan moralnya “jangan mau ribut sama orang bodoh atau jangan mau jadi orang bodoh” halah..gag ngerti akh.. *ngacirrr*
Februari 7, 2008 pada 2:28 pm
bang jangan terlalu jujur
knapa sih…
kan kasian
hhuhuhuhuhuhu
Februari 7, 2008 pada 4:04 pm
*potong bang Eby dan Bedh kecil-kecil*
*masukin blender*
*giling 15 menit*
*buang ke comberan*
ngeloyor puwas..
Februari 13, 2008 pada 8:24 am
pesan moralnya adalah jangan bilang kalo kambing diganti Ismail, bilang aja Ibrahim ga disuruh ngapa2in, cuma disuruh beli sate di depan.