Seorang teman mengirimi saya sebuah puisi pendek berbentuk doa yang konon ditulis oleh seorang gadis kecil asal Belanda.
Dan konon lagi, gadis kecil yang miskin (yatim piatu) itu menuliskannya hanya selang beberapa hari setelah Perang Dunia 1 berakhir.
Begini bunyinya;
Oh, Tuhan, kami tidak punya roti lagi.
Adik kecil lapar dan sakit, sebentar lagi mati.
Oh, Tuhan, alangkah baiknya Engkau,
karena dengan begitu, mulut yang minta roti akan berkurang satu.
.
.
.
.
.
*sedih*
*bertanya dalam hati*
ini sebenarnya sebentuk doa, kepasrahan ataukah gugatan?

Januari 11, 2008 pada 7:57 am
Haduh… Doa yg unik…
Januari 11, 2008 pada 7:59 am
keduax dulu
Januari 11, 2008 pada 7:59 am
kasian sekali anak itu…
Januari 11, 2008 pada 8:00 am
sudah lama ga hetrik di sini
*kabur*
Januari 11, 2008 pada 8:01 am
@ Praditya
Iya nih..
Eh, menurut kamu, ini doa apa sindiran buat Tuhan sih?
@eMina
eh, ada si mbak..
*sambit yg hetrik pake pempek sebakul*
Januari 11, 2008 pada 8:02 am
kalo nggak punya roti beli dong, males banget sih….
huhuhuhuhu
saya nggak suka puisinya. saya benci orang yang maki2 jagoan saya.
wakakakakakak
Januari 11, 2008 pada 8:07 am
@bedh
minta digampar??!!
Januari 11, 2008 pada 8:08 am
Klo kata saya sih ntu sbuah sindiran sbagai bentuk kekecewaan..
Januari 11, 2008 pada 8:13 am
minta nasi rames aja ah…
bis orang melayu sih,
gak suka makan roti. nggak kenyang.
saya kalo ditampar biasanya bales pake ciuman sakti loh mas…. di bibir.
mau?
*mas coba cari film grave of the fireflies deh. ceritanya mirip tapi ini film kartun jepang karya hayao miyazaki keren degh.. percaya degh… gak bohong degh…..
ok banget degh.
.
.
.
.
.
.
.
cuape deghhhhh
Januari 11, 2008 pada 8:13 am
@Praditya
Yupp.. Setubuh, bro..
Ane juga berpikir begito..
@bedh
selain hentai, no way!!
Januari 11, 2008 pada 8:22 am
dasar, otak mesum.
sini….
bagi2 koleksinya.
hayo… jangan pelit.
Januari 11, 2008 pada 8:43 am
Siapa yang mesum hah??
Siapa yang mesum hah??
Bagi?? Donlot sendiri sanah..
*menyembunyikan koleksi*
Januari 11, 2008 pada 9:17 am
@ 11 dan 12
Koq rebutan koleksi sih?? jadi ingat puisi diatas loh ..
karena dengan begitu .. orang yang minta bagi koleksi berkurang satu.
*langsung pasang hearphone biar ga denger qzink666 teriak*
Januari 11, 2008 pada 9:20 am
masih kecil tapi bisa kaya gitu yak
Januari 11, 2008 pada 9:21 am
*balik lagi*
*nunggu jatah hentai*
Januari 11, 2008 pada 9:22 am
*balik lagi*
*ambil jatah hetrik*
*tidur siyang*
Januari 11, 2008 pada 9:55 am
@erander
mahasiswa bapak memang mesum, pak..
@caplang[dot]net
STOP ngomongin hentai!!
*tendang yg hetrik ke gurun sahara*
Januari 11, 2008 pada 11:34 am
jahhh? *ngliadh komeng diatas*
ko fada ngomongin hentai!??!!!
JAV lebih bagoss kale..
*digamfar*
.
.
Ah ya, fuisina itu lho? nyanteng sangadh…
Januari 11, 2008 pada 12:44 pm
Hentai… JAV… *ngiler*
Baidewei, saya kalah sama anak kecil itu.
*merasa kalah*
Januari 11, 2008 pada 1:22 pm
puisi itu, sepertinya yang nulis bukan anak kecil deh…
Januari 11, 2008 pada 1:42 pm
@Hoek Soegirang
Ayo dunks jangan ngomongin hentai lagi, celana saya jadi menyempit nih..
nyanteng itu apaan sih, bro?
*beneran gak tau*
@rozenesia
ini lagi ikut-ikutan..
Btw, kamu memang sepertinya harus banyak belajar dari anak kecil itu, nak..
@suandana
tapi ini beneran lho, pak..
Tulisan tangan berikut foto anak kecil itu konon ada kok di album dokumentasi terbitan Meulenhoff, en Nederlandsch Album
,
Januari 11, 2008 pada 2:45 pm
Wah!
Ini mah doa satir.
Januari 11, 2008 pada 2:46 pm
Berdoa membuat kita kuat dalam menghadapi badai cobaan…..betapapun anak kecil tadi yakin bahwa Tuhan akan mendengar doanya, dan itu yang membuat dia masih kuat menahan cobaan.
Januari 11, 2008 pada 2:50 pm
doanya pake bahasa belanda kali, jadi tuhannya nggak ngerti, coba deh suruh berdoa di depan Holland Bakery, pake baju compang-camping, dekil dan bau, pasti itu pasti……
Pasti diusir satpam.
Januari 11, 2008 pada 2:57 pm
bodo ah ama puisinya,..
saya minta hentai!!
Januari 11, 2008 pada 3:21 pm
wah telat
tuhan adalah segala2nya!
Januari 11, 2008 pada 3:41 pm
*serius*
gak bisa ngebayangin klo saya adalah sang kakak
Januari 11, 2008 pada 3:43 pm
doa itu adalah apresiasi syukur kita kepada Tuhan…
Januari 11, 2008 pada 3:56 pm
terkadang kematian menjadi jalan pembebasan
*
*sok serius pdhl cuma pngen hetr..trix
Januari 11, 2008 pada 3:57 pm
lha gak jadi hetriks
*timpuk aRul pake roti*
Januari 11, 2008 pada 4:04 pm
doa itu sebenarnya meminta. gugatan juga meminta sih.. jadi sama2x meminta hehehe….
Januari 11, 2008 pada 4:09 pm
@ joyo : daripada kamu timpuk pake roti.. mending aku makan tuh roti…
Januari 11, 2008 pada 4:18 pm
loh ini doa siapa untuk siapa ?
mau beli roti kok ketuhan yah ke tukang roti lah…
Januari 11, 2008 pada 4:41 pm
keren….bermakna tinggi
Januari 11, 2008 pada 4:45 pm
@danalingga
huahahahaha.. Doa satir??
Istilah yg bagus tuh, bro..
@edratna
bukannya saking putus asanya sampe anak kecil itu berdoa demikian, bun?
@hadi arr
sejak kapan Tuhan nyambi jadi tukang roti, bro??
@bayu
hallah.. Ada yg nyebut2 hentai lagi..
*tendang Bayu pake jurus matahari*
@joyo 1
tepatnya diatas segala2nya,
saking diatasnya sampe2 gak kesentuhakhi..@joyo 2
gak usah dibayangin, tar horny..
Lo kan pedhopil..
@aRuL 1
ya.. ya..
Syukur karena masih mau memberi cobaan pada hamba-hamba yg dicintainya..
@joyo 3
hetriks dari hongkong?
*ngakak sekarat kadal*
@joyo 4
eiitts, jangan timpuk-timpukkan pake roti ya, akhi..
Itu mubazir.. Sedang mubazir dekat dengan kekufuran..
Bertobatlah, niscaya Tuhanmu akan menuntunmu kembali ke jalan yg lurus..
@shinobigatakutmati
yaah.. Tapi tidak termasuk meminta koleksi hentai saya tentunya, karena saya bukan Tuhan..
@aRuL
rotinya gak dikasih ke anak kecil yg adiknya mau mati itu aja, bro??
Januari 11, 2008 pada 4:48 pm
@Moerz
kebetulan Tuhan lagi dagang roti, bro..
@nicoustic
terimakasih..
Januari 11, 2008 pada 5:06 pm
koq jadi ngomongin roti? wakakakak
Januari 11, 2008 pada 5:08 pm
doain pak harto aja
Januari 11, 2008 pada 5:08 pm
Untung roti, daeng..
Tadi malah ngomongin hentai..
Januari 11, 2008 pada 7:57 pm
*bertanya dalam hati*
ini sebenarnya sebentuk doa, kepasrahan ataukah gugatan?
================
*menjawab dalam hati*
itu bentuk rasa syukur kepada Tuhan…
Januari 11, 2008 pada 7:58 pm
bener tuh koment’nya si aRul…
Januari 11, 2008 pada 9:22 pm
Saya juga tidak tahu bro … merupakan perwujudan doa apakah itu.
Setidaknya dia masih mengingat Tuhan … (walau itu dilakukan ketika dia butuh)
Dia masih menyadari kalau dia sebenarnya bergantung pada suatu Dzat
Januari 12, 2008 pada 4:34 am
doa itu curhat, jadi bisa macam2 muatannya, gugatan, kpasrahan, ktakpuasan, keinginan, pengakuan.
*weleh kok sok serius gini aku*
Januari 12, 2008 pada 4:50 am
numpang specchlesss…
akhirnya semua mati…
btw, adakah yg tau kelanjutannya?? bgaimana nasib si adek?? benarkah dia mati?? atau mungkin holland bakery berbaik hati?? atau ada seorang lain lagi memberikan hiburan hentai dan JAV
Januari 12, 2008 pada 4:52 am
hayah….
ternyata ga jadi speechless, malah berdendang panjang nian…
maaf mas qz… saya pamit lagi..
*mlanjutkan liburan, masih berdendang, tapi dengan menunduk*
Januari 12, 2008 pada 6:25 am
doa cuma untuk orang2 yang lemah..
coba lo pikir bro, orang berdoa tanpa usaha? apa yg dia dapet? ga ada
orang berusaha dengan berdoa? apa yg didapet? hasil usahanya
orang berusaha tanpa berdoa? apa yg didapet?
hasil usahanya juga..
so.. tanpa doa pun orang bisa dapet hasil dengan usaha!!
alah ko’ jadi pinter nih
Januari 12, 2008 pada 7:11 am
@antarpulau 1
syukur apa nyindir, bro??
@antarpulau 2
yang mana??
@deKing yang biasa-biasa saja
saya malah melihatnya sebagai bentuk sindiran ke Tuhan, bro..
@joyo
curhat ke tembok??
@goop 1
konon sang adik benar-benar mati, bro..
*dilarang ngomongin hentai dan JAV disini*
@goop 2
selamat liburaaan..
*mupeng*
@brainstorm
itu dia, bro..
Maka untuk diri sendiri saya lebih suka menyebutnya dgn istilah ‘mensugesti diri’ dan bukan ‘berdoa’.
Januari 12, 2008 pada 9:02 am
hm… ada kata-kata konon, kan?

halah, itu aja dipikirin..
*kabur..
*balik lagi..
menurut ambo, berdoa adalah bukti kalo seseorang masih percaya tuhan..
*kabur lagi
Januari 12, 2008 pada 9:04 am
*balik lagi..
ada yang kelupaan tadi.. beberapa kata…
Januari 12, 2008 pada 9:05 am
HHHEETTTRIKK!!!!!!!!!!
Januari 12, 2008 pada 7:32 pm
doa saya singkat dan sederhana:
ya..Tuhan, kongkrit.
Januari 12, 2008 pada 7:33 pm
sekali lagi, Kongkrit, Tuhan
Januari 12, 2008 pada 7:34 pm
Pokoknya Kongkrit, Tuhan.
Amien.
Alfatihah.
Januari 12, 2008 pada 8:42 pm
@morishige_toyotomi 1
meski konon, tapi sumbernya kuat lho, bro..
@morishige_toyotomi 2
ya.. Ya.. Meski dia tak selalu adil, bukan??
@morishige 3
*tendang yg hetrik ke penangkaran buaya*
@evan 1
simpel??
@evan 2
sesimpel apa??
@evan 3
oo.. Cuma pengen hetrik..
Simpel memang..
Januari 13, 2008 pada 7:50 am
qzink ada blog lain ya?
*ditimpuk krn OOT*
Januari 13, 2008 pada 10:56 am
Ada, tapi udah lama gak di apdet. Emang kenapa, mbak??
*injek-injek yg OOT*
Januari 13, 2008 pada 2:39 pm
Itu namanya melihat sisi terang dari kehidupan (atau kematian?).
BTW, kenapa Tuhan tidak membuat melihat ’sisi terang’ itu lebih gampang, ya?
Januari 13, 2008 pada 4:26 pm
keinginan dan harapan.. zink
Januari 13, 2008 pada 8:18 pm
kalau kisah tersebut nyata, maka: sebagai ungkapan perasaan yang intinya menyatakan penderitaan mendalam sampai-sampai menyangkut hidup dan mati
kalau kisah tersebut fiksi, maka: sebagai ungkapan untuk ‘menyentil’ manusia yang hobby menggugat Tuhan
Januari 13, 2008 pada 9:00 pm
@Kopral Geddoe
karena beliau ingin tetap misterius kali, bro..
@regsa
bukannya antara keinginan dan keputus asaan??
@StreetPunk
semoga cuma fiktif ya, bro..
Karena gak ada yg lucu dgn kelaparan..
Januari 14, 2008 pada 10:29 am
dia itu nyindir Tuhan kayaknya…hmmm
klo nyindir Tuhan masuk surga ga yah? halahhhh!!!!
Januari 14, 2008 pada 11:08 am
itu btk kepasrahan mas..
kalo gugatan pasti ke pengadilan..
masa’ berdoa pake pengacara?!!
*nymabung ke mana ini?!! he5x..*
Januari 15, 2008 pada 4:30 am
lebih tepat sebagai sindiran.
Januari 15, 2008 pada 7:53 am
doanya keren, satire…….
elo agnostik bro?
Januari 15, 2008 pada 7:55 am
doanya keren, satire…….
elo agnostik bro?
Januari 15, 2008 pada 12:35 pm
@verlita
kalo nyindirnya tengah malam dilapangan sambil buka baju sih masuk angin pastinya..
@deethalsya
dt gilaaa…
*dudukin dt di kursi pesakitan*
@FourSpeedLab
setubuh, bro..
@mydarkoctavarium
gak tau…
Januari 15, 2008 pada 2:45 pm
BTW, bisakah ini diartikan pada suatu bentuk teodisi yang overdosis? Berprasangka terlalu baik…
*komen ngasal sambil makan kripik*
Januari 15, 2008 pada 3:11 pm
Kalo karya Leibniz kita ambil sebagai patokan bahwa Tuhan yg baik pasti menciptakan dunia yg baik dimana manusia hanya sebagai objek yg harus pasrah menerima takdirnya, saya kira puisi ini tidak termasuk didalamnya, karena meskipun samar-samar saya mencium semangat pemberontakan (gugatan) dalam bait puisi ini..
*halah, saya kok jadi serius gini*